Sepertiga Malam

03:54:00 Mad Solihin 0 Comments

Lama dan mungkin lama sekali aku membiarkan malam-malamku lewat begitu saja. Entah kapan terakhir aku menyempatkan diri untuk tahajud, qiyamul lail, kebiasaan nabi, kebiasaan para sahabat, kebiasaan para tabi’in, dan kebiasaan para ulama salafus sholihin. Bermunajat, memohon ampunan dan memohon untuk apa yang kita inginkan. Karena memang Allah menyuruh hamba-Nya untuk meminta, berdo’a kepada-Nya.
Malam ini, di sepertiga malam aku terbangun. Berbeda dengan malam-malam sebelumnya, aku membiarkan hingga langit cerah baru aku mau bangun. Kali ini, aku sempatkan untuk memaksakan diri, selain karena belum sholat isya, aku cukup merindukan hal ini. Berdo’a, mengadu dan mengeluh tentang kehidupan. Tentang sulitnya berbagai permasalahan yang aku hadapi atau harapan kepada orang-orang yang aku sayangi.
Dan di sela-sela aku berdo’a, ku menemukan satu nilai baru bahwa “Segala sesuatu itu datang dari Allah” maka sepatutnya kita kembalikan kepada-Nya. Tentang penyakit, bukankah itu Allah yang berkehendak. Maka tidak lain, hanya mengembalikan kepada-Nyalah serta memohon kesembuhan yang harus kita lakukan. Tentang masalah, bukankah segela sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Maka permasalahanpun kita kembalikan kepada-Nya seraya memohon kekuatan untuk tegar dalam menghadapinya. Bukan meminta untuk diringankan tetapi meminta tambahan kekuatan.
Bukankah Tuhan tidak akan membebani hamba-Nya diluar batas kemampuannya? Tidak. Tuhan tahu kapasitas dan kemampuan kita. Hanya saja kita yang belum mengerti dan memahami kekuatan yang ada dalam diri kita. So, jalani saja.

Banjarnegara, 16 Juni 2015

You Might Also Like

0 comments: