(Ber) Akhir

00:55:00 Mad Solihin 0 Comments

“Gmn si ya kak,aku nganggep jnengan ka”k aja... 10/07/2015 23:09:59”

Beberapa waktu lalu sejak pesan pendek terakhir itu kau kirim sebelum berangkat liburan dan berkumpul bersama keluarga, aku masih ragu dan bertanya-tanya. Benarkah semua itu? Hingga pesan pendek pun saya kirim untuk memastikannya.

Masih sama dan malah lebih terang. Jawaban yang kau kirim benar-benar membuat saya harus mengubur harapan yang selama ini terjaga. Harapan yang meskipun pada akhirnya hanyalah fatamorgana, cukuplah menjadikan diri saya mempunyai semangat. Kini, ketika saya tahu bahwa itu hanyalah fatamorgana, saya tak pernah menyesalinya. Saya malah banyak belajar. Belajar apa itu arti menerima. Belajar apa itu arti setia. Dan belajar tentang betapa pentingnya sebuah kejelasan hubungan.

Dulu ketika masih MTs, sayapun pernah merasakan tentang harapan yang pada akhirnya hanyalah fatamorgana, sama seperti yang sekarang saya alami. Hanya saja dulu memang saya tak pernah mengungkapankan apa yang saya rasa.

Ada banyak hal yang berubah darimu dan itu mutlak hakmu. Saya, tak punya kuasa apapun atas dirimu. Andaikan karena engkau telah bertemu dengan seseorang, itupun juga hak mu. Saya, lagi-lagi tak punya kuasa atas dirimu. Karena saya memang bukan siapa-siapa bagimu. Dan pesan pendek terakhir yang kau kirim cukuplah membuat saya untuk mengubur harapan yang selama ini saya jaga.

Kini saatnya membuka harapan baru. Cukuplah masa lalu menjadikan saya untuk memahami resiko apa yang akan saya terima. Ketika dulu saya bermain api tanpa memikirkan akibat panas yang akan saya terima, maka saat ini saya sudah cukup kuat untuk menerima resikonya. Hangat ataupun Panas.


Pringamba, 14 Juli 2015 00:48 WIB

You Might Also Like

0 comments: