Pengaruh Keberanian Seorang Pemimpin dalam Menentukan Keputusan

01:25:00 Mad Solihin 0 Comments

Pengaruh Keberanian Seorang Pemimpin
Minggu sore, 1 Maret 2015 saya mendapat sms dari Uswatun Khasanah perihal pertemuan rapat koordinasi CBP KPP se-Jateng yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2015 mendatang. Ketika itu saya sedang berada di Wiramastra mengantarkan rekapan kurikulum sekolah dari Bu Nikmah kepada Pak Slamet, Kepala MA Ma’arif Bawang. Setelah saya baca ternyata itu dari Mas Burhan. Saat ia saya hubungi, ia mengatakan ingin mengadakan pertemuan tersebut di Banjarnegara.
Maka sayapun menghubungi Lulu untuk meminta masukannya. Saat itu terjadi tarik menarik pendapat antara iya dan tidak. Setelah beberapa lama bertukar pendapat dengan berbagai argumen pendukung dan referensi kemungkinan resiko yang terjadi, maka sayapun berusaha untuk meng-iya-kan walau Lulu juga berusaha untuk bertanya menyakinkan benar-benar siap atau tidak. Hingga akhirnya sayapun menunggu waktu terlebih dahulu untuk mendapat masukan dari teman-teman CBP yang lain.
Dalam hati saya merasa tertantang untuk memberanikan diri meng-iya-kan. Sebagai seorang ketua yang memegang kendali, keberanian untuk menentukan keputusan adalah hal yang sangat penting. Pasalnya hal itu mempengaruhi orang yang kita pimpin. Jika sebagai seorang pemimpin tidak tegas dan sering galau antara iya dan tidak saat memutuskan sesuatu, maka orang yang dipimpinpun juga akan menilai bahwa pemimpin penakut.
Resiko adalah hal yang wajar dan wajib ada dalam setiap keputusan. Maka ketika menentukan keputusan harus tegas, jika siap maka katakan siap dan jika tidak maka katakan tidak. Jangan berada ditengah-tengah karena itu akan membuat orang lain bingung. Misal ketika kita di minta menjadi tuan rumah dalam suatu perumpulan, jika kita mengatakan siap ataupun tidak secara langsung maka yang memintapun tak bingung dan mantap. Namun jika kita ragu antara siap dan tidak maka akan membuat yang meminta juga bingung mau memutuskan seperti apa.
Tantangan itu membuat kita belajar. Iya, itulah yang saya rasakan saat ini. Ketika kita menentukan sesuatu misal kegitan pada bulan depan, maka kitapun akan berusaha agar kegiatan tersebut bisa tercapai. Permasalahan-permasalahan yang muncul itulah yang membuat kita belajar. Seperti keputusan yang saya ambil perihal menjadi tuan rumah rapat koordinasi CBP KPP se-Jateng. Dari keputusan tersebut saya belajar untuk nembusi tempat dan konsumsi kepada muslimat.

Banjarnegara, 5 Maret 2015

You Might Also Like

0 comments: