Kuliah Pagi

07:02:00 Mad Solihin 0 Comments

Adakah sesuatu yang kalian benci? Sesuatu yang menjengkelkan dan menyebalkan?

Kuliah pagi. Ya, kuliah pagi. Saya paling benci dengan kuliah pagi. Kenapa? Karena malas berangkat pagi. What ? Malas ? Ah, malas kok jadi alasan.

Mungkin berbeda ketika aku tinggal di dekat kampus, kuliah jam 6 pagi pun bisa diatasi. Tetapi tempat tinggal yang lumayan jauh itulah yang membuat saya malas. Pertama, jarak tempat tinggal atau tempat dimana aku tinggal lumayan jauh sehingga aku harus mengebut ketika mengendarai sepeda motor. Asyik si sebenarnya, karena saya suka dengan kecepatan. Ibarat kata, kecepatan adalah diriku. Teman-teman juga banyak yang sering bilang bahwa saya mengendari motor seperti setan .. Haha

Tetapi tahukah kalian, bahwa di balik keasyikan itu aku juga terkadang berpikir tentang efek samping yang ditimbulkan. Kata mereka yang sudah tua dan dulunya mantan pengendara sepeda motor, angin motor sangat berefek pada kekebalan tubuh. Gampang masuk angin ketika perjalanan jauh. Tapi, semoga saja saya selalu di beri kesehatan oleh Allah. Aaamiin. Tentunya disetai ikhtiyar dong, dengan berjaket misalnya.

Kedua, saya adalah orang yang suka mengerjakan sesuatu hal yang sepele di pagi hari sehingga untuk berangkat gasik agak sulit. Walau sebenarnya bisa. Jadwal kuliah 7.30 pagi, saya biasanya berangkat pukul 7 bahkan terkadang lebih 15 menit. So, what ..? Padahal, meski saya sudah kebut biasanya membutuhkan waktu 40 menit. Dan bisa di tebak kan, pasti terlambat.

Kemarin, adalah makul kapita selekta pendidikan dengan dosen Bapak Ahmad Zuhdi. Jadwalnya adalah pukul 7.30 pagi. Pun demikian, meskipun sudah berkali-kali terlambat ketika berangkat lebih dari jam 7, saya tetap berangkat jam 7 bahkan ketika di pom bensin Kalibenda, ketika saya melihat jam dinding waktu telah menunjukan jam 7.15 menit. Ah, harus kebut ini.

Entah kenapa, meskipun sudah tahu dan berkali-kali mengalami pengalaman serupa, masih tetap saja dilakukan. Ibarat peribahasa, mugkin seperi keledai yang terjebak pada lubang yang sama. Oh, tidak. Mana mungkin manusia jenius dengan kapasitas otak yang begitu dasyat disamakan dengan keadai.

Sebenarnya apa yang kita lakukan hanyalah masalah taktis saja. Masalah bagaimana kita mengaturnya. Seperti kisah saya diatas. Sudah tahu bahwa masuk jam 7.30 dan ketika berangkat jam 7 lebih pasti terlambat, harusnya berangkat lebih awal semisal jam 7 kurang 15 menit.

Namun sayang, kesadaran akan hal itu di negara Indonesia sering terabaikan. Termasuk saya. Bisa terbukti ketika ada event-event atau acara-acara, pasti jamnya molor. Undangannya jam 8 mulainya jam 10. Undangannya jam 10 berangkatnya jam 10. Wal hasil, molor menjadi sebuah tradisi yang mengakar dan bahkan menjadi mindset yang berkembang subur di masyarakat dengan dalih, paling mulainya jam ..... Prediksi yang didukung dengan tindakan mengulur-ngulur waktu.


Banjarnegara, 17 Juni 2015

You Might Also Like

0 comments: