Dokumen Lama

14:06:00 Mad Solihin 0 Comments

Adakah kalian ingat peristiwa-peristiwa yang terjadi di tahun lalu, satu, dua, tiga atau enam tahun yang lalu? Apa yang kalian ingat? Detail hari perhari, atau hanya satu dua saja peristiwa yang penting?

Saya sendiri punya banyak kenangan di masa lalu. Kenangan tersebut merupakan peristiwa yang penting waktu itu, namun sayapun sudah tak mengingatnya. Hingga ketika saya buka buku-buku yang tertata di kardus, saya temukan buku yang berisi tulisan-tulisan masa lalu (semacam diary). Baik itu tulisan sepele maupun tulisan ketika saya sedang sakit hati gara-gara masalah cewek. Maklum, dulu masih labil dan belum pengalaman . Hehe

Tulisan-tulisan itulah yang membuat saya kembali ke masa lalu. Mengingat dan meraba-raba detail peristiwa masa lalu. Dan tentunya, hanya ingatan peristiwa sajalah yang tergambar. Tentang detail keadaan bagaimana keadaan saya dulu, paling hanya sedikit yang bisa tergambar. Dan karena itu masa lalu, maka tidaklah utuh.

Kekuatan Tulisan

Pernahkah kalian melihat Nabi Muhammad SAW? Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib? Pernahkan kalian melihat Aristoteles, Plato, Archimedes, Ibnu Sina, Al-Farabi dan berbagai tokoh dunia lainnya?

Tentu jawabannya tidak. Bagaimana mungkin bisa melihat, mereka hidup pada zaman dahulu. Terus bagaiaman kita tahu mereka. Tanggal lahir, kota kelahiran, kepribadian mereka, dan berbagai hal tentang mereka?

Tulisan. Ya, tulisanlah yang membuat mereka di kenang. Tulisanlah yang membuat nama mereka abadi. Dan karena tulisanlah, nama mereka akan diketahui oleh genarasi ke genarasi.

Begitulah kedasyatan tulisan. Sehingga menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Beberapa contoh yang saya tuliskan di atas adalah orang yang memang mempunyai jasa besar dan seorang pemikir yang besar. Sehingga pantas jika nama mereka diabadikan dan banyak orang yang mau menuliskannya. Namun, adakah yang akan menuliskan tentang diri kita? Jika diri kita tidak punya prestasi yang membanggakan? Soekarno, Hatta, Tan Malaka, Pangeran Diponegoro, KH. Hasyim Asy’ari, H. Muh. Dahlan dan sederat tokoh Indonesia yang sekarang namanya dikenang adalah tokoh yang mempunyai prestasi membanggakan. Dan prestasi itu bukan untuk kepentingan diri sendiri, namun kepentingan yang mereka perjuangkan adalah untuk kepentingan orang banyak.

Dokumen Lama

Beberapa gambaran tulisan di atas adalah sebuah alasan kenapa saya membuat page/kategori tulisan tentang dokumen lama. Saya bukanlah raja, kaum bangsawan ataupun pejuang seperti tokoh-tokoh yang saya sebut di atas. Saya hanyalah orang biasa, dan karena itulah saya menulis. Sebagaimana kata Imam Ghozali “Jika engkau bukanlah seorang raja atau bangsawan, maka menulislah”.

Setidaknya jika tulisan ini tidak bermanfaat bagi orang lain, maka akan bermanfaat untuk diriku sendiri. Sebagai pengingat masa lalu, tentang sebuah pengalaman. Dan bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik.

Sebagaimana namanya, page ini berisi tulisan masa lalu saya. Masa dimana saya belum mempunyai netbook. Masa dimana saya belum akrab dengan internet khususnya blogging. Dan masa dimana saya tak pernah berpikir bahwa tulisan tersebut mempunyai makna tersendiri, beberapa tahun kemudian. Masa dimana dulu saya masih duduk di MTs dan MA. Dan saya temukan makna itu ketika saya sudah duduk di bangku kuliah.

Dan karena dokumen lama, maka sayapun akan menuliskannya sesuai tanggal dimana waktu itu saya menuliskannya.


Pringamba (Sigaluh, Banjarnegara), 19 Juni 2015 10:26 WIB

You Might Also Like

0 comments: