Menikmati Indahnya Puncak Gunung Prau Dieng

12:45:00 PM Mad Solihin 0 Comments

Menikmati Indahnya Pagi di Puncak Gunung Prau
Sabtu kemarin (26/9), saya berkesempatan ikut naik ke Puncak Gunung Prau Dieng  Wonosobo bersama dengan rakan/ita ipnu ippnu Banjarnegara. Acara yang telah di agendakan cukup lama sebagai penghibur di sela-sela kebosanan ketika kegiatan hanya kumpul-kumpul saja.

Dalam sebuah organisasi tentunya kegiatan ini sangatlah penting. Selain untuk refresh juga sebagai pengingat hubungan emosional satu sama lain. Karena hubungan emosional biasanya banyak terbangun dalam kegiatan-kegiatan yang bersifas santai.

Perjalanan di mulai dari Banjarnegara, tepatya di gedung pcnu Parakancanggah. Setelah semua berkumpul dan di rasa sudah siap semua, maka kami pun melucur dengan mobil truck yang Syafiq sewa di Mandiraja sekitar pukul setengah 4 sore. Serasa sepeeti sapi, hehehe. Tapi tidak dengan dengan saya, saya duduk di depan dengan Nuzul. Setengah 6 kami sampai di Desa Patang Banteng, pos pedakian menuju ke Gunung Prau. 
Istirhat Sebelum Naik Puncak
Saat Transite di Rumah Pak Lik'y Habib
Karena hampir magrib dan dum/tenda belum sampai, maka Habib mengajak kami istirhat dulu di tempat Pak Lik nya. Kami yang berjumlah 42 orangpun menurut. Di sela-sela istirahat, saya bersama dengan Syafiq dan Habib pergi ke tempat registrasi untuk membeli tiket. Ternyata tarifnya sudah naik menjadi Rp. 10.000,-/orang. Waktu mendaftar kami juga di beri brosur yang isinya beberpa larangan ketika berada di Puncak Gunung Prau. Di antaranya adalah tidak boleh membuat api unggun, jika ketahuan akan di denda Rp. 35.000,-.Tidak boleh membawa senjata tajam, tidak boleh membawa alat musik dsb. Intinya ketika melanggar akan dikenakan sanksi.

Pukul setengah 9 kami mulai mendaki Puncak Gunung Prau. Gunung yang berada di ketinggian 2.565 MPDL ini kami tempuh dengan waktu dua jam tepatnya pukul setangah 11 kami sampai. Maklum banyak cewek yang ikut sehingga banyak istirahatnya. Pos Patak Banteng ini adalah salah satu rute pendakian menuju Puncak Prau yang paling dekat. Hanya saja medannya cukup ekstrim, menanjak dan berdebu. 

 Sesampainya di puncak kami segera memasang tenda yang kami bawa. Sialnya, ternyata tendanya tidak cukup menampung semua. Wal hasil saya bersama Habib dan Ishak mengalah untuk tidak masuk ke tenda, memilih untuk bergadang sampai pagi. Indahnya cahaya rembulan cukup menjadi penghibur meskipun udara dingin tak kuasa kami halau dengan jaket dan sarung yang telah kami balutkan ke tubuh. Tetapi itu bukanlah masalah, melihat rekan/ita yang lain senang sudah cukup menjadi obat tersendiri bagi saya. Ya, saya merasa cukup puas bisa mengawal mereka, ya karena memang itulah tugas yang saya emban. Semoga kegiatan muncak ke Gunung Prau ini bisa menambah semangat mereka untuk melestarikan ipnu ippnu di Banjarnegara. 
CBP KPP IPNU IPPNU Banjarnegera
Berpose Sebelum Pulang
Pukul 5 pagi langit sudah terlihat cerah. Semburat cahaya orange dari ufuf timur terlihat begitu indah. Para pendaki satu persatu mulai keluar dari tenda, mencari tempat yang indah untuk berpose. Berharap bisa melihat sunrise meuncul. Sayang, keberuntungan sedang tak berpihak kepada kami para pendaki Gunung Prau. Sunrise yang di tunggu ternyata tidak muncul seperti yang diharapkan. Tetapi itu tidaklah masalah. Setidaknya kami bisa melihat indahnya pagi di Puncak Gunung Prau Dieng.

Saya pun tak ketinggalan mengabadikan moment istimewa ini dengan kamera. Ya, foto adalah salah satu hal yang lazim untuk menyimpan hal terindah yang kita lalui. Moment-moment yang bisa menjadi bekal cerita untuk anak-cucu kita nanti. Hehehe nikah juga belum udah negomongin cucu.

Petani Menjadi Pedadang

“Tidak ada yang sulit bagi Allah untuk menunjukan jalan rizki hamba-Nya.”

Tahukah kalian kawan, bahwa destinasi keindahan Puncak Gunung Prau ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi masyarakt sekitar. Banyak para petani yang menyulap lahannya menjadi warung-warung dan home stay. Bahkan tidak hanya di pos pendakian di mana kita registrasi warung-warung berdiri, di beberapa titik jalan pendakian juga berdiri warung-warung yang menjual makanan ringan dan minumanan.

Inilah kenapa tempat wisata juga perlu perhatian khusus, baik dari pemerintah maupun masyarakat lokal. Karena selain untuk menjaga kenyamanan pengunjung juga sebagai tambahan penghasilan masyarakat sekitar.

Semoga next time bisa muncak lagi di tempat yang berbeda.


Perpusda Wonosobo II Kamis, 01 Oktober 2015 II 11:48 WIB

You Might Also Like

0 comments: