Membeli Tanah

8:58:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Gema takbir terdengar bertalu-talu. Sahut menyahut ketika satu selesai, suara lainnya menyambung dengan takbir yang sama. Terdengar begitu semangat yang menyiratkan suara kebahagiaan bagi yang melantunkan. Ya, suara kebahagiaan menyambut malam idul adha.

Kebahagian itu pula yang saya lihat dari wajah bapak ketika pulang dari desa Prigi, menandakan bahwa apa yang menjadi tujuannya terkabul. Pun dengan wajah ibu, menyadari bahwa bapak pulang dengan membawa kertas hijau yang berisi Surat Perjanjian Kesanggupan Penggarap Lahan (SKPPL) sebagai tanda telah sah memiliki tanah kontrak baru, ia pun tersenyum bahagia. Memperhatikan hal tersebut saya pun ikut tersenyum. Senang rasanya melihat orang yang sedari kecil menjadi tumpuan hidup tersenyum memburatkan kebahagiaan. Meskipun untuk mendapatkannya harus meminjam uang milik tetangga, Rehanto namanya. Namun ada kepuasaan tersendiri.

Pasalnya, tanah adalah aset yang sangat berharga. Apalagi kedua orang tua saya adalah seorang petani yang untuk mencukupi segala keperluan bertumpu kepada hasil tanah. Sehingga ketika bisa membeli tanah baru, harapan untuk bisa menghasilkan paneh lebih dari biasanya terbayang dalam angan pikiran. Selain itu, nilai jual sebuah tanah semakin maju pasti semakin bertambah mahal sehingga ketika kemarin bisa membeli dengan harga yang cukup sedang (Rp. 1.550.000,-) rasanya bagai mendapat keuntungan tersendiri.

Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah, Engkau telah membuat kedua orang tua saya bahagia. Semoga kesehatan dan kemudahan selalu engkau limpahkan kepada mereka berdua. Aamiin.


Rumah II Pringamba Sigaluh Banjarnegara II Jum’at, 25 Septemper 2015 00:13 WIB

You Might Also Like

0 comments: