Perjalanan ke Jombang

11:20:00 Mad Solihin 0 Comments

Kamis sore (30 Juli 2015) sebagaimana intruksi dari Pak Khozin, saya dan beberapa teman ipnu yang ingin ikut pergi ke Jombang menghadiri Muktamar NU yang ke 33 di suruh stanbay di pcnu pukul 13.00 WIB dengan rencana berangkat pukul 14.00 WIB. Di antara teman ipnu yang ikut adalah Lulu Faizal, Muhammad Hidayatullah dan Mizanto.

Entah kenapa Indonesia identik dengan jam karet. Apakah karena memang budaya ataukah memang manusianya yang gak bisa tepat waktu. Rencana berangkat pukul 14.00 WIB pun molor dan baru berangkat sekitar pukul 15.00 WIB. Saya dan dayat ikut mobilnya Pak H. Sohirun sedangkan Mas Mizan dan Lulu ikut mobilnya Pak Khozin. Mobil yang kami tumpangi melaju lebih dulu untuk menghampiri Pak Awaludin telah yang menunggu di UNSIQ. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di POM Bensin Kledung untuk sholat asar dan menunggu mobilnya Pak Khozin.

Perjalanan yang menyenangkan. Perjalanan yang jika boleh saya menyimpulkan ini adalah berkah saya berkecimpung di ipnu. Ya, saya bisa ikut menumpang mobil pengurus pcnu jika tidak di ipnu rasaya tidak mungkin. Ada suka ada duka. Jika beberapa kali saya merasakan mumet yang luar biasa ketika bergerak kesana kemari sendiri atau ketika mengundang pengurus tidak ada yang datang, maka perjalanan ke Jombang ini adalah bagian rasa suka yang saya dapat berkah ipnu.

Setelah kami istirhat sejenak di Pom Bensin Kledung dan semua telah berkumpul, kami melanjutkan perjalanan dan istirahat lagi di rumah makan Madu Rasa Temanggung. Rumah makan yang disana terdapat mobil Ferrary Hitam yang dulu dipakai oleh Presiden Soekarnoe. Terpajang dalam ruangan berkaca yang dijaga super ketat. Ah, mobil bekas saja masih di simpan rapi ya. Tentunya itu tidak lepas dari si empu pemilik mobil tersebut. Jika sang pemilik mobil hanyalah orang biasa, tak mungkin akan menarik dan tak mungkin pula di simpan kemudian dipajang di ruangan berkaca.

Bagaimana dengan kita ..? Apa yang akan dikenang dari kita ketika sudah meninggal nanti ..? Atau jangan-jangan tetangga kita saja tidak tahu siapa kita ..?

Selesai makan, kami segera melakukan sholat magrib dan isya dengan jama’ qosor. Tentang jama’ qosor mungkin mudah tetapi bagi yang tidak pernah punya pengalaman langsung agak kebingunagn untuk melakukannya. Sehingga pengetahuan tentang jama’ qosor sangatlah diperlukan bagi mereka yang sering berpergian jauh. Sudahkah kalian sholat jama’qosor?

Tak menunggu lama, selesai sholat kami segera melanjutkan perjalanan. Melewati jalur Temanggung-Tegalrejo Magelang-Kopeng-Salatiga-dst. Perjalanan yang cukup melelahkan. Kami baru sampai di base camp pcnu yang tepatnya di Jln Soekarnoe-Hatta no 12 (Keplaksari, Peterongan) Jombang pada pukul 04.00 WIB.

“Alhamdulillah sampai juga di tanah kelahiran para Ulama Khos yang namanya selalu terkenang di masyarakat”, hati saya membatin.


Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, 1 Agustus 2015 06:31 WIB

You Might Also Like

0 comments: