Networking

9:28:00 PM Mad Solihin 0 Comments

Lagi-lagi saya harus mengakui bahwa saya membutuhkan orang lain dan tak mungkin bisa hidup sendiri. Networking atau hubungan pertemanan adalah salah satu kunci utamanya. Seperti halnya minggu sore seusai acara Indonesian Youth Dream Camp 2015 saya memutuskan untuk pamit ke Mas Amin melalui sms. Karena ia sedang ada acara, maka saya hanya singggah untuk sholat maghrib dan mengambil sepeda motor yang saya titipkan di tempat kosnya. Terima kasih mas Amin atas kebaikannya, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang berlipat dan maaf tidak sempat ketemu. Lain waktu semoga saya bisa membalas kebaikanmu kawan. J

Seusai sholat maghrib sayapun meluncur ke tempat kosnya teman di Krapyak. Sayang sampai disana ternyata kos nya di pakai. Karena tak enak hati, saya pun pergi ke warung makan. Di situ saya bingung kemana harus pergi apalagi dengan barang bawaan yang lumayan berat. Akh ... tidak mungkin kan kembali ke kos nya Mas Amin. Udah pamit masa kembali lagi.

Sambil menikmati nasi goreng saya pun terus mencari siapa gerangan yang bisa saya mintai bantuan. Mba’ Fati, itulah yang terpikir olehku. Dia adalah kakak kelas sewaktu saya masih di MA dulu. Setelah sms dan memastikan bahwa ia sedang berada di Jogja, maka saya pun mengutarakan maksud ku untuk menitipkan tas dan akan saya ambil besok pagi. Alhamdulillah ia menyambutnya dengan sukarela. Plong rasanya. Masalah tidur dimana, itu urusan nanti yang penting bisa keliling menikmati malam di Jogja.

Selesai membayar nasi goreng dan es teh ke pemilik warung, saya langsung meluncur ke alamat kos nya Mba’ Fati sesuai petunjuk yang ia berikan melalui sms. Beruntung karena tidak terlalu jauh dari kampus UIN Suka sehingga saya tak begitu sulit untuk mencarinya.

Ketika bertemu dengannya, lagi-lagi Tuhan selalu punya cara untuk membuat hamba-Nya tersenyum. Ternyata Alwi Ichsan, adiknya sedang berada di kosnya. Ia baru datang tadi sore dan katanya mau berangkat ke pondok besok. Rencana awal yang hanya ingin menitipkan tas pun akhirnya berubah. Karena pernah satu pondok, pertemuan kami pun langsung cair laiknya reoni tak disengaja.

Menghabiskan malam di kos rasanya terlalu sia-sia. Maka sayapun mengajak Alwi untuk menikmati suasana malam Jogja di Malioboro. Ketika sedang berjalan, tak sengaja kami menemukan toko loak buku. Beberapa judul buku langsung mencuri perhatian, mulai dari novel karya Tere Liye, buku karya Tan Malaka, Praodya Ananta Toer dan beberpa karya penulis yang namanya sudah akrab ditelinga saya. Naluri untuk membeli buku pun tak tertahankan, apalagi ketika mendengar harga Novel Rindu karya Tere Liye hanya Rp. 25.000,-. Selisih jauh dengan harga saat pameren di Perpusda. Setelah memilih dan memilah akhirnya saya membeli dua buku, Madilognya Tan Malaka dan Novel Rindu karya Tere Liye.

Tepat pukul 23.30 WIB kami memutuskan untuk kembali. Bukan ke kos nya mba’ Fati tetapi ke kos nya Bang Usman adiknya mas Uki (Calonnya Mba Fati). Rencana awal untuk menjadi gelandangan pun gagal karena ada tempat untuk menumpang tidur, setidaknya itu menjadi referensi ketika suatu saat pergi ke Jogja dan bingung untuk tidur.

Syukur lah. Berkat pertemanan saya bisa tidur di tempat yang cukup nyaman. J So, banyak-banyaklah menjalin pertemanan karena itu sangatlah membantu terutama ketika dalam keadaan kepepet. Heee Terima kasih Mba' Fati, Alwi dan Bang Usaman atas bantuannya. Jazakallah khoirul jaza’.

Banjarnegara, 24 November 2015

You Might Also Like

0 comments: