Menjadi Ketua, Harus Siap Tenaga, Waktu, Pikiran dan Harta

01:03:00 Mad Solihin 0 Comments

Sudah menjadi hal yang umum bahwa ketua harus siap segalanya, tenaga, pikiran, waktu dan harta. Dan itulah yang saya alami saat ini. Menjadi ketua ipnu yang bertugas dalam hal kaderisasi membuatku banyak merasakan sesuatu yang tak pernah dimiliki oleh seorang yang bukan ketua.
Sore tadi ketika rekan-rekan CBP pulang dari Jemblung Karangkobar setelah mengikuti pengajian memperingati 40 hari, saya mendapat sms bahwa mereka sudah sampai di terminal. Dan karena hujan, maka saya menjemput mereka untuk selanjutnya menginap di pcnu. Ba’da maghrib sebagaimana umumnya anak pondok, mereka terlihat lemas dan tanpa berkata sayapun tahu bahwa mereka lapar. Agak dilema, jika membelikan makanan padahal dompet sedang tipis, tetapi jika tidak sama halnya saya tak peka. Ah, andai aku kaya atau ipnu punya kas mungkin akan berbeda keadaannya.
Sebelumnya saya membeli gorengan seharga Rp. 10.000,- Setelah sholat maghrib saya berikan uang Rp. 20.000,- untuk mereka gunakan membeli nasi rames di warung yang berada pas di depan gd. Pcnu. Walau sebenarnya itu tak seberapa, tetapi semoga bisa bermanfaat dan sedikit mengobati rasa lelah dan lapar mereka.
Sama hal nya kemarin setelah acara pelantikan pcnu di pendapa dipayudha adigraha, setelah selesai acara, mereka berjalan sampai ke pcnu karena tak ada yang mengantar. Setelah saya tanya, ternyata dari pagi mereka belum makan. Berharap di pengajian ada, eh nyatanya hanya snack ringan. Sempat bingung menyuruh mereka untuk sum atau memakai uang yang saya miliki.
Dengan penuh harap sayapun mencari alternatif lain, yaitu sms ke pak Khozin menanyakan adakah anggaran untuk membeli makanan. Alhamdulillah ada dan beliau menyuruhku untuk menunggu di alun-alun depan BRI. Maka setelah sholat maghrib saya mengajak kowi untuk menemui beliau dan setelah menunggu sekitar seperempat jam beliau sampai dan memberikan uang Rp. 200.000,-
Setelah saya terima uangnya, saya langsung menuju ke warung padang yang ada di barat alun-alun dan memesan makanan. Alhamdulillah, ada kepuasan tersendiri ketika melihat anggota rekan-rekan cbp bisa makan. Yang jelas harus siap untuk mengeluarkan harta untuk anggotanya.
Tentang tenaga, waktu dan pikiran, beberapa kali saya harus berjalan sendiri ketika yang lain susah atau tak bisa dihubungi. Oh Tuhan, inikah perjuangan yang harus saya lalui. Berilah saya patner yang siap untuk berjalan dan bergerak bersama.

Banjarnegara, 20 Januari 2015. 00:59

You Might Also Like

0 comments: