Dilema Pelantikan, Festival Rebana atau Seminar?

01:09:00 Mad Solihin 0 Comments

Bingung, dilema ataupun galau ketika dihadapkan pada sebuah pilihan adalah lumrah sebagai seorang manusia yang normal. Manusia yang mempunyai keterbatasan dalam segala hal dan manusia yang tak punya kekuatan kecuali Allah lah yang memberinya. Manusia yang selalu berpikir meminimalisir resiko sekecil mungkin ataupun kalau ada sesuatu yang harus dipiih, maka pilihan itu akan cenderung pada sesuatu yang tak jauh dari zona nyaman.
Itulah yang saya alami saat ini. Dilema atas sebuah pilihan antara pelantikan disertai dengan festival rebana sesuai rencana awal atau dengan seminar yang tentunya lebih mudah dan tak terlalu memakan banyak tenaga. Yang membuat saya bingung adalah jika festival rebana, untuk persiapan masih belum ada walau sudah ada gambaran. Dan sesuai dengan saran dari Gus Zahid kemarin  Sabtu (24/01) selaku pembina, ia menyarankan untuk seminar dengan mengangkat tema yang sesuai dengan kondisi banjarnegara saat ini terkait kepelajaran. Inilah yang membuat saya merasa dilema. Jika sesuai dengan saran dari Gus Zahid, tetapi dari teman-teman khususnya Lu-lu menginginkan Festival Rebananya. Maka saat malam minggu (24/01) di rumahnya Lu-lu masih dalam tanda tanya antara festival rebana dan seminar, akhirnya kami memutuskan untuk Festival Rebana dan kamipun membahasanya hingga terkantuk-kantuk. Tetapi mempertimbangkan terkait waktu dan tenaga masih susah, karena dari keseluruhan pengurus paling hanya berapa yang siap dan peduli.
Yang menjadi puncak kebingungan saya secara pribadi adalah masalah pendanaan. Waktu sudah mepet, tetapi proposal belum jadi. Belum lagi nantinya yang akan terjun untuk bersama sowan-sowan juga kelihatannya lebih sibuk dengan kepentingannya sendiri-sendiri. Ya inilah yang saya alami saat ini. Tak hanya itu, masalah pengurus yang ada dalam SP untuk dilantik juga perlu pendekatan lagi ditambah seragam apa yang mau dipakai. Siapkah dan maukah mereka dibebani walau hanya sekedar mengganti seragam? Karena sebagai kader yang kebanyakan baru bahkan mengenalpun juga belum, mlitansinya pasti belum ada.
Inikah tantangan yang harus saya hadapi? Tantangan yang akan menjadi kenikmatan ketika segala sesuatunya sudah terlampoi. Entahlah, semoga menjadi pembelajaran yang mengasah kebjaksanaan dan kedewasaan saya.

Banjarnegara, 26 Januari 2015. 01:07

You Might Also Like

0 comments: