Renungan untuk Jiwa yang Lalai

09:04:00 Mad Solihin 0 Comments

“Jangan mengeluh pusing atau tidak bisa tidur. Memang sudah seharusnya tidak tidur. Kalau mau santai-santai jangan menjadi menteri.”

Demikianlah kata yang lamat-lamat saya dengar dari Ibu Ratna selaku aktivis media sosial dalam acara Indonesia Lawyers Club dengan tema “Siapa Pembakar Hutan Kita?”, Selasa malam (22/9) di sebuah stasiun televisi TVOne.

Jleb. Kata-kata itu benar-benar menelusup ke dalam relung jiwa mengingatkan pada status atau posisi saya sebagai ketua IPNU yang selama ini serasa lebih santai-santai dan banyak mengeuh. Ah, mengeluh bukan lah sesuatu yang produktif. Itu hanya sebagai pembelaan atas kelemahan diri yang tidak mau keluar dari zona nyaman, tidak mau mengambil resiko dan tidak mau berjuang dengan sepenuh tenaga.

Kalau sampai hari ini belum juga terbentuk PAC, padahal sudah satahun setengah ya itu pantas saja. Lha wong saya tidak mau bergerak. Saya lebih memilih santai dan tidak mau sedikit saja untuk bersusah-susah. Maka jangan heran jika selama satu periode tidak akan ada prestasi yang berarti tertoreh.

Maka cukuplah kata-kata di atas sebagai pengingat, bahwa memang menjadi orang yang di percaya harus melakukan sesuatu yang lebih. Ketika yang lain tidur nyenyak, seorang pemimpin harusnya lebh banyak terjaga untuk memikirkan apa yang akan dilakukan keseokan harinya. Ketika yang lain banyak diam, seorang pemimipin  harus banyak bicara mencari tahu perkembangan dari orang-orang yang dipimpinnya. Ya, harus melakukan sesuatu yang lebih. Jika tidak, jangankan bisa berprestasi, untuk mempertahankan sesuatu yang sebelumnya sudah baik pun belum tentu bisa.

Hmmm ... semoga tulisan ini bisa menjadi renungan dan pengingat untuk diri yang selama ini banyak mengeluh dan memilih pada zona nyaman. Ya, semoga bisa melakukan sesuatu yang lebih untuk kemajuan ipnu ippnu di Banjarnegara. Semoga.


Rumah II Pringamba Sigaluh Banjarnagara II Selasa, 22 September 2015 22:23 WIB

You Might Also Like

0 comments: