Pengalaman Spiritual

04:21:00 Mad Solihin 0 Comments

Waktu menunjukan pukul 01.30 WIB ketika saya memutuskan untuk istirahat. Serasa lelah setelah perjalanan Banjarnegara-Kebumen dan bergadang sampai dini hari bersama teman-teman ipnu dalam acara Latfas, maka sayapun memilih untuk mengakhirinya dengan tidur.

Saya terbangun pukul 03.00 WIB. Ada yang aneh ketika saya membuka mata. Baru saja kejadian aneh saya alami dalam mimpi. Kalaupun saya menyebut itu kejadian spiritual, mungkinkah itu? Ada semacam bisikan yang entah datang dari mana begitu jelas terdengar di telinga. Bahkan bisikan yang terakhir sempat membuat saya menangis ketakutan. Meskipun ketika saya bangun ternyata saya juga tak menangis. Anehnya, sebelum suara itu muncul di telinga saya terdengar suara nyaring laiknya suara lebah hingga selang beberapa detik suara yang entah datang dari mana terdengar. Dalam mimpi itu ada satu teman saya yang juga bisa mendengar karena berada di dekat saya, semacam di loudspeker.

Tentang isi bisikan itu saya tak ingat karena dalam mimpi itu saya tak sempat mencatatnya. Ah, aneh.

Pukul 03.15 WIB. Saya mencoba bangun dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu. Sudah lama saya tak melakukan sholat tahajud. Malam ini saya paksakan untuk mencoba melakukannya lagi. Sholat tahajud dan sholat hajat.

Sayapun mencoba berdo’a seusai sholat. Doa sederhana. Saya ingin di sisa-sisa masa jabatan yang tinggal setengah tahun lagi saya bisa melakukan hal lebih demi memajukan ipnu ippnu Banjarnegara. Bagaimana tidak, satu setengah tahun berlalu saya belum juga membentuk pac. Ada beban moral tersendiri. Terkadang saya berpikir, saya yang tidak bisa memimpin atau memang karena begitu sulitnya sehingga serasa berjalan di tempat.

Allah harapan saya. Bagaimanapun semua terjadi atas kuasa-Nya. Kebaikan dan kelebihan yang di miliki oleh semua orang terjadi karena kehendak-Nya. Maka hanya Allah lah yang pantas untuk di mintai pertolongan. Mengeluh kepada manusia, saya sudah bosan dan malu sendiri. Mungkin yang mendengarpun juga bosan jika mendengar keluhan saya yang hanya itu-itu saja.

Bismillah semoga kehadiran saya di dunia ini bukan hanya manusia yang sholeh secara individu tetapi bisa membawa kemanfaatan untuk orang lain. Paradigma bisa pergi ke luar negeri karena ada yang membiayai bisa saya ubah menjadi saya bisa membiayai orang lain pergi ke luar negeri. Sederhananya, ketika saya pergi ke luar negeri karena biaya orang lain maka belum tentu saya bisa melakukannya lagi. Tetapi ketika saya bisa membiayai orang lain, maka kapanpun saya mau pergi ke luar negeri sayapun bisa melakukannya.

Kebumen, 20 Septermber 2015 04:18 WIB

You Might Also Like

0 comments: