Dua Kebahagiaan

1:56:00 AM Mad Solihin 1 Comments

Pernah merasakan kesedihan kawan? Akh ... Pertanyaan yang mungkin tidak perlu jawaban. Karena saya yakin setiap orang pasti pernah mengalaminya. Kesediahan, kebahagiaan, penyesalan dan entah perasaan apalagi adalah bagian dari kehidupan, yang kesemuanya itu berputar laiknya roda. Tak selamanya kesedihan menyapa kita, pun dengan kebahagiaan tak selamanya hidup itu bahagia. Dan menurut saya itu lumrah adanya karena seperti itulah hukum alam digariskan.

Sama halnya dengan yang saya alami hari ini. Ada dua kebahagiaan yang membuat hati ini merasakan kepuasan tersendiri, khatam membaca Al-Qur’an dan membentuk kepengurusan PAC IPNU IPPNU baru.

Tentang khatam membaca Al-Qur’an, ini adalah untuk yang kedua kalinya semenjak saya memulainya pasca bulan Ramadhan lalu. Tujuannya tidak lain agar di antara waktu bulan ramadhan kemarin dengan Ramadhan yang akan datang ada sesuatu yag telah saya capai. Karena biasanya saat mendekati bulan Ramadhan, seolah waktu begitu singkat “padahal rasanya baru puasa kemarin kok tiba-tiba sudah mau puasa lagi”. Ketika tidak ada target yang dikejar, maka selama satu tahun seolah-olah kita tidak pernah mencapai apapun.

Dalam membaca al-Qur’an ini saya menggunakan teknik satu hari satu juz. Waktu yang saya ambil adalah ba’da maghrib sampai isya. Hanya saja terkadang karena beberapa kesibukan atau ada sesuatu yang harus dilakukan ba’da maghrib, terpaksa program membaca al-qur’annya terbengkelai. Tetapi ketika masih bisa diusahakan untuk membaca al-Qur’an, maka sayapun tak ingin melewatkannya. Bisa saja sie sebenarnya saya menggantinya di waktu yang lain, namun saya tak melakukannya. Alasan saya sederhana, saya ingin istiqomah. Satu juz ba’da maghrib setiap hari.

Bukankah Istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah ?

Selain itu, alasan kenapa saya memilih membaca al-Qur’an adalah karena itulah yang saya kira cocok dengan diri saya. Pernah pada waktu saya sowan kepada Pak Kyai Abdul Mutholib Mandiraja untuk nembusi tempat buat acara SKB, beliau memberikan wejangan tentang Syair Tombo Ati Lima Perkaranya. Syair yang di gubah oleh Sunan Bonang ini menjadi wejangan yang beliau sampaikan kepada kami.

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Quran lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo zikir wengi lingkang suwe
Salah sawijine sopo bisa ngelakoni
Mugi-mugi gusti Allah nyembadani

(Obat hati ada lima perkaranya. Pertama baca Quran dengan maknanya. Kedua, shalat malam dirikanlah. Ketiga, berkumpullah dengnan orang sholeh. Keempat perbanyaklah berpuasa. Kelima, dzikir malam perbanyaklah. Salah satunya siapa bisa menjalani. Semoga Allah mencukupi).

Beliau menyampaikan bahwa siapa yang mengamalkan salah satunya maka Allah akan mengabulkan hajat kita seperti pada syair. “Amalkan salah satunya saja. Jangan kesemuanya, asalkan istiqomah”pesan beliau menasehati. Beliaupun telah membuktikannya sendiri dan yang beliau amalkan adalah Manaqib Syaikh Abdul Jalil.

Struktur PH IPNU IPPNU Kec Bawang
Kebahagian yang kedua adalah membentuk pac ipnu ippnu baru. Dan ini merupakan kebahagian yang luar biasa melebihi makan makanan yang lezat. Pasalnya, pac ipnu ippnu Kecamatan Bawang ini adalah pac pertama yang saya bentuk selama menjabat jadi ketua padahal sudah satu setengah tahun. Namun, tak apalah toh selama ini juga saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Dan semoga ini bisa menjadi kebagkitan terbentuknya pac-pac yang lain. Semoga.

Pembentukannya pun sederhana. Berawal dari ide untuk silaturahim ke Bawang pada hari Minggu. Malamnya saya sms ke Ali dan Nurul, memberitahukan bahwa besok saya dan Eman akan berkujung ke Sekolah, mohon rekan/ita yang lain di koordinir. Senin siang sesuai janji sayapun berkunjung ke Bawang bersama dengan Eman. Awalnya bukan untuk pembentukan pac namun hanya untuk memastikan bisa tidaknya mengadakan Makesta bulan Nopember.

Dalam perjalanan menuju ke Bawang, terlintas ide untuk sekalian membentuk kepengurusan yang saya sampaikan kepada Eman. Pemikiran saya, yang penting struktural Pengurus Harian (PH) nya sudah ada. Maka ketika musyawarah dengan rekan/ita ipnu ippnu Bawang yang alumni Dikaltama II, saya cetuskan ide untuk membentuk kepengurusan. Alhamdulillah ide tersebut ditanggapi dengan antusias. Maka dengan kesepakatan bersama, ditunjuklah Rekan Dartomo sebagai ketua IPNU dan Nurul Cholifah sebagai Ketua IPPNU. Selamat, semoga amanah dan bisa bersama-sama berjuang memajukan IPNU IPPNU di Banjarnegara.

Banjarnegara, 27 Oktober 2015 II 01:46 WIB

You Might Also Like

1 comment:

  1. Heeee ... Terinspirasi dengan web milik jenengan mas ... Tulisan2 selalu q tunggu lho ...
    Terimkasih telah berkunjung :)

    ReplyDelete