Pengalaman Menjadi Ketua Panitia Pelantikan BEM FITK UNSIQ

1:29:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Saat Sambutan Ketua Panitia
Pada pelantikan BEM FITK UNSIQ, Senin, 23 Maret 2015 yang lalu saya berkesempatan untuk menjadi ketua panitia. Ada sensasi tersendiri yang saya rasakan, sensasi itu adalah bahwa saya ternyata mampu. Ya, setidaknya bisa dilihat dari acara yang terbilang sukses.
Berawal dari rapat pasca raker dengan agenda terdeat adalah pelantikan, yang pada rapat tersebut melalui proses pemilihan dengan menuliskan pada kertas yang dibagi ke pengurus yang hadir. Dan nama saya menduduki posisi terbanyak sehingga mau tidak mau sayapun menyanggupi untuk menjadi ketua panitia.
Sebagaimana rapat-rapat sebelumnya, siapapun yang menjadi ketua panitialah yang memimpin rapat teknis dan pembagian tugas. Disitulah saya belajar untuk memimpin rapat walau dalam hati, saya merasa tidak mempunyai kemampuan seperti teman yang lain. Sayapun mmenuliskan struktur kepanitianaan yang diperlukan, mulai dari sekretaris, bendahara dan beberapa sie, mulai dari sie acara, sie konsumsi, sie perlengkapan, sie pubdekdok dan sie humas.
Pengalaman menjadi ketua panitia ini saya merasa agak ringan, pasalnya ketua panitia hanya mengkoordinir. Paling kalau ada yang harus ikut turun tangan adalah ketika menemui Dekan, Rektor, Nembusi Pemateri dan tanda tangan. Selebihnya sudah ada yang mengerjakan sesuai tupoksinya atau bahasa yang bisa mewakili mungkin, profesional.
Pengalaman tersebut sangat kontras ketika ada kegiatan di IPNU. Saya sebagai seorang ketua harus siap menjadi apapun. Ketua, sekretaris, bendara, sie perlengkapan, sie konsumsi dan sebagainya yang kesemuanya mau tidak mau saya harus mau.
Sesuai dengan posisi saya sebagai ketua IPNU, saya merasakan bahwa rangkap jabatan sangatlah menyulitkan. Itu tidak lain adalah ketika dalam organisasi kita dituntut untuk profesional, namun disisi lain juga kita dituntut juga untuk profesional juga. Sebagaimana contoh kemarin hari MInggu, ketika H-1 sebelum acara pelantikan dan proses persiapan tempat saya cukup bingung, pasalnya di hari tersebut juga ada acara NU yaitu penyambutan Mensos pada acara peringatan 100 hari longsor jemblung. Sebagai ketua IPNU yang harusnya ikut penyambutan di Karangkobar, namun disisi lain juga sebagai ketua panitia yang juga harus mempersiapkan untuk acara pelantikan. Disinilah saya belajar mengenai betapa rangkap jabatan yang kedua-duanya sangat penting bukanlah sesuatu yang baik. Karena suatu waktu pasti akan tabrakan dan konsentrasipun terbagi.
Sayapun menyadari bahwa keberhasilan acara pelantikan itu adalah karena kerja team, yang karena kolektivitas itulah sehingga acara bisa berjalan dengan lancar. Puncak kepuasan saya menjadi ketua panitia adalah saya punya kesempatan untuk menguji mental dihadapan ratusan mahasiswa dan petinggi kampus saat sambutan ketua panitia. Walau katanya banyak yang bilang bahwa suaraku cempreng. Biarlah, setidaknya saya pernah menjadi ketua panitia dan belajar banyak hal. Dan semoga menjadi salah satu langkah saya untuk menjadi orang besar nantinya. 
Tampak dari Kejauhan

Banjarnegara, 29 Maret 2015. 01:05

You Might Also Like

0 comments: