Anak Muda (Harus) Berkarya

00:37:00 Mad Solihin 0 Comments

(Dari Kiri) Ma'ruf, Nazri, Ayu Pratiwi, Janu Muhammad, Hari Novar, Panitia
Terlalu lama mengendap dan menunda untuk menuliskannya saya khawatir akan hilang. Dan ketika hilang, sia-sia donk materi yang sudah saya dapat. Setidaknya motivasi yang pernah muncul waktu itu bisa menjadi semacam suntikan semangat agar kedepan menjadi lebih baik.

Anak Muda (Harus) Berkarya itulah tema pada Inspirational Session I pada acara Indonesian Youth Dream Camp 2015 dengan beberapa pemateri anak muda Inspiratif, yaitu Ayu Pratiwi Muyasaroh, Janu Muhammad, Hari Novar dan Nazri Afandi Pasaribu.

Dari session ini saya menangkap beberapa kata-kata yang cukup menginspirasi, tentu ini dari penangkapan atas apa yang saya dengar dan mungkin bebeda dengan teman-teman delegasi yang lain.

Ayu Pratiwi Muyasaroh
Dalam mengawali materi, Ayu menjelaskan bahwa keterbatasan itu dikarenakan faktor rasa takut atau kalau orang sering bilang selalu berada pada zona nyaman dan tidak mau out off the box.Dia juga menjelaskan bahwa kesuksesan itu tidak isntan tetapi butuh kesabaran serta ketekunan dalam mengusahakannya.

Selai itu, ia juga menyampaikan tentang sebuah hakekat sebuah karya jangan hanya karena ingin dipuji ataupun karena ingin mendapat penghargaan.

Janu Muhammad
Janu Muhammad adalah founder dari komunitas “Karung Goni Learning Center” atau Omah Baca Karung Goni. Apa itu Karung Goni Learning Center, silahkan googling sendiri ya. Hee

Sama seperti dengan Ayu, ia juga menyampiakan beberapa materi yang menurut saya cukup memotivasi, diantaranya adalah :

“Tidak menunggu perubahan tetapi ciptakanlah perubahan”

“Prestasi adalah kumpulan hal-hal kecil”

“Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi tetapi usaha yang kurang ditekuni. Tidak ada mimpi yang terlalu berlebihan tetapi usaha yang kurang dilebihkan.”

Pemuda asal Yogyakarta yang pernah singgah di beberapa negara di luar negeri (Australia, Belanda, Malaisya dan India) ini juga menyampaikan bahwa kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya bukan sumber daya alamnya.

Nazri Afandi Pasaribu
Pemuda yang akrab dipanggil Fandi ini berasal dari Baros, Sumut. Dalam ceritanya, ia menyampaikan bahwa dibutuhkan sebuah perjuangan untuk ia bisa melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi.

Jangan menyerah. Itulah pesan yang digaungkan ketika itu. Pesan ini berkaitan dengan karyanya yang berupa Mobil Listrik via Android. Dalam percobaan yang dilakukan, ia mengalami kegagalan sampai 18 kali dan baru berhasil pada percobaan yang ke 19 kali. Tentang Mobil Listrik via Android ini silahkan googling sendiri ya. Ceritanya terlalu panjang sehinggga tak sempat saya catat semua J

Mengakhiri pembicaraan di session ini ia mengatakan bahwa “Kesempatan itu bukan ditunggu tetapi dibuat”.

Hari Novar
Hari Novar adalah pelopor dari berdirinya Indonesian Youth Eeducate & Sosial atau disingkat I-YES. Dia menceritakan bahwa kegiatan sebelumnya diawali dari Rumah Pintar atau Motor Pintar, yang mana kegitannya seperti Perpustakaan Keliling. Hanya saja ia menggunakan motor. Pun demikian, bahwa kegiatannya ini diawali dengan penuh perjuangan dan proses yang panjang hingga akhirnya pemerintahpun melirik apa yang dilakukannya.

Pesan yang saya tangkap dari penyampain yang ia berikan adalah “Hargailah proses”. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa proses mengajar yang kebanyakan dilakukan oleh guru sekarang adalah menjadikan peserta didik obyek bukan subyek. Sehingga proses kreatif peserta didik tidak tergali.

***
Jadilah kepala jangan menjadi ekor. Jadilah pemimpin jangan hanya jadi pengikut. Itulah makna yang saya tangkap dari Session ini. Pembicara yang dihadirkan adalah para pemuda yang mempunyai jiwa seorang pelopor. Mereka tidak menunggu kesempatan tetapi menciptakan kesempatan. Mereka bukan lah pemuda yang banyak wacana tetapi pemuda yang mau beraksi, turun tangan dan mengambil inisiatif bergerak untuk menciptakan sebuah perubahan.
Irwan, Penulis, Nazri dan Jhon Mayer

Banjarnegara, 29 November 2015 00:27 WIB

You Might Also Like

0 comments: