Pantangan Seorang Guru

01:12:00 Mad Solihin 0 Comments

Beberapa hari ini saya tak sempat atau mungkin lebih tepatnya tidak menyempatkan untuk menulis. Dan malam ini saya mencoba memaksakan diri untuk menulis karena memang untuk melakukan sesuatu terkadang membutuhkan paksaan.

Apa yang akan saya tulis ? Biarlah mengalir dengan sendirinya.

Cerita PPL. Itulah yang pada akhir-akhir ini bergeliat dalam angan-angan, menceritakan kisah pengalaman selama masa-masa praktek pengalaman lapangan di SMK Takhassus Al-Qur’an Wonosobo. Menyelami dunia pendidikan sebagai seorang pengajar, belajar besama dengan adik-adik kelas yang masih unyu-unyu.

Karena tulisan ini adalah paksaan, maka saya akan memulai dengan apa yang masih saya ingat yaitu pesan dari Pak Edy selaku guru pamong yang pada suatu kesempatan saya berbincang-bincang dengan beliau di kantor. Pesan itu berisi tentang beberapa tantangan menjadi seorang guru.

Okee lah langsung saja saya akan menceritakan pesan dari beliau terkait tantangan menjadi guru.

1) Jangan pernah berkata tidak bisa. Seorang guru ketika berada di hadapan seorang peserta didik jangan pernah berkata tidak bisa atau belum menguasi materi. Ini tidak lain karena kata-kata tersebut secara otomatis membuat peserta didik down terlebih dahulu. La wong tidak menguasai materi masa mau mengajar, kan wagu.

2) Jangan pernah berkata “tidak pantas mengajar ini”. Sama seperti pernyataan di atas bahwa merendahkan diri di hadapan seorang peserta didik sama halnya menjatuhkan diri sendiri. Walaupun mungkin niatnya merendah tetapi itu tidak lah baik untuk seorang guru. Bagaimanapun keadaannya seorang guru haruslah bersikap PD, meskipun sebenarnya memang seperti itulah keadaaannya (tidak pantas). Sehingga kemampuan untuk mengelola kelas sangatlah di butuhkan. Atau bahasa lain, harus kreatif.


Banjarnegara, 17 Septermber 2015 01:10 WIB

You Might Also Like

0 comments: