Manusia Merencanakan, Tuhan yang Menentukan

7:18:00 PM Mad Solihin 0 Comments

Sore itu (28 Mei 2015) sepulang kuliah sekitar pukul 15.30 WIB saya merebahkan badan di kamar untuk sekedar istirahat melepaskan rasa lelah. Saat itu juga sebuah kegelisahan menyeruak ke dalam relung hatiku, kegelisahan karena bulan Mei sudah hampir selesai namun yang saya tunggu tak kunjung ada kabar. Pertama saya kesana di bulan Mei (entah kapan tepatnya) sebuah kabar menggembirakan bahwa satu hari setelah acara perpisahan kelas XII MA AL-Hidayah, Mas Agus selaku ketua PAC IPNU Susukan akan mengadakan pertemuan pengurus. Akan tetapi, sampai kemarin tak ada kabar kejelasannya. Mba’ Seli selaku Ketua IPPNU yang bisa dihubungi untuk sementara ini juga manut sama Mas Agus. Padahal satu target yang ada dalam diri saya adalah bulan Mei ini, Susukan bisa aktif kembali.
Dalam suasana yang tak menentu itu, saya sms Dayat, kakak kelas saya dulu yang akhir-akhir ini banyak menemani ketika saya ada acara yang terkait dengan IPNU. Bersyukur bahwa ia sedang di rumah dan tidak ada acara sehingga ketika saya meminta untuk menemani ke Susukan ia menyanggupinya.
Sekitar pukul 17.00 WIB kami berangkat. Langit yang terlihat mendung seolah tak rela dengan kepergian yang saya lakukan. Hingga sampai di perempatan Argasoka, rintik-rintik hujan berjatuhan. Ah, tidak peduli toh juga masih kecil dan kamipun menerjangnya. Dalam perjalanan itu hujan yang terkadang besar dan setelah beberapa km kecil sehingga kamipun tak menggunakan mantel.
Sampai di rumah mas Agus sekitar pukul 18.15 WIB. Dan alhamdulillah ia di rumah. Dalam perbincangan itu saya baru tahu bahwa alasan kenapa sampai kemarin belum bisa kumpul karena ia menemani Kyai Abdul Mutholib di rumah sakit. Dan baru saja kemarin beliau meninggal. Ah, sungguh manusia hanya bisa berencana, tetapi Allah lah yang menentukan.
Dalam pertemuan itu, ada yang membuat saya merasa tak sia-sia. Ada kesungguhan dan keinginan kuat untuk bisa menghidupkan kembali PAC IPNU. Dan itu sudah cukup menjadi kabar yang menggembirakan, sehingga perjalanan yang cukup melelahkan menerjang hujan tidak berakhir sia-sia. Selain itu, silaturahim yang kami lakukan juga bukan hanya sekedar untuk masalah organisasi, namun karena ingin menjalin pertemanan yang ikhlas dan sejati. Artinya pertemanan itu bukan hanya sekedar ketika saya menjadi ketua, kemudian setelah sudah selasai maka pertemanan itu juga selasai. Bukan itu, ya sama sekali bukan itu.
Dan semoga silaturahim ini menjadi berkah tersendiri. 
Kupat Londo sebagai Hidangan Untuk Menganjal Perut

Banjarnegara, 29 Mei 2015

You Might Also Like

0 comments: