Gajah Mada Biografi Politik

00:12:00 Mad Solihin 0 Comments

Sampul Buku (Foto: Mad Solihin)
Hari ini saya menyelesaikan satu bacaan buku lagi. Buku tersebut berjudul Gajah Mada Biografi Politik karya Agus Aris Munandar. Buku ini kalau menurut saya buku ilmiah dan cukup berat, tidak seperti layaknya sejarah yang di buat novel sehingga terkesan ringan. Dan memang untuk membacanya butuh keseriusan jika ingin benar-benar paham isinya.
Gadah Maja. Nama itu sangat populer dan semua orang Indonesia pasti akan tahu atau setidaknya pernah dengar nama itu. Bahkan nama itu diabadikan menjadi salah satu nama kampus besar di Indonesia, yaitu UGM (Universitas Gadah Mada). Dan ketika nama itu disebut maka ada dua yang hal yang pasti akan terngiang dalam pikiran, Sumpah Palapa dan Majapahit. Ya, Gadah Mada adalah patih Majapahit yang dalam masanya kerajaan tersebut mengalami masa kejayaan dengan rajanya Hayam Wuruk. Namun, siapa sebenarnya Gadah Mada ini? Kapan ia lahir atau bagaimana masa kecilnya dan bagaiamana carita akhir hayatnya? Yang kebanyakan orang akan terputus pada cerita ketika ia menggagalkan pernikahan rajanya Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka, Putri Sunda yang terkenal dengan Perang Bubat. Sehingga ia pun merasa bersalah dan akhirnya ia meninggal. Tapi bagaimana proses meninggalnya, tidak ada yang tahu seperti apa persisnya. Dan tentang gagalnya pernikahan Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka gara-gara ambisi Gajah Mada untuk menaklukan semua kerajaan yang waktu itu Kerajaan Sunda adalah negara yang masih merdeka, sehingga ia mempunyai gagasan agar Raja Sunda menyerahkan putrinya namun ditolak. Sehingga pecahlah perang Bubat?? Benarkah itu?
Agus Aris Munandar dalam bukunya menjelaskan beberapa hal terkait seluk beluk Gajah Mada termasuk membuat penafsiran baru mengenai ending akhir dari Gajah Mada. Karena tentunya menulis sejarah bukanlah hal yang mudah dan tentunya tidak mungkin bisa sempurna. Bahkan tidak benar, hanya mendekati benar.
Terkait dengan kelahirannya, Agus Aris Munandar menyebutkan beberapa hal kemungkinan lahirnya Gajah Mada. Yang pertama dengan mengutip pendapat dari Muhammad Yamin, bahwa Gajah Mada itu dilahirkan di Bali. Ini didukung oleh naskah Usana Jawa yang di gubah di Bali. Dalam kitab ini dijelaskan bahwa Gajah Mada lahir dengan cara memancar dari buah kelapa.
Menurut Kitab yang sama pula Gajah Mada lahir dengan cara “memancar” dari buah kelapa sebagai penjelmaan Sang Hyang Narayana (Visnu). (Agus Aris Munandar : 2010 : 1).
Uraian berbeda juga Agus paparkan dengan berpedoman dengan Babad Arung Bondan terkait jati diri Gajah Mada. Dinyatakan dalam nakah tersebut bahwa Gajah Mada adalah anak dari seorang Patih Majapahit bernama Lugender. (Agus : 2010: 6).
Mengacu pada Pararaton, Agus juga menawarkan kemungkinan lain bahwa Gajah Mada adalah putra dari Gajah Pagon. Seorang pengiring Raden Wijaya yang terluka karena perang melawan pengikut Jayakatwang. (Agus : 2010: 10-11).
Agak sulit sebenarnya untuk membeberkan isinya apalagi secara lengkap dan runtut. Sehingga bagi yang ingin lebih tahu isinya bisa membacanya sendiri. Dan pemahaman saya di ending buku ini, kita dibawa pada penafsiran baru bahwa perang bubat yang terkenal itu bukanlah kesalahan dari Gajah Mada, melainkan karena keinginan dari orang tua Hayam Wuruk (Krtawardhana dan tribhuwanottunggaadewi) yang menjodohkannya dengan sepupunya, Indudewi, anak paman dan bibinya (Wijayarajas dan Rajadewi Maharajas). (Agus : 2010: 145-150)

Banjarnegara, 4 Juni 2015

You Might Also Like

0 comments: