Buku Membangun Kualitas Bangsa

08:39:00 Mad Solihin 0 Comments

Sumber: Dokumen Pribadi
Budaya baca di Indonesia masih sangatlah lemah. Fakta ini saya dapatkan dari membaca buku yang berjudul “Buku Membangun Kualitas Bangsa” yang dalam buku tersebut terdapat tulisan dari beberapa penulis, di antaranya adalah Franz Magnis-Suseno, Jaya Suprana, Rozali Usman, Alfons Taryadi, Daniel Dhakidae, Magdalena Sukartono, Agam Suchad, Bakdi Soemanto, Dwianto Setyawan, Wisnhubroto Widarso dan Mastini Hardjoprakoso.

Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Kanisius ini meskipun bisa di bilang jadul karena terbit pada tahun 1997, tetapi isinya bisa mewakili kondisi saat ini. Tentang lemahnya budaya baca yang bisa di buktikan dengan sedikitnya buku yang diterbitkan dalam kurun waktu satu tahun.

Baiklah tulisan ini tidak akan mengulas secara rinci isi dari buku yang saya baca karena memang saya tak terlalu telaten mencatat poin-poin inti dalam buku tersebut. Namun yang jelas buku tersebut berisi tentang keprihatinan melihat budaya masyarakat Indonesia yang sanga lemah sekaligus sedikitnya buku yang dicetak dalam waktu satu tahun.

Ada beberapa hal yang saya dapat dari membaca buku tersebut. Di antaranya adalah tentang cara belajar mengajar yang menurut istilah Paulo Freire, disebut proses “sistem bank”, yaitu proses mengajar murid denga memperlakukannya seolah-olah sebagai bank yang secara pasif menerima apa saja yang dimasukan orang kedalamnya. Bukankah seperti itu kenyataannya ..?

Selain itu dalam buku tersebut juga terdapat tulisan yang menyinggung tentang pemeo yang diyakini kebenarannya dalam perguruan tinggi. Pameo tersebut adalah “All scienstists are the same, untul one of them writes a book” (Semua ilmuwan adalah sama, sampai satu diantara mereka menulis buku”. Pameo ini mengindikasikan tentang pentingnya sebuah buku yang mana untuk menulis sebuah buku yang tidak boleh tidak adalah “membaca”.

“If you don’t read, you don’t write” (Kalau engkau tidak (punya kebiasaan) membaca, engkau tidak bisa menulis). {Pater Bolsuis, SJ}

“One learn to write by reading good books, as one learns to talk by hearing good talkers”. (Seseorang belajar menulis dengan membaca buku-buku yang baik, seperti halnya dia belajar bicara dengan mendengarkan pembicara yang baik). {Frank Laurence Lucas}

Wonosobo, 21 Agustus 2015 08:31 WIB

You Might Also Like

0 comments: