Menjadi Budak di Rumah Sendiri

12:43:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Hari ini saya mendapat banyak ilmu tentang pentingnya merubah mienset terhadap kehidupan yang ada sekarang. Berawal dari perbincangan di pagi hari ketika saya menemani mas Yuslih menemui team dari Mstar di Hotel Surya Yudha. Perbincangan tersebut berkisar mengenai gambaran tentang apa mstar itu dan bagaimana teknis kerjanya?
Saya cukup tertarik ketika dalam perbincangan tersebut berbicara mengenai konteks ke Indonesiaan. Artinya bahwa prinsip yang mereka perjuangkan adalah untuk Indonesia. Ini terlihat dari apa yang disampaikan oleh Pak Bambang bahwa kebanyakan dari pelajar di Indonesia itu setelah selesai sekolah, orientasi mereka adalah bekerja di perusahaan-perusahaan yang notabanenya milik asing. Sehingga dengan kata lain, kita menjadi pembantu atau budak di rumah sendiri. Menjadi buruh atau pekerja yang keuntungan terbesar di nikmati oleh nergara lain.
***
Ba’da dhuhur tepatnya di Saung Bu Mansur, sebagai salah satu komitmen dari Mstar adalah membangun ekonomi kerakyatan, maka setelah dua kali pertemuan dengan PCNU Banjarnegara, di pertemuan yang ketiga ini dilakukanlah Launching Pendataan dan Pemberdayaan Warga NU Banjarnegara berbasis Teknologi Digital kerjasama PCNU dengan PT. Antar Mitra Prakarsa (M-Star).
Harapan kedepan adalah dari data tersebut dapat dibentuk Koperasi yang pada intinya dari komunitas untuk komunitas. 
MoU PCNU dengan M-Star
***
Tak cukup hanya itu, di malam hari ini ketika saya berdiskusi dengan mas Mizan dan mas Rully, saya cukup tercengang kagum dengan pola pikir mereka berdua. Jika mas Mizan yang secara keseharian sering bersama dan jarang membicarakan orang lain, maka mas Rully yang baru-baru ini saya kenal juga mempunyai pola yang sama. Pola pikirnya positif, asertif atau menyampaikan sesuatu secara jujur apa adanya tanpa menyakitinya.

Banjarnegara, 29 April 2015

You Might Also Like

0 comments: