Tentukan Prioritas dan Bersikaplah Profesional

7:00:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Bulan Maret ini saya merasa bahwa kegiatan benar-benar menyita banyak waktu. IPNU, BEM dan kuliah. Di tambah lagi HMP, headuh bingung ini. Bingung di sini karena di semua tempat saya menjadi orang yang harus total (penting, red). Di BEM, pada tanggal 23 Maret 2015 mendatang akan ada pelantikan dan kebetulan saya yang menjadi ketua panitia. Di IPNU, sebagai seorang ketua harus siap ke sana kemari walaupun seorang diri. Dan agenda yang harus segera di selesaikan adalah masalah menjadi tuan ruah rapat koordinasi CBP KPP se-Jawa Tengah dan Rekercab. HMP PAI, sebagai seorang sekjend tentu harus lebih intens dan ada dalam setiap kegiatan. Belum lagi kuliah, sepertinya ada banyak waktu yang harus rela untuk ditinggalkan.
Berat, sulit dan menantang terkumpul menjadi satu. Dan yang paling penting adalah menantang. Ya, saya merasa tertantang untuk bisa mensukseskan acara. Karena di situ saya belajar tentang komunikasi dan bermasyarakat. Menjadi ketua panitia, dalam kepengurusan BEM tahun lalu menjadi sekretaris kegiatan adalah hal yang biasa. Sehingga ketika pada tanggal 3 Maret 2015 saat rapat pengurus bem saya di tunjuk untuk menjadi ketua panitia saya menyanggupinya, walau sebenarnya sibuk juga di IPNU. Faktor yang membuat saya menyanggupinya adalah karena saya merasa tertantang dan ingin belajar leadership serta mengalahkan rasa takut bahwa saya mampu dan punya kompetensi untuk memimpin.
Menjadi tuan rumah rapat koordinasi CBP KPP se Jawa Tengah. Ketika ditawari oleh mas Burhan waktu itu saya baru dari Wiramastra. Mungkin karena tergesa-gesa sehingga setelah saya koordinasi dengan teman-teman saya menyanggupinya. Di sini saya juga merasa tertantang untuk bisa. Walau pada akhirnya saya juga yang harus mumet sendiri. Mungkin hanya tempat dan konsumsi, tetapi ada hal lain-lain yang tidak bisa di duga. Konsumsi yang dalam pandangan saya beres, ternyata ada kendala. Belum lagi usulan mendadak yang katanya ada yang menginap. Headuh, mumet ini. Akhirnya acara yang katanya sederhana menjadi tidak sederhana bagi kami. Mungkin jika pc yang lain itu bukanlah masalah, namun ini baru saja bangun langsung harus siap memikul sesuatu dan lagi-lagi harus siap maju sak dan awak. Namun, setidaknya saya belajar untuk lain waktu harus benar-benar melihat dan memahami kemampuan diri sehingga tidak tergesa-gesa mengambil keputusan.
Sekjend HMP PAI. Awal kepengurusan niat dalam diri saya adalah mengawal karena semua yang ada disana tergolong baru sehingga bersama dengan Ibnu, saya ingin sedikit memberi warna dan share pengalaman kepada teman-teman. Namun, lagi-lagi karena menjadi sekjend adalah salah satu pengrus inti yang sebenarnya wajib hadir dalam acara membuat saya bingung. Bingung di sini karena saya harus bisa menghadiri acara namun disisi lain, ada juga kegiatan yang tak bisa ditinggal karena saya menjadi orang yang mengurusi, katakanlah IPNU.
Perkuliahan. Dalam perkuliahan mungkin bisa dikatakan bahwa di situ hanya ada pembahasan yang jika tidak ikut tidaklah masalah. Namun, disisi lain absensi juga merupakan salah satu kriteria untuk menentukan penilaian oleh seorang dosen. Dan semoga tidak banyak waktu yang tinggalkan untuk perkuliahan.
Beberapa hal di atas, membuat saya belajar bahwa harus ada prioritas tertentu yang harus dipilih. Artinya ada hal yang memang harus disanggupi tetapi jika di semua tempat harus menjadi orang yang total, ini sulit karena saya yakin tidaklah fokus sehingga kegiatan tidaklah maksimal. Bolehlah menjadi ketua panitia bem, namun jika dalam organisasi lain di suruh jadi ketua penitia lagi katakanlah ketua panitia hmp, maka pilihlah salah satu. Karena menjadi ketua di dua tempat akan membuat pemikiran bercabang. Pun demikian tenaga, tentu tidak akan maksimal.
Banjarnegara, 11 Maret 2015 

You Might Also Like

0 comments: