Wartawan Harus Netral

1:38:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Hari ini saya berkesempatan bertemu dengan Bapak Asmaji Muchtar, Warek III Unsiq. Bersama dengan Akhmad Luthfi Ali saya samapaikan maksud kedatangan kami yaitu memohon untuk menjadi pemateri pada acara seminar pendidikan dengan tema Peningkatan kompetensi Mahasiswa FITK Menghadapi Persaingan Global senin depan (23/3). Dalam seminar tersebut, kami berharap beliau menyampaikan dengan sudut pandang bahwa lulusan FITK tidak harus menjadi guru, mengingat setiap tahun lulusan Fakultas Tarbiyah itu overload tidak sebanding dengan kebutuhan.
Rencana awal dalam seminar, nantinya kami akan hadirkan juga Bapak Arifin Siddiq, Dekan FITK sebagai pemateri pembanding dengan sudut pandang keprofesioalan seorang guru. Bagaimana guru yang baik dan sesuai dengan kriteria kode etik seorang guru.
Sebagaimana yang sering saya ucapkan kepada orang-orang dekat bahwa keinginan saya adalah menjadi wartawan. Seperti itu jugalah yang saya katakan ketika Pak Asmaji menanyakan perihal apa cita-cita saya setelah lulus. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, saya mengutarakan keinginan yang selama ini terpatri dalam hatiku.
Menanggapi jawaban saya, Pak Asmaji mengajarkan kepada kami bahwa seorang wartawan harus menghilangkan pikiran kotak-kotak. Mengilangkan sentimen golongan dan harus bersikap netral. Pun demikian dengan berita yang diliput, harus yang berbobot bukan hanya berita kecelakaan. Melaiankan berita mengenai anggaran daerah dll.
Dalam kesempatan tersebut, kami juga belajar mengenai pentingnya menghargai karya orang lain.

Banjarnegara, 17 maret 2015. 1:33

You Might Also Like

0 comments: