Sensitif

9:13:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Seperti biasa di ruang kantor itu semua guru berkumpul sebelum akhirnya menyebar mencari kelas sesuai jadwal yang mereka terima. Maka ketika semua guru telah habis tinggallah sekelompok gerombolan yang masih setia dengan tempat duduknya. Hiasan canda tawa sesekali memekik keramaian. Mereka adalah para mahasiswa yang sedang belajar mengajar sebagai salah satu tuntutan program kampus. Sesuatu yang katanya menjenuhkan.

Ada pemandangan unik dari gerombolan tersebut, dari delapan mahasiswa, Riski adalah satu-satunya anak laki-laki yang berada di sana. Sehingga ketika awal pembagian kelompok, serta-merta ia di tunjuk sebagai ketua kelompok. Well, mau tidak mau ia pun akhirnya mengiyakan.

“Stttttt .... “, Riski memulai membuka pembicaraan. “Sebenarnya ada gak si uang konsumsi?” lanjutnya.

“Ada, pas kemarin penyerahan dari DPL juga memberikan amplop, katanya si sekitar 500 ribu. Ada kwitansinya juga dan di situ tertera uang konsumsi”, jawab Nisa menjelaskan.

“Tapi kenapa di sini gak ada ya?”, tanya Fatimah heran.

“Gini ...” Riski mencoba menjawab. “Kemarin ketika saya ketemu sama Bu Endang, dia bilang kita tak mungkin di spesialkan karena ruangan kita kan kumpul sama yang lain. Misal ada konsumsi buat kita, masa yang lain gak, kan gak enak”, lanjutnya.

Diam sejenak, mereka saling pandang mencoba memahami apa yang di sampaikan oleh Riski.

“Terkait uang ini kan biasanya sensitif, sudahlah kita gak usah terlalu memikirkan. Tetapi kita juga tidak boleh diam, hanya menerima tanpa tahu kemana uang itu pergi. Orang tua kita sudah jungkir balik mencari uang, betapa susahnya mereka. Bayangkan, jika iuran yang kita bayarkan gak jelas. Sakit kan? Untuk sementara waktu biarlah semua berjalan apa adanya dulu, di akhir katanya kan ada budaya makan-makan, nah uang itulah yang akan kita gunakan.” Lanjut Riski memberi pengarahan.

Semua mengangguk. Beberapa guru yang telah selasai mengajar kembali ke kantor. Beberapa dari kamipun bersiap-siap untuk mengjar yang kebetulan jadwalnya setelah istirahat pertama.


Kretek Wonosobo, 22 Agustus 2015 07:06 WIB

You Might Also Like

0 comments: