Stadium General & Launching Indonesian Youth Dream

14:17:00 Mad Solihin 0 Comments

Stadium Genaral & Launching Indonesian Youth Dream
Jum’at, 20 November 2015 sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh panitia, para delegasi Indonesian Youth Dream harus berkumpul di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Pagi itu saya datang (dari kosnya Mas Amin) di antar oleh Sofi, keponakannya Mas Amin dan sampai sekitar pukul 6 pagi lebih 10 menit. Ternyata baru beberapa delegasi yang sampai dan kebanyakan cewek. Setelah berkenalan untuk sekedar menyapa saya pun berkenalan dengan Yaya (Nur Hidayatullah) dan Bang Willy.

Satu persatu delegasi pun berdatangan. Ada Mas Candra, Mas Emen, Mas Dhian dan beberapa delegasi lain yang belum sempat berkenalan. Sekitar setengah jam berada di Titik Nol dan delegasi yang berdatangan semakin bertambah, salah satu panitia kalau gak salah Mas Ma’ruf mendatangi kami. Seusai menyapa satu persatu delegasi, Mas Ma’ruf menggiring kami menuju ke Korem 072/Pamungkas Yogyakarta. Di situlah kami berkumpul dan saling berkenalan mencari teman satu kelompok sesuai dengan yang ada di file Catatan Delegasi IYDCamp 2015.
Kelompok VI
Diversix, itulah nama kelompok VI yang difasilitatori oleh Mas Machfud Saidi yang berangggotakan Dian, Nurlaila, Gheby, Istifatimah, Lina Suka, Muchtar Haryanto, Nur Oktameliyana, Nanda, Muhammad Hamzah, Edi dan penulis. 
Kelompok Diversix
Latihan PBB. Itulah kegiatan awal kami di hari pertama yang dipimpin oleh TNI. Kegiatan yang di roundown acara sebenarnya tidak ada. Tetapi tetap saja kami mengikuti instruksi dari panitia, berbaris seperti mau upacara. Bedanya hanya dalam hal pakaian, delegasi menggunakan baju batik. Mungkin untuk menumbuhkan cinta badaya sendiri kali ya.

Materi PBB yang disampaikan adalah materi standar mulai dari sikap Siap, Istirahat, Lencang Kanan, Setengah Lencang Kanan,  Hadap Kanan, Hadap Kiri dan Balik Kanan.

Selesai materi PBB kami diarahkan menuju aula Korem 072/Pamungkas Yogyakarta untuk mengikuti acara Stadium General dan Launching Indonesian Youth Dream Camp 2015 dengan tema “Dream, You and Our Naton”.
***
Malik Khidzir
Malik Khidzir itulah nama pembicara pertama dalam acara Stadium General. Peraih Penghargaan Pemuda Pelopor Internasional Kemenpora RI 2015 ini ternyata seorang santri. Mahasiswa alumni UGM Jurusan Elektronika dan Instrumentasi juga pernah meraih medali emas dalam kontes dunia di Trinity College Fire Fighting and Home Robot Contest Hortford Connecticut, USA 2013. Katanya, robot yang ia ciptakan adalah robot pemadam kebakaran dimana mereka bisa mendeteksi lokasi dan kembali ke tempat asal. 
Saat Mas Malik Presentasi (Dokpri)
Selain itu dalam kontes Natcar Robogames di California, Amerika Serikat (AS) pada 2013 juga mendapatkan dua medali. Karena prestasi itu ia dipilih oleh Kementerian Luar Negeri sebagai Outstanding Student of the World 2014 di Kanada. Di sana dia mewakili Indonesia dengan prestasinya di bidang robot. (www.brilio.net)

Tetapi tahukah kalian bahwa prestasi yang mas Malik dapatkan adalah berkat kerja keras yang ia laukukan. Karena dia adalah seorang santri maka ia pun melakukan penelitian dan praktek setelah mengaji. Dan yang membuat saya cukup tercengang adalah saat ia menyebutkan bahwa selama dua tahun ia menghabiskan waktu di lab dari jam 9 malam sampai pukul 4 pagi. Bayangkan, dua tahun tanpa berhenti. Itu menandakan bahwa segala sesuatu itu tidaklah instan. Butuh proses dan waktu yang panjang.

Dari beberapa materi yang beliau sampaikan ada beberapa point yang saya tangkap :

(1) Tanamkan semangat. Nah untuk menjaganya agar tidak hilang maka perbaikilah niat yang tulus bukan karena tahta, harta ataupun wanita. Niatkan untuk membahagiakan orang tua.

(2) Percaya Diri. Bukankah Tuhan juga percaya dengan kalian? Maka kenapa kalian tidak percaya dengan diri kalian?

(3) Bangun Mimpi, Aksi, Istiqomah dan Tawakal. Setalah punya mimpi maka wujudkan dengan aksi nyata yang berupa berusaha dan dilakukan secara istiqomah. Ketika semua telah dilakukan barulaah untuk masalah hasil di serahkan kepada Allah Swt.

(4) Kenali potensi kalian. Bagimana caranya? Menurut beliau, ketika engkau mengerjakan sesuatu dalam waktu yang lama tanpa merasa lelah, itulah potensi kalian. Seperti yang dilakukan oleh Mas Malik yang melakukan penelitian dan percobaan tentang robot dari pukul 21.00 – 04.00 WIB. Maka itulah potensi yang dimiliki oleh Mas Malik.

Terakhir ia berpesan jika kalian tidak tahan lelahnya belajar, maka kalian akan menanggung perihnya kebodohan dimasa depan. 
Pemberian Kenang-Kenangan
Hery Zudianto, SE. MM. AK (Walikota Yogyakarta 2001-2011)
Pemimpin itu bukan masalah jabatan, tetapi seberapa berpengaruh dan menginspirasi untuk orang lain serta lingkungan. Ya, itulah definisi pemimpin menurut beliau. Tetapi ia juga menyampaikan ketika mempunyai kesempatan untuk menduduki sebuah jabatan maka raihlah, karena dengan jabatan akan lebih mempunyai pengaruh dan kekuasaan. Dan tentunya bisa melakukan kebaikan yang lebih besar dampaknya. 
Pak Hery Zudianto (Dokpri)
Orang yang sekarang menjabat menjadi ketua RW ini ternyta sudah punya impian untuk menjadi pembisnis sejak SMP. Berawal dari jualan petasan (mercon) di Malioboro ataupun jualan buku. Hingga akhirnya bisa mendirikan Wisma Batik “Margaria” Malioboro.

Beberapa pesan yang ia sampaikan terkait kepemimpinan adalah :

(1) Jangan takut mengambil keputusan. Karena keputusan tidak ada yang sempurna dan benar, hanya mendekati benar sehingga janganlah takut untuk mengambil keputusan.

(2) Menjadi pendengar yang baik. Ini adalah hal yang mendukung untuk pengambilan keputusan. Dalam hal ini, Pak Hery menggunakan berbagai media sosial baik Facebook, Twitter ataupun radio untuk menyapa dan mendengar keluh kesah masyarakatnya.

(3) Jadilah orang yang rendah hati, open mind dan positif thinking.

(4) Berdiskusilah dengan orang yang bertentangan dengan kita. 
Pemberian Kenang-Kenangan
***

Selesai acara Stadium Genaral saya bersama dengan Hamzah ikut gerombolan anak-anak yang berebut untuk berfoto dengan Mas Malik. Dan alhamdulillah, bisa juga berfoto dengan beliau. 
Mas Hamzah, Mas Malik dan Penulis (Dokpri)

Banjarnegara, 25 November 2015

You Might Also Like

0 comments: