Awal Juni yang Menyenangkan

09:23:00 Mad Solihin 0 Comments

Pagi hari setelah sholat subuh saya menyempatkan untuk menuliskan apa yang telah saya baca dari novel Sunset Bersama Rosie. Semacam mengulas kembali atau membahasakan pemahaman atas pembacaan novel dengan tulisan. Dan tentunya karena masih dalam tahap belajar, kebelumsempurnaan masih begitu terasa. Seperti bahasa tulisan yang mungkin belum seenak bacaan para senior yang telah lama bergelut dengan dunia tulis menulis.
Satu tulisan selesai dan saya segera mempostingnya dalam blog. Setelah itu prepare untuk berangkat ke Wonosobo dengan agenda mengeprint surat HMP (Undangan Sosialisai Lomba Micro Teaching untuk Komting), rapat BEM FITK (Membahas Agenda Musma), dan kuliah.
Kuliah hari ini hanya satu, yaitu Metodologi Penelitian karena dua yang lainnya kosong. Dan seperti biasa kegembiraan muncul manakala Tohirin, selaku komting mengatakan bahwa Makul Skolastik kosong. Ah, ternyata bukan hanya anak SD saja yang gembira manakala pembelajaran di kelas kosong. Mahasiswa yang nota benenya seharusnya menjadi pembelajar sejati juga merasakan hal yang sama.
Setelah itu saya membantu menyelesaikan penjilidan proposal Lomba Micro Teaching. Mungkin saya bisa saja saya langsung kabur dan membiarkan Sisri yang mengurus. Namun, hati kecilku mengatakan bahwa itu adalah sikap pecundang. Bagaimana mungkin kepercayaan yang telah dibebankan sebagai seorang sekretaris kemudian ada hal yang seharusnya di kerjakan oleh sekretaris, kok malah saya cuek dan membiarkan orang lain mengerjakannya. Wah, benar-benar tidak tanggung jawab kalau seperti itu. Sehingga sayapun ikut menyelesaikan penjilidan proposal karena Sisri terlihat masih bingung.
Selesai menjilid proposal saya tidak langsung pulang namun pergi ke Perpusda Wonosobo. Agendanya adalah untuk mengembalikan buku Novel Sunset Bersama Rosie dan meminjam kembali buku yang lain. Dan seperti biasa karena buku yang begitu banyak dan tidak punya tujuan yang pasti buku apa yang akan saya baca, maka sayapun harus berlama-lama mencari buku yang kira-kira menarik. Dan sayapun menemukan buku yang berisi tulisan-tulisan Seno Gumira. Buku yang berisi cerpen yang pernah diterbitkan dalam surat kabar. 
Sumber : Google
Tidak cukup hanya melihat satu buku, sayapun berjalan-jalan lagi. Melihat dan mengamati buku-buku yang dipajang berjejer di rak. Dan benar, sayapun tertarik dengan buku The LIFE COACH Pelatihan Hidup. Setelah saya membaca sekilas isinya, sayapun tertarik untuk meminjamnya. Namun karena saya hanya dibatasi dengan satu buku, akhirnya saya memutuskan untuk membaca buku Cerpern Seno Gumira di perpusda. Ada tiga tulisan cerpen yang saya baca sore tadi yang tergolong dalam Trilogi Petros. Keroncong, Deting Air Hudan dan Grhhhh. Tiga tulisan tersebut adalah bentuk kritikan atas peristiwa pembantaian pada masa pemerintahan zaman Orba. Karena segala bentuk tulisan diawasi, maka salah satu cara untuk menyampaikannya adalah dalam bentuk sastra.
Dari bacaan itulah saya baru memahami arti sastra dalam fungsinya sebagai kritik sosial.
Jam 2 lebih saya mencukupkan diri untuk berlama-lama di perpusda. Tujuan saya adalah menjemput Ali Muntaqo di rumah Mas Triono. Saat saya memutuskan untuk pulang, langit masih gerimis dan berubah menjadi lebat ketika saya sudah di jalan. Sungguh melelahkan.
Sampai di rumah mas Triono, ternyata disana sedang persiapan untuk memperingati 1000 hari meninggalnya bapaknya. Semoga di ampuni dan diterima segala amal baiknya, maaf tidak bisa ikut mendo’akan langsung. Terima kasih atas segala kebaikannya dan maaf sudah terlalu banyak merepotkan. Semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang berlipat.
Setengan 5 kami sampai pcnu. Dan setelah sholat asar kami (saya dan Ali) mengepel lantai 3. Ya, agar terlihat bersih dan bisa digunakan dalam acara-acara. Semoga bisa bermanfaat.

Banjarnegara, 1 Juni 2015

You Might Also Like

0 comments: