Manfaat

15:13:00 Mad Solihin 0 Comments

Dari kiri (Saya, KH. Mustamar Marzuki, Banser, Giono)
Bagi sebagian orang, bersalaman dengan kyai yang berceramah dalam suatu pengajian merupakan kebanggan tersendiri, apalagi kyai tersebut sudah terkenal dengan ke’alimannya. Seperti hari ini misal, saya merasakan sebuah kebanggaan bisa bersalaman dengan Bapak KH. Mustamar Marzuki, M.Ag. setelah beliau selesai mengisi tausyiah di hadapan ratusan jama’ah di halaman Masjid Abu Bakar Purwasari, Klampok, Banjarnegara. Pengajian ini merupakan salah satu bentuk pembentengan akidah Ahlussunah wal Jama’ah bagi warga NU sekaligus rangkain acara dalam rangka pelantikan MWC NU Klampok.

Selain bersalaman, saya juga berkesempatan foto bersama beliau. Ah, rasanya moment ini adalah moment istimewa yang semoga bisa membawa keberkahan bagi saya sendiri. Laiknya penjual minyak, semoga saya bisa mendapat keharuman kebaikan bisa dekat dengan beliau. 

Seusai Sholat Dhuhur
Ada aura tersendiri ketika melihat beliau di kerumuni oleh orang-orang di sekitarnya. Pasalnya, orang seperti beliau adalah orang yang di nanti kehadirannya dan di rindukan ketika pergi. Saya pun membayangkan, bagaimana dengan diri saya. Adakah efek yang timbul atas kehadiran saya. Jangan-jangan ada ataupun tidak, sama saja tak berpengaruh apapun. Sungguh tragis.

Hhmmm ... kalau boleh saya menyimpulkan, keberadaan kita akan di akui jika kita membawa kemanfaatan. Dan untuk bisa bermanfaat tentunya harus berbeda dengan orang lain yang salah satunya punya skiil ataupun ilmu lebih dari yang lain.

Banjarnegara, 23 Agustus 2015 14:54 WIB

You Might Also Like

0 comments: