Menembus (Angin) Malam

2:30:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Harus selalu ada dan siap di depan, di tengah dan di belakang. Itulah konsep sederhana seorang pemimpin menurut Ki Hajar Dewantara. Begitulah seorang pemimpin, harus siap segalanya. Kalau kata Pak Pendi “maju awak ya maju sak”.

Malam ini bersama dengan Muh. Hidayatullah, saya berkunjung ke rumah Bapak KH. Mujtahidi Toblawi selaku Rois Syuriah sebagaimana pesan dari Gus Zahid beberapa waktu lalu ketika saya sowan. Tujuan kami adalah meminta saran perihal keuangan yang tembok ketika acara Diklatama CBP KPP II di Pagedongan karena peserta tidak maksimal sehingga kaospun masih sisa. Akibatnya, anggaran yang kami prediksi cukup dengan memanfaatkan registrasi dari peserta meleset. Walhasil harus sambat ke sana kemari mencari suntikan dana guna melunasi ke penjahit karena selalu di tagih untuk segera melunasinya.

Beruntung karena ada donatur yang mau membantu. Salah satunya adalah Pak Taufiq DPR RI yang membantu satu juta lagi (sebelumnya juga sudah membantu satu juta). Terima kasih pak, semoga kebaikan bapak mendapat balasan yang lebih baik lagi dan selalu dimudahkan dalan segala urusan. Aamiin.

Sisa kekurangan yang masih dua juta saya pinjamkan ke BMT NU Sejahtera dengan menggadaikan BPKB Motor Supra milik ayah saya. Pun tidak penuh, karena harus di potong biaya administrasi sebesar Rp. 82.000,00 sehingga total saya menerima uang adalah Rp. 1.918.000,00. Saya ambil pinjaman jenis musiman dengan tenggang waktu 3 bulan dengan biaya bagi hasil per bulan adalah Rp. 50.000,00. Maka ketika saya mengembalikan, total uang yang harus saya bayarkan adalah Rp. 2.150.000,00. Setidaknya dari sini saya menjadi tahu dan dapat pengalaman bagiamana cara meminjam uang di BMT (Semacam Koperasi Simpan Pinjam).

Dua juta, mungkin masih tergolong sedikit karena beberapa teman tetangga kabupaten juga mengalami hal yang sama dan bahkan lebih besar nilai nominalnya. Kejadian seperti ini adalah hal yang wajar ketika menyelenggarakan acara. Dan ini merupakan nilai plus dalam berorganisai, karena dari kejadian seperti inilah sejatinya kita belajar. Yang dari situ akhirnya kita terbiasa dan menjadi bekal ketika kita terjun ke masyarakat nantinya.

Dingin. Malas. Itulah yang saya rasakan sebelum berangakat ke Purwonegara. Lebih baik bersantai-santai, bermain internet dan menikmati rokok sambil bercanda mungkin menjadi pilihan daripada harus berlelah-lelah ke Purwonegara. Namun, sebagaimana tugas seorang pemimpin harus siap apapun yang terjadi. Maka sayapun menepis rasa malas tersebut dan segera berangkat.

Sampai di sana sekitar pukul 9 kurang. Saat kami mencoba mengetuk pintu. Tak ada jawaban. Ketika saya melihat Pak Kyai, beliau mau mengajar santrinya yang sedari tadi telah menunggu. Akhirnya, kami pun menunggu di halaman. Baru ketika mengaji selesai dan waktu menunjukan pukul 10 malam, kami langsung menuju ke rumah beliau dan mengetuk pintu.

Saya utarakan maksud kedatangan kami yang intinya mau minta izin untuk meminta kepada PCNU agar membantu melunasi hutang yang ditanggung IPNU.

“Ya kalau masih ada ya tidak apa-apa. Tetapi tidak tahu full atau tidak, karena dananya sudah digunakan untuk membantu Pelantikan Ansor Fatayat kemarin, membantu kegiatan LP Ma’arif di Kebumen dan melunasi perbaikan gedung PCNU”, katanya setelah menjelaskan bahwa dana APBD sudah turun sebesar 50 juta dan di potong pajak 10 %, sehingga tersisa 45 juta.

Alhamdulillah, setidaknya sudah ada sinyal yang membolehkan sehingga hati cukup lega. Tinggal sowan ke ketua PCNU nya. Tak hanya itu, beliaupun memperbolehkan ketika saya meminta izin menggunakan mobil PCNU untuk kegiatan ke Banyumas tanggal 28 Juni mendatang, asalkan setelah memakai juga bertanggung jawab.

Setelah apa yang saya sampaiakan terasa cukup, kamipun segera pamit. Ada rasa semangat dan kelegaan manakala meninggalkan rumah beliau. Yang saya kira, itu adalah energi yang dipancarkan oleh sikap beliau menerima kami dan menanggapinya dengan psositif. Dengan sifat ramah tamahnya. So, perlakukanlah orang lain dengan sifat ramah tamah ketika engkau berinteraksi dengannya.


Banjarnegara, 21 Juni 2015. 02:24 WIB

You Might Also Like

0 comments: