Jalan Tak Ada Ujung

18:09:00 Mad Solihin 0 Comments

Jalan Tak Ada Ujung
Tepat pukul 17:15 WIB telah saya selesaikan buku berjudul “Jalan Tak Ada Ujung” karya pengarang terkenal dan bersejarah Muchtar Lubis. Sudah lama sejak saya bersekolah di SD, Mts dan MA nama itu beberapa kali muncul ketika pelajaran bahasa Indonesia, namun baru kali ini saya benar-benar membaca karyanya secara utuh. Buku ini saya pinjam di perpusda Wonosobo, Kamis 29 Januari 2015. Buku yang saya pinjam karena ingin berteman dengan sastra, mendalami bagaimana cara menulis novel ataupun cerpen, maka sayapun mencari buku dan kebetulan saya temukan buku tersebut.
Buku ini bercerita dengan latar waktu tahun 1946 an ketika masih dalam suasana peperangan. Pasukan Belanda diteruskan Jepang yang tiada henti-hentinya membuat ketakutan warga Indonesia. Penggeledahan yang datang secara tiba-tiba masuk ke rumah-rumah warga. Tembak menembak pun menjadi hal yang biasa.
Guru Isa, itulah nama tokoh utama dalam novel tersebut. Seseorang guru dengan segudang ketakutan dan permasalahan. Miskin, Impotent dan tak suka kekerasan yang semua itu selalu menemani hari-harinya. Fatimah istri Guru Isa yang pada akhirnya mengadopsi anak berusia 4 tahun, Salim namanya. Hazil sahabatnya, seorang anak muda yang semangat perjuangan kemerdekaannya menggebu-gebu. Yang karena seringnya bertandang kerumah Guru Isa, tak kuasa menahan gejolak rasa pada Fatimah. Pun dengan Fatimah, yang selama ini merasa kesepian walau bersuami, hasratnya yang tak pernah terpenuhi menyambut kedatangan Hazil dengan tangan terbuka.
Dalam akhir cerita, Hazil dan Rahmat melemparkan granat di depan bioskop tempat orang Belanda berkumpul, dengan Guru Isa mendapat tugas untuk melihat dan melaporkan hasilnya. Akhirnya Hazilpun tertangkap dan sebagai bagian dari kelompok, Guru Isa akhirnyapun tertangkap berkat laporan dari Hazil. Kamar dengan jeruji besi menjadi persinggahan akhir cerita dengan ketakutan sebagai temannya.

Banjarnegara, 2 Februari 2015

You Might Also Like

0 comments: