Selama ada Kesempatan, Kenapa Tidak ?

01:16:00 Mad Solihin 0 Comments

Try Out Soal untuk SBMPTN
Rabu kemarin, 27 Mei 2015 saya mengantarkan adik kelasku, Ali Muntaqo untuk ikut latihan soal-soal guna mengikuti SBMPTN. Tepatnya di Karanganyar, Sukoharjo di rumah Mas Triono Ketua IPNU Wonosobo. Alasannya satu, sebagai salah satu bentuk kepedulian apalagi ia tergolong anak yang cerdas dan telaten serta mungkin mempunyai nilai lebih dari yang lainnya.
Selain motif itu, saya juga berharap jika ia bisa lolos setidaknya tahun depan sudah punya orang yang berpengalaman yang bisa memberikan motivasi serta pengarahan bagaimana cara masuk SBMPTN kepada teman-teman yang lain. Semoga.
Sebenarnya sudah sangat mepet waktunya karena jadwal untuk daftar katanya tanggal 29 Mei bulan ini paling lambat. Belum lagi latihan soal yang teman-teman lainnya sudah hampir satu bulan, ia baru mulai. Tetapi itu bukanlah masalah, selama masih ada kesempatan kenapa tidak? Toh juga tugas manusia hanyalah berikhtiyar (berusaha), masalah hasil semata karena kuasa Allah.
Sesuai janji, kami sampai di rumah mas Triono jam 14.00 WIB. Sampai di sana saya kira, ia sedang ke Wonosobo, sehingga menunggu yang lain karena katanya mau try out dan mulai jam 14.00 WIB. Dan selang tak begitu lama, mas Septian dan Muhammad Farid datang. Syukurah sudah punya teman untuk ngobrol dan tidak bingung. Baru ketika mas Septian mau masuk ke rumah, ternyata Mas Triono ada di rumah dan tidak jadi ke Wonosobo.
Ketika Ali Muntaqo membaur dengan teman-teman yang lain, saya sempatkan waktu untuk membaca buku Sang Zahid, Mengarungi Sufisme Gus Dur. Insiratif dan banyak ilmu yang saya dapat. Hingga sampailah waktu menunjukan pukul 15.52 WIB dan ternyata mas Triono yang katanya pulang jam 15.30 WIB belum juga muncul. Sayapun sms untuk pamitan, dan ketika sudah menghidupkan motor dan tinggal go, mas Triono pulang. Dan mau gak mau harus masuk lagi. Dan tau gak untuk apa, untuk sekedar makan layaknya kebiasaan orang jawa lainnya ketika ada tamu, biasanya sebelum pulang di suruh untuk makan terlebih dahulu. Dan inilah tradisi orang Jawa yang patut untuk dilestarikan. Dan alhamdulillah kenyang juga ternyata. Hehehe
Disela-sela waktu makan, saya hanya bilang titip bocah. Mohon untuk bimbingan dan arahannya. Selesai makan, sayapun langsung pamit untuk pulang.
Terimakasih Mas Triono atas kebaikannya semoga Allah membalasnya dengan balasan yang berlimpah, dan untuk Ali Muntaqo selamat mencoba, semoga berhasil. Jika Allah berkehendak lain, setidaknya engkau telah berusaha dan semoga menjadi pengalaman yang berharga.

Pringamba (Sigaluh), 28 Mei 2015. 06.31 WIB

You Might Also Like

0 comments: