Kuliah Skolastik

8:17:00 PM Mad Solihin 0 Comments

Dua hari ini saya habiskan malam dengan bergadang sampai pagi. Tidak tidur hingga menjelang matahari terbit. Baru ketika matahari benar-benar menampakan sinarnya, saya pun memilih untuk mengabaikan dengan tidur karena efek bergadang membuat rasa kantuk tak bisa tertahan.

Selama bergadang saya banyak menghabiskan waktu dengan mencoba merangkai kata, berlatih menulis pengalaman dan hikmah yang saya dapat di waktu siangnya. Serambi menulis, sayapun banyak membaca tulisan dari blog teman, salah satunya adalah milik Imam Rahmanto (Cappocino Time_imamrahmanto.com). Tulisan-tulisannya yang banyak mengulas kisahnya membuat saya terinspirasi untuk menuliskan pengalaman yang saya alami. Terima kasih mas Imam, tulisan  anda sangat bermanfaat bagi saya. Begitupun dengan blog milik teman-temannya yang ia namai dengan “Tetangga”. Di situ banyak link blog yang ia namai dengan “Tempat Saya Biasa Berjalan-Jalan”. Sayapun tertarik untuk mengunjunginya. Dan sama dengan blog milik Mas Imam, kebanyakan Blog tersebut berkisah tentang kehidupan sehari-harinya yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Efek bergadang membuat saya benar-benar tidur pulas di pagi harinya. Hingga ketika terbangun di waktu dhuhur saya kaget dengan status bbm beberap teman sekelas yang katanya “ada kuliah”. Maka sayapun langsung mengontak Iluk, meminta kejelasan statusnya. Benarkah sekarang ada kuliah? Kok gak ada kabar atau sms yang memberi tahu bahwa hari ini ada kuliah. Selang beberapa waktu, Tohirin komting kelas menelfon, katanya benar bahwa sekarang ada kuliah Makul Skolastik dengan dosen Bapak Mustangin. “Sudah saya sms semua, berarti ada 3 anak yang sms nya tidak masuk” katanya.

Pukul 12.30 WIB. Begitulah status bbm milik Izah. Wah, kalau berangkat tidak mungkin karena saya terbangun juga sudah pukul 12 lebih. Maka sayapun meminta Tohirin untuk mengizinkannya sewaktu ia telfon.

Hp ku bergetar, ada sms dari iluk. “Mat mlbue jam 2 malh ke raana kels si”, tulisnya. Masih cukup. Maka sayapun langsung bergegas mandi dan sholat dhuhur setelah itu cus berangkat kuliah. Alhamdulilllah, sampai di kelas tidak ketinggalan materinya.

Sebenarnya ada rasa dongkol juga si dengan dosen yang seperti ini. Pasalnya, jadwal yang seharusnya sudah selesai malah harus masuk. Tapi, bagaimanapun juga kita tidak bisa menghukumi seseorang dengan sudut pandang kita sendiri. Ketidak hadiran beliau di beberapa waktu lalu pasti punya alasan tersendiri, mungkin lebih penting dan tidak bisa di tinggal.

Materi hari ini yang beliau sampaikan adalah tentang Tes Efektifitas Diri. Ada beberapa pertanyaan berupa pernyataan dengan pilihan jawaban Sangat Setuju dan Sangat Tidak Setuju. Dan tentunya karena tes, yang harus kita lakukan adalah menggunakan pikiran bukan perasaan. Bukan sesuai dengan kebiasaan sehari-hari, namun menggunakan logika. Begitulah tes. Karena dari situ kepribadian kita dinilai dan itu menentukan diterima atau tidaknya kita pada instasi yang kita lamar. 
Hasil Tes Efektifits Diri dengan Kategori Efektif (Cekatan, Tangkas melaksankan Tugas)  :D

Setelah kuliah, saya menyempatkan untuk pergi ke perpusda. Tujuannya adalah untuk mengembalikan buku dan sekaligus meminjam buku. Ya, kini aku lebih suka bergulat dengan buku. Lebih sering membaca dan membaca. Selain menambah pengetahuan jaga menambah perbendaharaan kosa kata dan ini sangatlah penting bagi siapapun yang mempunyai keinginan menjadi seorang penulis. Tanpa perbendaharaan kosa kata yang bagus, tulisan kita akan terasa kering dan mungkin kurang enak dibaca. So, sering-seringlah membaca.


Banjarnegara, 22 Juli 2015

You Might Also Like

0 comments: