Kritik dari Siswa

10:13:00 Mad Solihin 0 Comments

Butuh waktu untuk bisa menyelami sifat dan karakter peserta didik. Pertemuan satu atau dua kali adalah tahap penyesuaian yang tentunya menyisakan hal yang kurang mengenakan, apalagi karakter dan sifat yang saya miliki adalah tipikal pendiam dan jarang sekali humor. Wal hasil penangkapan peserta didik terhadap cara mengajarku banyak yang negatif. Itu saya tahu dari saran dan kritik yang diberikan oleh siswa-siswa ketika saya memintanya dalam salah satu kesempatan.

“Kurang keras” “Terlalu cepat” “Kurang tegas” “Terlalu sepaneng” “Gak ada humornya” dan berbagai kritik lainnya yang ketika saya membacanya membuat anggapan bahwa saya tidaklah cocok untuk menjadi guru semakin tebal. Ya, anggapan yang saya buat sendiri. Entah memang itu benar adanya ataupun hanya sebagai kambing hitam, menjadi tameng atas kemalasanku sendiri yang tidak mau berusaha agar bisa mengajar dengan baik. Entahlah. Mungkin hanya sekedar alasan karena memang saya tak berminat menjadi guru.

Saya tahu bahwa kritik itu bukanlah untuk menjadikan kita menjadi down namun sebagai salah satu pemicu untuk memperbaiki diri. Harapannya ke depan bisa lebih baik lagi. Seperti laiknya serangga yang berada di punggung, kita tidak akan tahu jika orang lain tidak memberitahu.

Dua hari ini saya merasakan jenuh yang luar biasa ketika akan masuk ke kelas. Rasa rendah diri karena anggapan saya tak bisa mengjar dengan baik membuat saya enggan untuk masuk ke kelas. Hanya saja jadwal ngajar yang memang sudah menjadi tanggung jawab memaksa saya untuk mau tidak mau harus masuk ke kelas, mengajar mereka. Namun, ada rasa haru dan senang ketika masuk mendapat tanggapan hangat dari siswa. Setidaknya anggapan yang kemarin di berikan oleh beberapa siswa sedikit ada perubahan. Dan untuk beberapa waktu saya menikmati sebagai hal yang membahagiakan.

Tak terasa PPL tinggal satu minggu lagi. Ah, ada rasa senang karena akan kembali kepada rutinitas tanpa batas. Setidaknya saya bisa bebas kemana saja saya mau pergi. Dan sabagiamana sebuah impian, itu akan tercapai manakala kita mau berusaha untuk mewujudkan. Maka anganku ketika sudah selesai nanti, saya akan mengajar mimpiku. Menjadi seorang jurnalis, bergelut sebagai seorang wartawan. Doa kan ya semoga bisa menjadi kenyataan. Karena menurutku, itu adalah passionku. Sesuai dengan sifat dan keinginaku.

Kalibeber Wonosobo, 5 September 2015 10:07 WIB

Saat menunggu waktu ngajar

You Might Also Like

0 comments: