Leadership ala Dahlan Iskan

6:23:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Leaership ala Dahlan Iskan
Leadership ala Dahlan Iskan, itulah judul buku yang baru saja selesai saya baca kamarin malam. Buku yang ditulis oleh Elshabrina ini bercerita tentang Dahlan Iskan, ketika ia kecil sampai pada saat usia 24 tahun dan hijrah ke Luar Jawa tepatnya Samarinda, Kalimantan Timur. Ia memulai karirnya di bidang Jurnalistik dengan bekerja sebagai reporter pada sebuah surat kabar yang ada disana. Satu tahun kemudian, ia pindah ke surat kabar yang lain yaitu Majalah Tempo dengan profesi sebagai wartawan. Enam tahun kemudian ia baru memimpin Jawa Post. Pun demikian, bahwa Jawa Post pada awalnya dalam keadaa kritis namun karena kegigihan Dahlan Iskan, maka sekarang Jawa Post menjadi salah satu surat kabar yang mempunyai bergaining posisition di masyarakat.
Dari ilustrasi di atas saya mengambil kesimpulan bahwa sukses itu butuh waktu. Berawal dari nol/langkah kecil yang dijalani dengan tekun dan disiplin. Dan terkait umur, saya kira masih banyak hal bisa kita lakukan untuk mencapai sukses jika saat ini umur kita sudah lebih dari 25 tahun atau bahkan lebih dan masih belum punya kepastian.
Sesuai dengan judul buku, bahwa buku ini menjelaskan mengenai gaya kepemimpinan Dahlan Iskan, diataranya adalah :
# Talk Less Do More. Sedikit bicara dan banyak bekerja. Kerja, Kerja dan Kerja. Salah satu contoh adalah sesusai ia dilantik menjadi Mentri BUMN, ia langsung mengajak wakilnya untuk berkunjung ke kantornya yang baru. Prinsip yang pertama ini adalah Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas.
# Efisiensi Waktu dan Tempat. Gaya yang kedua ini agak saya sukai dan bisa dipraktekan. Yaitu saat beliau menjabat sebagai Menteri BUMN, ia kuarangi rapat seremonial dan banyak digunakan untuk bekerja. Untuk meniasati hal itu, beliau membuat group BBM. Ada yang anggotanya khusus menteri, wakil menteri dan semua direktur utama BUMN yang bergerak di bidang pangan. Sehingga informasi yang ada bisa di share tanpa menunggu waktu rapat, lebih cepat, terbuka dan menembus batas-batas hirarkhi dan birokrasi.
# Perhatian dan Tidak Segan Memuji Orang Lain. Sebagai seorang pemimpin kemampuan memuji sangatlah dibutuhkan apalagi kepada anggotanya. Ini penting, karena sikap seorang pemimpin sangatlah berpengaruh terhadap anggotanya. Sehingga janganlah segan untuk memuji, karena setiap orang akan merasa senang dipuji dan ketika hati senang, kinerja mereka akan dengan sendirinya berubah menjadi lebih baik.
# Berani dan Tegas Memutuskan. Sebagai seorang pemimpin ketegasan dan keberanian sangatlah dibutuhkan apalagi ketika di level bawah tidak ada titik temu dan tarik-menarik pendapat. Ketika seorang pemimpin tidak tegas, maka seorang pemimpin akan dipimpin oleh mereka yang seharusnya dipimpin.
# Terjun Langsung ke Lapangan. Ibda’ binafsi, mulailah dari diri sendiri. Sebagai seorang pemimpin menjadi contoh adalah hal yang paling efektif. Karena jika hanya omongan, maka anggota merasa enggan untuk melakukannya apalagi jika pemimpin tak pernah membuktikan atau mempraktekan apa yang diucapkannya.
Banjarnegara, 21 Februari 2015


You Might Also Like

0 comments: