Dhaeng Sekara

9:09:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Dhaeng Sekara, Novel Sejarah Majapahit
Hari ini Minggu, 18 Januari 2015 selesai juga Buku Dhaeng Sekara, Telik Sandi Tanah Pelik Majapahit karya Agus Sunyoto. Sebuah buku novel yang menceritakan tentang Majapahit. Buku yang untuk menyelesaikannya emang butuh paksaan sehingga tidak berlarut-larut kemana pergi harus dibawa.
Buku setebal 488 halaman ini saya beli ketika ada pameran buku yang diadakan oleh Perpusda Banjarnegara pada tanggal 31/10/2014 lalu seharga Rp. 30.000,-
Buku ini menceritakan kisah perjalanan seorang pemuda bernama Mahesa Sekar, seorang abdi Majapahit hingga mendapat gelar Dhaeng Sekara menjadi nayakaparaja mendampingi Kertawijaya. Dalam perjalanan itulah diceritakan tentang kondisi Kerajaan Majapahit yang saat itu terdapat banyak permasalahan yang tidak lain karena perebutan kekuasaan.
Kisah seorang pemuda bernama Mahesa Sekar yang ketika masih kecil keluarganya di bantai oleh para perampok. Ia diselamatkan oleh Resi Damarmaya dan mengasuhnya hingga beliau meninggal yang kemudian ia belajar kepada Kakek Bantal yang tiada lain adalah keluarga dari Sultan Zainal Abidin Achmad Bahian Shah, Yang Dipertuan Pasai, dan diberi gelar Raja Muda Ibrahim. Namun, setelah sekitar kurang lebih 8 tahuan, ia meminta ijin kepada junjungannya di Pasai untuk mengembar dan menyebarkan islam di tanah Majaphit.
Diakhir bacaan yang tertulis Malang, 20 Februari 1995 saya langsung pergi menerwang ke Daftar Pustaka. Wuih ternyata ada 36 bahan refenrensinya, padahal untuk membaca satu buku saja begitu malas.

Banjarnegara, 18 Januari 2015

You Might Also Like

0 comments: