Harapan di Tahun 2016

Harapan di Tahun 2016

13:42:00 Add Comment
Adakah yang istimewa dengan tahun baru ?
Bagi saya tahun baru adalah peristiwa biasa, tidak ada yang istimewa di dalamnya. Hanya sekedar pengulangan nama dan angka bulan saja. Pengulangan waktu? Bukan. Karena waktu tak pernah bisa terulang. Itu dalam pemikiran saya, entah dengan kalian. Saya yakin punya pandangan sendiri-sendiri dalam memaknainya.

Besok malam adalah malam tahun baru, artinya tahun 2015 akan berakhir dan bulan Desember pun akan berganti dengan Januari.

Tahun 2015, banyak cerita di tahun ini. Ya, banyak sekali cerita. Tentang perjuangan, tentang persahabatan, tentang memahami waktu, tentang komunikasi, tentang masa-masa penuh kegiatan dan tak lupa juga tentang cinta. Di tahun ini aku memahami tentang arti organisasi yang membawa saya untuk berpikir maju dan tidak egois. Meski kadang muncul pertanyaan, “Kenapa susah-susah mengurus orang lain. Mengurus diri sendiri saja belum bisa?”

Kalau saya memaknai bahwa organisasi itu bukan untuk mereka yang sudah sempurna, organisasi apapun. Karena di dalam organisasi sejatinya seseorang sedang belajar. Bagi seorang pemimpin, mereka belajar untuk mendengarkan anggotanya, memanusiakan manusia, menghargai pedapat orang lain, ngemong agar bisa satu pemahaman dan belajar untuk membuat keputusan. Bagi anggota, mereka juga sedang belajar untuk menjadi insan yang kritis, belajar menyampiakan usulan, belajar menikmati proses dan belajar untuk bisa berjalan bersama dengan seorang pemimpin.

“Kenapa susah-susah mengurus orang lain. Mengurus diri sendiri saja belum bisa?”
Jika menunggu sempurna, kapan kita akan sempurna ? Apa ukuran sempurna bagi kita ? Jika kita terlalu banyak menunggu, maka kita pun hanya menghabiskan waktu terbiang sia-sia. Iya kalau umur kita sampai, kalau tidak? Sia-sia donk proses menunggu yang kita lakukan. Karena mati, ia tidak akan bisa di tunda bahkan dimajukan pun tak bisa.

Organisasi itu salah satu bengkel kehidupan. Disana kita akan tahu apa kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Sehingga diharapkan ketika kita keluar dari bengkel tersebut, kita sudah siap untuk bersaing dengan siapapun.

#Temanya tahun baru kok bahasnya organisasi ya ..? Heehe

Sekarang pukul 00:27 WIB. Artinya satu hari lagi bulan Desember berganti Januari, atau orang lebih familier dengan ungkapan “Tahun Baru”. Desember, sebentar lagi berlalu.

Di bulan ini saya banyak ide yang menuntut untuk segera saya tuliskan. Hanya saja karena keengganan atau sebut saja “malas” cukup kuat menyelimuti. Sibuk ! Akh ... sibuk saya rasa semua orang pun sibuk hanya saja sering kata “sibuk” menjadi kambing hitam atas ketidak bisaan kita dalam membagi waktu. Atau ketidak bisaan kita untuk menyempatkan waktu walau hanya sebentar. Dan ujung-ujungnya “sibuk” lagi-lagi menjadi alasan.
Tahun 2016
Hanya tinggal menungu jam, maka tahun 2015 berlalu berganti dengan tahun baru 2016. Waktu berlalu meninggalkan kenangan dan waktu yang akan datang memunculkan sebuah harapan dan impian.

Dulu saya pernah bermimpi untuk berkumpul dengan orang-orang hebat, maka di tahun 2015 ini mimpi itu menjadi nyata. Proses menjadi ketua IPNU mengantarkan saya untuk berkenalan dengan banyak orang dan tokoh masyarakat maupun pemerintah. Saya pun tertular energi positif dari proses itu, komunikasi horizonatal dan vertikal, komunikasi intern ataupun extern. Proses di BEM FITK UNSIQ maupun HMP PAI FITK UNSIQ juga mengajari saya banyak hal.

Indonesian Youth Dream Camp 2015. Ini adalah event kepemudaan skala nasional pertama yang saya ikuti dan membuat saya sangat berkesan. Pasalnya disini saya bertemu dengan pemuda perwakilan daerah dari seluruh Indonesia yang kebanyakan dari mereka adalah orang yang aktif sehingga ketika sesi tanya jawab seusai pemeteri menyampaikan materinya, yang mengacungkan jari untuk bertanya membuat moderator bingung untuk menentukan siapa yang bertanya. #saking banyaknya . Hee

Sering saya membatin, meskipun saya belum bisa mengelili seluruh Indonesia setidaknya saya sudah bertemu dengan orang-orang dari seluruh Indonesia.

Sebenarnya banyak mimpi yang saya dapat di tahun 2015, hanya saja karena tak saya tuliskan maka hanya momoent diataslah yang saya kira sangat berkesan.

Harapan baru. Baiklah di tahun 2016 ini agar nantinya saya bisa mengecek tercapai atau tidak harapan saya dengan mudah, dan sebagai bukti bahwa dengan adanya doa dan usaha tidak ada yang tidak mungkin, maka akan saya tuliskan harapan saya di tahun 2016.

1)            Wisuda tepat waktu
2)            Belajar bahasa Inggris di Pare-Pare Kediri
3)            Menjadi wartawan
4)            Menjadi penulis hebat dan inspiratif (Bisa membuat 100 cepern/1 novel)
5)            Menerbitkan minimal 1 buku (apapun)
6)            Ikut acara FIM
7)            Konferensi IPNU IPPNU sukses dan banyak muncul kader pengganti
8)            Mendirikan komunitas “Jendela Dunia” (Fokus pada dunia membaca dan tulis menulis)
9)            Bisa traveling menikmati keindahan alam Indonesia
10)        Bisa traveling ke luar negeri
11)        Aktif di IYD dan bisa maksimal
12)        Menjadi motivator
13)        Mempunyai penghasilan sendiri

Tentu banyak harapan yang muncul di dalam diri ini, namun sementara itu dulu yang saya tuliskan. Tiada lain adalah sebagai penyemangat diri sendiri. Kenapa ..? Karena semangat yang muncul dari dalam diri sendiri itu lebih tahan lama daripada semangat yang muncul dari orang lain, baik itu berupa ceramah motivasi, kata-kata mutiara, quote indah dan lain sebagainya.

Dan saya meyakini bahwa orang yang mempunyai tujuan, maka ia akan sampai pada tempat yang ia tuju meskipun berjalan kaki. Tetapi, meskipun dengan kereta api, sepeda motor, mobil bahkan pesawat terbang ketika tidak memunyai tujuan ia pun tidak akan pernah sampai tujuan walau beribu pulau telah terjelajahi.

Terakhir, semoga Allah memudahkan apa yang telah saya keluhkan. Karena “tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya”. And I’m very believe it.


Pringamba, 31 Desember 2015 01:22 WIB

Tips Memilih Smartphone Android Berkualitas versi Penulis

01:42:00 2 Comments
Oppo Joy 3 (Jepretan di Malam Hari)
Bingung mau membeli hp baru ..? Merk nya apa dan bagiamana menentukan spesifikasi hp yang bagus dan tidak ..? Pengin tahu solusinya ..? Silahkan baca tulisan saya sampai selesai insya allah dapat pencerahan. Hee Gak percaya ..? Buktikan sendiri saja. Masih gak percaya juga...? Ini pengalaman asli lho bukan sekedar tulisan yang ngarang apalagi copas. Karena blog ini murni hasil tulisan penulis. J    
Toko "Blangkon" (Hasil Jepretan di Sore Hari)
Hari ini tepatnya Senin sore, 15 Desember 2015 setelah beberpa waktu lalu otak berdebat antara iya dan tidak, maka saya memutuskan untuk meng”iya” kan membeli hp baru di Toko “Blangkon”. Sepertinya baru kali pertama ini membeli hp dan sebelum membelinya, saya mau mencari tahu cukup detail tentang hp yang akan saya beli. Untuk hp-hp sebelumnya saya hanya melihat teman yang memakainya, setelah meriview dan pegang-pegang tanya-tanya sedikit, akhirnya saya tertarik dan ketika ada rezeki tak banyak tanya langsung saja pergi ke counter dan membelinya. Meskipun ketika di counter saya mecoba tanya-tanya ini dan itu . Tahukah kah kalian apa tujuannya ..? Hanya sekedar untuk basa basi. Hahaha

Kali ini saya membeli HP merk OPPO tipe Joy 3 (A11w). Dan tahukah kalian bahwa ternyata ini melenceng 360° dari rencana awal. Pasalnya ketika mau membeli, saya sudah mantap mau membeli HP Asus Zenfone Go. Itu pun hasil recomendasi atas hasil review membaca tulisan-tulisan mengenai HP Asus. (Efek melihat banyak teman menggunkan Azuz. Jadi terpengaruh .. Haa) Selain karena menyesuaikan dengan kondisi dompet yang pas-pas an lah ya. Sempat tertarik juga dengan Asus Zenfone C, namun ketika tahu bahwa kualitas kamera depan masih VGA ditambah saat acara di Purwonegara ada teman yang menggunakan Asus Zenfone C dan melihat hasil dari kamera dapan yang rasanya masih kurang bagus maka saya pun mencoba berpikir ulang dan jatuhlah pilihan saya ke Asus Zenfone Go.

Kenapa melenceng dari rencana awal ..?
Tahu selles kawan ..? Tahukah kalian apa kerjaan mereka ..? Jualan kata-kata. Mungkin karena itu juga saya menjadi terpengaruh dan membelok dari rencana awal. Tentunya keputusan saya membelok bukan tanpa pertimbangan. Karena saya sudah sedikit punya gambaran atas hasil membaca dari internet mengenai beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika membeli hp.

Beberapa hal itu di antaranya adalah Ram dan memory internal berapa GB ..? Dan HP Oppo yang saya beli Ram nya 1 GB dan memory internal 4 GB, cukup standar lah. Untuk ukuran layar adalah 4,5 inch. Cukup familier dan tidak terlalu besar ataupun kekecilan. Kamera belakang 5 MP dan depan 2 MP. Cukup standar dan ketika saya mencobanya hasilnya lumayan bagus. Kapasitas baterai sebesar 2000 mAh dan cukup standard juga menurut informasi yang saya baca di internet.

Karyawan yang kata-katanya Mematikan #Haha Kalau gak salah namany "Dania" -Hasil dari melihat di Kartu Garansi-
Itu beberapa alasan kenapa saya membelok dari rencana awal. Selain itu alasan lain mungkin karena di kompor-kompori oleh Selles cantik yang melayani ketika saya mau membeli. Hahaha Diantaranya adalah kalau Asus itu cepet panas, karena aplikasi bawaan sudah banyak pasti butuh ruang penyimpanan yang besar meskipun sudah di bekali dengan kapasitas Ram 2 GB dan penyimpanan internal 8 GB. Berbeda dengan Oppo walau kapasitas penyimpanan di bawah Asus tetapi aplikasi bawahannya relatif sedikit. Dan yang lebih mengena adalah karena para karyawan yang bekerja disitu ternyata menggunakan Oppo dan Samsung, tidak ada yang memakai Asus. Itu yang membuat saya harus mendaur ulang tentang keputasan untuk membeli hp Asus.

Dari interaksi tanya ini dan itu, saya belajar tentang gaya komunikasi karyawan yang begitu optimis dalam mempromosikan produknya. Ia begitu PD nya menyebutkan kelebihan Hp Oppo dan juga menjelaskan beberapa kekurangan produk Asus. Dan ternyata saya pun tersihir oleh jurus promosinya. Akh .. mungkin karena ia sudah terbiasa. Bukankah bisa itu karena terbiasa ..?

Selain belajar tentang komunikasi saya juga belajar tentang “Ibda’ binafsi” (memulai dari diri sendiri) yang tercermin dari apa yang mereka pakai dan itu sesuai dengan apa yang mereka promosikan. Tentang Oppo dan Samsung misalnya, selain mereka mengakui kelebihan dua Andriod tersebut, mereka juga memakainya. (Entah kalau ada alasan lain, karena setelah brosing di internet saya menemukan tulisan yang menyebutkan bahwa keuntungan dari hasil menjual produ Oppo itu lebih besar. Misal Hp dengan kisaran harga Rp. 2.999.000,- ternyata modal nya hanya Rp. 1.999.000,- Berapa labanya ..? Hitung sendiri ..? Heee. Tetapi benarkah demikian ..? Saya belum bisa memastikaannya. Heee -Percaya silahkan, tidak juga tidak masalah J- Dan cari tahu sendiri kebenarannya. Hee) Dan saya tegaskan lagi, bahwa saya belajar tentang arti “Mualailah dari Diri Sendiri” maka orang lain pun akan menilainya.

Tips memebeli HP Andoid yang berkualitas : (1) Lihat RAM nya minimal 1 GB. (2) Type Layar atau Display adalah IPS dan multitouch. (3) Kamere belakang minimal 5 MP. (4) Kapasitas minimal 200 mAh. (5) Untuk CPU min Dual-core. #Jika masih bingung dengan istilah-istilah tersebut silahkan tanya mbah google. Pasti terjawab. J
Membeli HP Baru, Kebtuhan ataukah Keinginan ..?
Tahukah kalian apa perbedaan kebutuhan dan keinginan ..? Kebutuhan itu sesuatu yang penting dan harus segera terpenuhi, bersifat terbatas dan untuk bertahan hidup. Misal rumah, pakaian dan sbgnya. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang tidak terbatas dan bersifat menunjang kenyamanan hidup. Misal HP dengan harga 10 juta, padahal harga yang dibawah 10 juta ya banyak. Bisa di cerna ..? #Hee
Nah, ketika saya membeli HP baru manakah yang dominan ..? Adakah alasannya ..? Alasan perlukah itu ..? Tentu saja perlu karena faktor ‘alasan” ini lah yang membedakan cara berpikir orang dewasa dan tidak. “Katanya sih begitu”.

Baiklah akan sedikit saya paparkan unek-unek kenapa saya membeli hp baru.

Pertama. Agar sejajar dengan orang lain. Nah lho, apa hubungannya .? Tentunya untuk bisa sejajar dengan orang lain paling tidak kita pun punya media agar sejajar. Misal, ketika kita ingin sejajar dengan mereka yang menggunakan sepeda motor dalam hal melaju di jalanan otomatis kita juga harus menggunakan sepeda motor bukan. Bayangkan ketika kita memakai sepeda otel, bisa-bisa keur kaki kita. Udah keor di tambah gak bisa negjar lagi. Susah kan ..?

Android memang saya sudah punya, merk nya Lenovo A630Ai. Tetapi beberapa akhir bulan ini saya merasa sudah tidak nyaman. Pasalnya sering nge-heng, lemot dan kapasitas penyimpanannya terbatas sehingga ketika mau memasang aplikasi lagi tak ada tempat. Bahkan istagrampun tak bisa juga di instal. Galau kan kalau begitu ..? #Hee Membuka twitter juga lamanya minta ampun, mungkin bisa smapai tidur deh. Padahal teman-teman yang lain memakainya. #Eits ... Tetapi perlu digaris bawahi bahwa “Prinsip saya bukan meniru-niru teman yang lain, tetapi agar saya bisa berjalan sejajar dengan orang lain”.

Kalau hanya sekedar soal Sosmed mungkin terlalu naif ya. Ada juga alasan yang lain. Misalnya kamera. Hp Lenovo yang saya miliki hanya ada kamera belakang, kualitas gambar pun masih standard (bagus tergantung suasanya). Kesimpulannya, tak bisa selfie. Dan calon wartawan brow, susahnya ketika memoto sesuatu bingung mau ngirim gambar yang mana ke media, lha wong gambarnya kurang bagus semua. J #Alasan ini bisa dikata terlalu di bauat-buat biar pembaca mengiyakan. #Hahaha Kalau tidak percaya, buktikan sendiri aja ya terutama yang memakai Lenove type A630Ai.

Cukupkah sampai disitu? Tidak ada juga kendala ketika mau memasang aplikasi-aplikasi penunjang lainnya. Misal aplikasi berita, game buat hiburan (biar gak seters ketika pikiran lagi banyak persoalan), edit foto, aplikasi bacaan, al-qur’an digital dll. Tahukah kalian, jangankan menambah aplikasi lagi, untuk istagram saja tak bisa bahkan terakhir ketika mau instal aplikasi line harus menghapus beberapa file dan aplikasi yang sudah terpasang.

Kedua. Mungkin itu dulu paparan alasan kenapa saya membeli hp baru. Beberapa unek-unek yang tadinya mau ditulis sudah menghilang padahal awalnya saya siapkan untuk membaginya manjadi beberpa ponit. Hee #Efek terlalu asyik dengan memapaskan alasan pertama. J

Edisi : Hp Baru #Hee
Itulah sedikit share pengalaman mengenai kenapa saya membeli hp baru. Intinya ketika mau membeli hp cari-cari dulu informasinya agar pas sudah di toko tidak gagap dan mudah mengiyakan karyawan toko. Karena tak mungkin donk karyawan toko tidak menguasia bahasa gombal agar sang pembeli terjerat dengan kata-katanya yang pada ending akhir tersihir sehingga mau membeli sesuai arahan sang karyawan. #Githu sih menurut saya.

Semoga bermanfaat ... J
Banjarnegara, 16 Desember 2015 00:06 WIB
Ket : Foto-foto diatas adalah Dokpri dan Hasil jepretan dari HP Oppo Joy 3

Creative Writing

02:18:00 Add Comment
Mba Annisa_Potter saat Menyampaikan Materi (Dokpri)
Kenapa saya tertarik dengan acara Indonesaian Youth Dream? Padahal saya belum tahu secara pasti apa itu Indonesaian Youth Dream. Informasi mengenai IYD pun terbatas karena waktu mau mendaftar, IYD masih menjadi planning acara untuk yang pertama kalinya. Paling pol hanya mengetahui informasi melalui web indoensianyouthdream.org dan Fanspage Facebook.

Menulis. Itulah salah satu hal (materi) yang menarik dan mendorong saya untuk mengikutinya. Saya berharap bahwa saya akan belajar mengenai teknik dan seluk beluk mengenai dunia tulis menulis. Walau kenyataannya, itu melesat dari bayangan awal ketika saya mencoba untuk mendaftar. Haruskah saya sesali? Tentu tidak. Karena banyak hal lain yang saya temukan disana dan materi tentang “Creative Writing” yang disampaikan oleh Mba’ Annisa Hasanah atau sering dipanggil “Annisa_Potter” setidaknya cukup mengobati harapan yang ternyata melesat. Hee

Apa itu Creative Writing ..?
Creative Writing adalah tulisan berawal dari Imajinasi dan bisa menginspirasi. #Akh ... kalau pengertian search aja di google banyak yang membahasnya. Itu pengertian yang saya simpulkan sendiri berdasarkan sudut pandang atas apa yang disampaikan oleh Mba’ Annisa. Hee
Why I Should Write ..?
“No one can tell yuor story so tell it yourself. No one can write your story so write it yourself.” Tidak ada yang dapat menceritakan atau menuliskan tentang diri kita secara detail selain kita sendiri. Sedetail apapun orang lain menuliskan tentang diri kita, tentu ada hal yang tidak mereka ketahui tentang diri kita sebenarnya. Itu hanya sebatas pengetahuan dari sudut pandang yang mereka ketahui.

Dalam Session ini yang membuat saya tertarik adalah tentang sosok “Annisa-Potter”. Kenapa? Karena orangnya cantik. Haha Itu salah satunya. Karena di usia yang terbilang masih muda (Kelahiran 23 Maret 1989) ia sudah berkeliling ke 21 Negara. Dan itu terangkum dalam bukunya yang berjudul “Student Traveler”. Dan tahukah kalian, bahwa buku “Student Traveler” itu berawal dari tulisan yang ia posting di Blog. #Semoga suatu saat nanti saya bisa mengikuti jejaknya “Bisa Menuliskan karya berupa Buku”. Alasannya karena saya suka menulis dan punya blog tentunya.

Annisa_Potter dalam kesempatan menyampaikan materi menjelaskan bahwa ia sudah mempunyai hobbi menulis sejak SD berupa tulisan “diary”. Sehingga ia pun menekankan bahwa “diary” itu ternyata sangat bermanfaat. So, yang sekarang punya tulisan semacam “diary” terus kembangkan syukur bisa menuliskannya di blog.

Seberapa engakau tahu dengan neneng moyangmu ...?
Dibanding dengan nenek moyangku, rasanya saya lebih mengenal Soekarno ataupun Mbah Hasyim Asy’ari. Atau saya lebih tahu tentang Pramodya Ananta Tour. Kenapa ..? Karena mereka berkarya. Karena mereka menulis. Sedang nenek moyangku tidak meninggalkan apa-apa. Jasa ..? Terlalu abstrak dan tak bisa saya lacak. Bahkan nama-nama mereka hanya puol pada nama bapak dari kakekku. Selebihnya, tak ada yang tahu.

Dari situlah kenapa menulis itu penting. Untuk meninggalkan jejak agar orang-orang menimal anak cucu kita nantinya tahu tentang siapa kita dan apa yang telah kita lakukan. So, menulislah jika tak ingin lenyap dalam sejarah.
What Can I Write ..?
Penulis yang terisnpirasi oleh karya-karyanya Trinity ini menerangkan tentang beberapa hal yang mungkin bisa kita tulis. (1) Personal Story. Contoh tulisan ini adalah Raditya Dika. Penulis sekaligus Comica ini sering menuliskan tentang dirinya. (2) Recent Phenomenom (3) Fiction (4) Fantasy (4) Science Fiction.

Selain itu Mba’ Annisa juga menyampaikan tentang ide tulisan dengan mengutif dari Buffy Andrews : “Writers see the world differently. Every voice we hear, every face we see, every hand we touch could become story fabric.” (Penulis melihat dunia secara berbeda . Setiap suara yang kita dengar, setiap wajah kita lihat , setiap tangan kita menyentuh bisa menjadi kain cerita.)
Tips Menulis ..!
Tentang tips dalam menulis, Mba’ Annisa menyebutkan ada tiga elemen penulisan kreatif dalam blog yang ia kutip dari Raditya Dika :
(1) First Sentence yang Menarik
(2) Buatlah tulisan yang ekonomis (Tidak terlalu bertele-tele atau singkat, padat dan jelas)
(3) Menemukan dan Menggunakan Voice Anda Sendiri. Karena setiap orang berbeda, maka berbeda pula karakter dan sifatnya termasuk dalam hal menulis. So, temukan gaya tulisanmu.

Tips selanjutnya ketika ingin menjadi seorang penulis adalah menulis, menulis dan teruslah menulis (Consisten atau Istiqomah).
“The Secret of becoming a writer is to write, write and keep on write” _Ken MacLeod_
***
Saat meminta tanda tangan :) 
Di akhir selesai menyampaikan materi, yang awalnya tak berminat namun seolah tersihir oleh penyampaian materi akhirnya sayapun membeli buku “Student Traveler” dan sekaligus meminta tanda tangannya. Tak lupa meminta foto bersamanya. Hee Sebagai sebuah harapan semoga suatu saat nanti bisa meniru jejaknya “Berkeliling Dunia dan Berkarya di Usia Muda”. J
Foto bersama Mba Anisa_Pottter
Terima kasih Mba’ Annisa Hasanah atas inspirasi dan motivasinya. Doa kan semoga saya juga bisa menjadi penulis yang hebat dan inspiratif. J

Banjarnegara, 14 Desember 2015 01:55 WIB

Know Your Self !

01:05:00 Add Comment
Foto : Dokpri
Jum’at malam (20/11) seusai istirahat tepatnya ba’da isya, kami  para delegasi Indonesian Youth Dream Camp 2015 memulai forum Sessision II dangan tema Know Your Self. Kenali dirimu ! Ya, kenalilah dirimu kerana dengan kenal siapa diri kita maka kitapun jelas kemana dan apa yang harus kita lakukan. 

Setidaknya ada beberapa manfaat yang akan kita peroleh ketika kita mengenal diri kita, diantaranya adalah :
(1) Mengetahui apa sesesungguhnya yang kita butuhkan dalam hidup ini (2) Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri kita (3) Memanfaatkan pengetahun tentang diri kita untuk menetapkan tujuan dan meraih cita-cita (4) Mengetahui mengapa kita gagal dan dan sukses dalam suatu hal (5) Merencanakan masa depan lebih terarah
Who am I ?
Itulah pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh Ibu Rizka Adhiyani Helmi, M.Psi. selaku pemateri dalam session ini. Siapa saya ?
“I’am the Winner”.
Manusia adalah mahluk unik dan istimewa karena ia mempunyai akal pikiran. Dan inilah yang membedakan dengan mahluk lain. Kemudian dalam konteks manusia terlahir kedunia, maka mereka semua adalah “The Winner” seorang pemenang. Tentang hal ini tentu kita semua sudah paham bahwa untuk bisa menembus sel telur (ovum), ribuan sperma berebut hingga yang terkuat dari merekalah yang dapat menembusnya. Bukankah sperma tersebut merupakan pemenang?

Berbicara masalah kepribadian, ada lima aspek yang dapat kita ambil untuk mengetahuinya :
(1) Pysical. Yaitu secara fisik seperti hidung mancung atau tidak, anggota tubuh sempurna atau tidak dsb.
(2) Pschological/Emotion.
(3) Sosial
(4) Cognitiv/Intellectual
(5) Spiritual/Relegion Bealive

Kemudian dalam hal mengenal diri, Bu Ryzka menyebutkan empat metode, Yaitu : Intropeksi Diri, Membuka Diri, Umpan Balik dan Tes Psikologi.


Dalam hal intropeksi diri ini kita harus jujur kepada diri kita sendiri. Apa kelebihan dan kekurangan kita? Pembahasan tentang kekurangan dan kelebihan ini cukup menarik. Pasalnya sebelum membahas ini, Bu Ryzka mengawali dengan bertanya kepada delegasi untuk menyebutkan 5 kelebihan dan kekuranganya. Karena tanpa persiapan dan hanya diberi waktu durasi 10 detik, jawaban yang keluarpun sekenanya. Ketika di rinci satu persatu ternyata jawabannya gak nyambung.

Sebutkan 5 kekurangan dan kelebihanmu kawan dalam waktu satu menit?

Sudah mencoba? Kalau sudah maka dari kelebihan dan kekurangan itulah yang kita jadikan kekutan dan perbaikan diri. Misal, kekurangan kita adalah pelupa maka yang dibutuhkan adalah catatan dsb.

Selain kekurangan dan kelebihan, kita juga dituntut untuk merinci, Apa yang dibutuhkan? Dan bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Kebutuhan bersifat terbatas dan untuk bertahan hidup sedangkan keinginan bersifat tidak terbatas dengan tujuan untuk kenyamanan hidup.

Bagaimana kah kepribadian kita?
Mengenai kepribadian, Bu Ryzka menjelaskan dengan teori Jendela Joe-Harry (Joe Left & Harry Ingham).


Keterangan Gambar :
Tahu                : Orang lain tahu, kita juga tahu
Buta                 : Orang lain tahu, kita tidak tahu
Tertutup          : Orang lain tidak tahu, kita tahu
Gelap               : Orang lain tidak tahu, kita juga tidak tahu

Setelah kita mengatahui kepribadian kita berada pada posisi yang mana, maka yang harus kita lakukan adalah dengan cara Membuka Diri atau kita memberikan informasi kepada orang lain. Misal, ketika kita berada pada posisi Tertutup, maka kita lah yang aktiv memberikan informasi tentang diri kita kepada orang lain. 
Setelah Membuka Diri, yang harus kita lakukan adalah melakukan Umpan Balik. Yaitu ketika kita berada pada posisi Buta, kita meminta masukan dari orang lain. Bertanya tentang diri kita. 


Nah, yang terakhir adalah dengan Tes Psikologi. Ini dilakukan ketika kita berada pada posisi Gelap, yang mana kita tidak bisa mengetahui kepribadian kita dan orang lain pun tidak mengetahuinya. Kemana kita harus tes psikologi ..? Tentunya kepada ahlinya donk. 

Ket : Foto diambil dari Slide Power Point saat Bu Rizka menyampaikan materi. 
Restu Ibumu

Restu Ibumu

06:33:00 Add Comment
Pernah suka dengan seseorang kawan ? Akh ... rasanya pertanyaan yang pasti jawabannya “pernah”. Namun tahukah orang tua seseorang itu tentang hubungan kalian?

Selama ini baru kali pertama saya suka dengan seseorang, kemudian orang tua seseorang itu tahu tentang ku (tahu bahwa saya suka dengan putrinya dan sayapun berterus terang dengannya). Berawal dari sms yang ia kirimkan menanyakan tentang putrinya apakah ikut kegitan atau tidak. Sms yang menandakan perhatian seorang ibu kepada putrinya, karena ia tahu bahwa saat ini sedang UAS. Itu artinya ketika mengikuti kegiatan harus mengorbankan UAS.

Sebenarnya bukan mengorbankan UAS, hanya saja berani atau tidak UAS sendiri, menyusul mapel yang kemarin ditinggalkan. Tentunya harus siap mental terlebih dahulu selain siap dengan materi mapel tersebut.

Kembali ke pokok inti hal diatas. Setelah saya menjawab bahwa ia tidak ikut dan mendoakan semoga dimudahkan urusannya. Antara berani atau tidak, saya mencoba mengirimkan sms kepadanya dan sedikit menyinggung tentang perasaanku (3/12). Itu tidak lain karena putrinya pernah menyinggung hal tersebut. Bukankah begitu cinta ..? Maka saat itu sayapun memberanikan diri untuk meminta izin untuk dekat dengan putrinya.

Dag dig dug. Hati ku bergetar tak beraturan menunggu balasan dari ibumu cinta. Dan jawabanpun sama sebagaimana yang pernah engkau ceritakan.
“Owh ya bu pangapunten nderek ijin menawai kulo caket kaleh dek ....”    
“.... Tp nk urusan hati kue terserah sing penting saling mendukung.”
Itulah penggalan sms yang saya kirimkan dan sekaligus tanggapan dari ibumu cinta. Apakah itu sebuah restu atau apalah, yang jelas ibumu bersikap demokrasi asal bisa saling mendukung. Dan bismillah, kita niatkan untuk belajar bersama ya dek, untuk saling menyemangati dan mengingatkan.  

Boyolali, 5 Desember 2015
Untaian Rindu

Untaian Rindu

22:35:00 Add Comment
Hey cinta gimana kabarnya ..? Semoga Allah selalu melindungimu, melimpahkan berkah kesehatan dan kemudahan dalam setiap urusanmu. Aamiin.

Keadaanku, alhamdulillah juga selalu dalam keadaan sehat. Seperti yang engkau harapkan dalam setiap doa yang engkau lantunkan. Kenapa aku mengabarkan demikian ..? Karena aku tahu bahwa engaku akan selalu bertanya tentang keadaanku di setiap kesempatan pesan pertama yang engkau kirimkan. J Terima kasih cinta. Hee

Maukah engakau membaca cerita kegiatanku beberapa terakhir ini ..? Semoga saja engkau mau membacanya J Bukan apa-apa si, hanya ingin mengabarkan saja setidaknya ini akan menjadi saksi bahwa di saat masih muda, aku telah melakukan sesuatu untuk orang lain. Akh ... bukan melakukan mungkin, tetapi lebih tepatnya sedang belajar untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri.

Konggres IPNU XVIII IPPNU XVII. Itulah yang beberapa hari terakhir cukup menyita waktu dan pikiran. Dana, tak lain adalah point utama yang mau tidak mau membuat saya harus berpikir ektra keras. Karena memang itulah yang selalu menjadi pokok utama ketika mau ada kegiatan. Wal hasil, sowan-sowan menjadi hal wajib yang harus aku lakukan. Walau sebenarnya malas juga untuk melakoni hal tersebut apalagi cuaca terkadang tak bersahabat. Tahu sendiri kan setiap ba’da dhuhur langit seolah menangis yang akhirnya menumpahkan air matanya.

Namun jangan khawatir cinta. Aku sudah terbiasa kok. #Hahaha

Tahukah engkau, bahwa proses semacam inilah yang ternyata menempa diriku untuk menjadi pribadi yang hebat. Aku banyak belajar tentang karakter orang yang saya temui. Tentu tidak semua bersahabat karena mereka punya karakter sendiri-sendiri. Bahkan orang yang dilahirkan kembar sekalipun punya karakter dan sifat berbeda. Disinilah aku belajar.

Ada yang memberikan tanggapan sepele, cukup perhatian dan ada pula yang memberikan tanggapan begitu luar biasa. Salah satunya adalah Bu Istinganah. Aku mengagumi pribadinya, meskipun dia seorang perempuan tetapi auranya luar biasa. Disaat semangatku turun, aura beliaulah yang memompanya. Seperti tadi pagi ketika aku dan Eman sowan, beliau memberikan apresiasi yang membuatku tak berkecil hati. Selain memberikan transpost, beliau juga membantu menghubungkan dengan pcnu, pak wakil dan bupati. Akh .... itu tidak lain karena beliau memang punya pengaruh. Tentunya beliau juga telah mencontohkannya terlebih dahulu sehingga orang pun melihat kinerjanya. Dan itulah yang membuat orang lain percaya kepadanya.

Tentang perkuliahan. Malu sebenarnya jika harus aku ceritakan. Tetapi tak apalah dan semoga engkau mau memaklumiku. J

Tanggal 28 Desember 2015 kemarin adalah hari dimana pihak fakultas mengadakan seminar proposal bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan proposalnya dan sudah di ACC oleh Pak Zuhdi selaku Kaprodi. Atau sering disebut dengan Seminar Proposal Gelombang Ke-2.

Bagaimana denganku? Jangankan seminar, proposal saja belum kelar. Hehe. Untuk masalah ini aku tidak terlalu ambil pusing, karena dalam pikiranku hasil “Skripsi” yang nantinya aku susun bisa dijadikan buku. Itu gambaran idealku, hanya saja realisasinya nanti seperti apa, entahlah. Setidaknya saat ini aku punya pemikiran bahwa “Skripsi” itu bukan hanya sekedar untuk syarat mendapt gelar saja tetapi bisa ditindaklanjuti. Itu harapanku. Semoga saja Allah mengabulkannya. Aamiin.
***

Eh, apa kesibukanmu? J Semoga Allah selalu memudahkan urusanmu. Jangan lupa belajar, semoga hasilnya bisa memuaskan dan sesuai yang engkau harapkan.


Pringamba, 2 Desember 2015 22:13 WIB

Musma III HMP PAI FITK UNSIQ

16:45:00 Add Comment
Pembacaan LPJ Kepengurusan
Senin lalu (30/11) bertempat di Aula Kecamatan Mojotengah, HMP PAI FITK UNSIQ melakukan Musma yang ke III. Musma ini adalah kegiatan akhir di periode 2014-2015 yang artinya berakhir pula masa bakti saya di HMP PAI FITK UNSIQ. Akh ... satu tanggung jawab selesai juga akhirnya.

Hanya saja ada beberapa hal yang rasanya mengganjal ketika Musma kemarin. Diantaranya adalah tidak matangnya acara. Ini terlihat dari petugas yang belum jelas manakala acara pembukaan mau dimulai. Siapa yang menjadi MC, yang membaca Al-Qur’an, Dirgen dsb. Semoga saja ini menjadi referensi untuk kedepannya bisa lebih baik lagi. Bukankah pegalaman adalah guru terbaik?

Bersama dengan Nur Hayati akhirnya kami yang menjadi MC. Namun, lagi-lagi karena ndadak tanpa persiapan ada beberapa kesalahan terutama di bagian awal pasca mukodimah. Mungkin sepele, tetapi tetap saja jika tanpa ada persiapan yang matang hasilnya tidak maksimal. So, jangan sepelekan hal yang mungkin terlihat sepele. 
Saat Jadi MC
Selain beberapa petugas yang dadakan, hal yang membat saya tak habis pikir adalah dari pihak BEM Fakultas dan Bem Universitas juga tak ada yang hadir. Ini adalah kali keduanya mereka tak menggubris dengan undangan yang kami berikan. Yang pertama adalah ketika acara Ta’aruf Mahasiswa Prodi PAI. Padahal surat sudah kami kirim. Apakah karena sibuk atau ada urusan yang tak bisa ditinggalkan. Jika memang ada urusan tidak bisa kah mendelegasikan kepada pengurus yang lain?

Atau karena kami tak mengingatkan melalui sms/telfon sehingga dikira acaranya hanya sekedar guyonan. Akh .. terlalu naif jika demikian. Setidaknya bahwa kehadiran mereka menjadi hal yang penting karena menurut hirarki kepengurusan, HMP di bawah Bem Fakultas dan Bem Fakultas dibawah Bem Universitas. Sehingga kehadiran kepengurusan yang berada di tingkatan lebih tinggi tentu menjadi point tersendiri. Atau kalau orang Jawa bilang, ada sikap sopan santunnya.

Keganjalan lain yang juga menarik perhatian saya adalah mahasiswa yang hadir hanya beberapa gelintir yang menandakan bahwa kebanyakan mahasiswa di Fakultas Tarbiyah adalah mahasiswa akademik. Mereka lebih mementingkan proses pembelajaran di kelas daripada mengikuti organisasi. Salahkah..? Tentu saja tidak, karena setiap mahasiswa juga punya prinsip nya sendiri-sendiri.

Terakhir saya ucapkan selamat kepada Mas Alfi Adianto atas terpilihnya sebagai Ketua HMP PAI Periode 2015-2016. Semoga bisa amanah dan membawa HMP PAI lebih maju lagi. 
Pengrus HMP PAI Periode 2014-2015

Banjarnegara, 1 Desember 2015

Anak Muda (Harus) Berkarya

00:37:00 Add Comment
(Dari Kiri) Ma'ruf, Nazri, Ayu Pratiwi, Janu Muhammad, Hari Novar, Panitia
Terlalu lama mengendap dan menunda untuk menuliskannya saya khawatir akan hilang. Dan ketika hilang, sia-sia donk materi yang sudah saya dapat. Setidaknya motivasi yang pernah muncul waktu itu bisa menjadi semacam suntikan semangat agar kedepan menjadi lebih baik.

Anak Muda (Harus) Berkarya itulah tema pada Inspirational Session I pada acara Indonesian Youth Dream Camp 2015 dengan beberapa pemateri anak muda Inspiratif, yaitu Ayu Pratiwi Muyasaroh, Janu Muhammad, Hari Novar dan Nazri Afandi Pasaribu.

Dari session ini saya menangkap beberapa kata-kata yang cukup menginspirasi, tentu ini dari penangkapan atas apa yang saya dengar dan mungkin bebeda dengan teman-teman delegasi yang lain.

Ayu Pratiwi Muyasaroh
Dalam mengawali materi, Ayu menjelaskan bahwa keterbatasan itu dikarenakan faktor rasa takut atau kalau orang sering bilang selalu berada pada zona nyaman dan tidak mau out off the box.Dia juga menjelaskan bahwa kesuksesan itu tidak isntan tetapi butuh kesabaran serta ketekunan dalam mengusahakannya.

Selai itu, ia juga menyampaikan tentang sebuah hakekat sebuah karya jangan hanya karena ingin dipuji ataupun karena ingin mendapat penghargaan.

Janu Muhammad
Janu Muhammad adalah founder dari komunitas “Karung Goni Learning Center” atau Omah Baca Karung Goni. Apa itu Karung Goni Learning Center, silahkan googling sendiri ya. Hee

Sama seperti dengan Ayu, ia juga menyampiakan beberapa materi yang menurut saya cukup memotivasi, diantaranya adalah :

“Tidak menunggu perubahan tetapi ciptakanlah perubahan”

“Prestasi adalah kumpulan hal-hal kecil”

“Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi tetapi usaha yang kurang ditekuni. Tidak ada mimpi yang terlalu berlebihan tetapi usaha yang kurang dilebihkan.”

Pemuda asal Yogyakarta yang pernah singgah di beberapa negara di luar negeri (Australia, Belanda, Malaisya dan India) ini juga menyampaikan bahwa kekayaan terbesar sebuah bangsa adalah manusianya bukan sumber daya alamnya.

Nazri Afandi Pasaribu
Pemuda yang akrab dipanggil Fandi ini berasal dari Baros, Sumut. Dalam ceritanya, ia menyampaikan bahwa dibutuhkan sebuah perjuangan untuk ia bisa melanjutkan sekolah sampai perguruan tinggi.

Jangan menyerah. Itulah pesan yang digaungkan ketika itu. Pesan ini berkaitan dengan karyanya yang berupa Mobil Listrik via Android. Dalam percobaan yang dilakukan, ia mengalami kegagalan sampai 18 kali dan baru berhasil pada percobaan yang ke 19 kali. Tentang Mobil Listrik via Android ini silahkan googling sendiri ya. Ceritanya terlalu panjang sehinggga tak sempat saya catat semua J

Mengakhiri pembicaraan di session ini ia mengatakan bahwa “Kesempatan itu bukan ditunggu tetapi dibuat”.

Hari Novar
Hari Novar adalah pelopor dari berdirinya Indonesian Youth Eeducate & Sosial atau disingkat I-YES. Dia menceritakan bahwa kegiatan sebelumnya diawali dari Rumah Pintar atau Motor Pintar, yang mana kegitannya seperti Perpustakaan Keliling. Hanya saja ia menggunakan motor. Pun demikian, bahwa kegiatannya ini diawali dengan penuh perjuangan dan proses yang panjang hingga akhirnya pemerintahpun melirik apa yang dilakukannya.

Pesan yang saya tangkap dari penyampain yang ia berikan adalah “Hargailah proses”. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwa proses mengajar yang kebanyakan dilakukan oleh guru sekarang adalah menjadikan peserta didik obyek bukan subyek. Sehingga proses kreatif peserta didik tidak tergali.

***
Jadilah kepala jangan menjadi ekor. Jadilah pemimpin jangan hanya jadi pengikut. Itulah makna yang saya tangkap dari Session ini. Pembicara yang dihadirkan adalah para pemuda yang mempunyai jiwa seorang pelopor. Mereka tidak menunggu kesempatan tetapi menciptakan kesempatan. Mereka bukan lah pemuda yang banyak wacana tetapi pemuda yang mau beraksi, turun tangan dan mengambil inisiatif bergerak untuk menciptakan sebuah perubahan.
Irwan, Penulis, Nazri dan Jhon Mayer

Banjarnegara, 29 November 2015 00:27 WIB

Stadium General & Launching Indonesian Youth Dream

14:17:00 Add Comment
Stadium Genaral & Launching Indonesian Youth Dream
Jum’at, 20 November 2015 sesuai dengan intruksi yang diberikan oleh panitia, para delegasi Indonesian Youth Dream harus berkumpul di Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Pagi itu saya datang (dari kosnya Mas Amin) di antar oleh Sofi, keponakannya Mas Amin dan sampai sekitar pukul 6 pagi lebih 10 menit. Ternyata baru beberapa delegasi yang sampai dan kebanyakan cewek. Setelah berkenalan untuk sekedar menyapa saya pun berkenalan dengan Yaya (Nur Hidayatullah) dan Bang Willy.

Satu persatu delegasi pun berdatangan. Ada Mas Candra, Mas Emen, Mas Dhian dan beberapa delegasi lain yang belum sempat berkenalan. Sekitar setengah jam berada di Titik Nol dan delegasi yang berdatangan semakin bertambah, salah satu panitia kalau gak salah Mas Ma’ruf mendatangi kami. Seusai menyapa satu persatu delegasi, Mas Ma’ruf menggiring kami menuju ke Korem 072/Pamungkas Yogyakarta. Di situlah kami berkumpul dan saling berkenalan mencari teman satu kelompok sesuai dengan yang ada di file Catatan Delegasi IYDCamp 2015.
Kelompok VI
Diversix, itulah nama kelompok VI yang difasilitatori oleh Mas Machfud Saidi yang berangggotakan Dian, Nurlaila, Gheby, Istifatimah, Lina Suka, Muchtar Haryanto, Nur Oktameliyana, Nanda, Muhammad Hamzah, Edi dan penulis. 
Kelompok Diversix
Latihan PBB. Itulah kegiatan awal kami di hari pertama yang dipimpin oleh TNI. Kegiatan yang di roundown acara sebenarnya tidak ada. Tetapi tetap saja kami mengikuti instruksi dari panitia, berbaris seperti mau upacara. Bedanya hanya dalam hal pakaian, delegasi menggunakan baju batik. Mungkin untuk menumbuhkan cinta badaya sendiri kali ya.

Materi PBB yang disampaikan adalah materi standar mulai dari sikap Siap, Istirahat, Lencang Kanan, Setengah Lencang Kanan,  Hadap Kanan, Hadap Kiri dan Balik Kanan.

Selesai materi PBB kami diarahkan menuju aula Korem 072/Pamungkas Yogyakarta untuk mengikuti acara Stadium General dan Launching Indonesian Youth Dream Camp 2015 dengan tema “Dream, You and Our Naton”.
***
Malik Khidzir
Malik Khidzir itulah nama pembicara pertama dalam acara Stadium General. Peraih Penghargaan Pemuda Pelopor Internasional Kemenpora RI 2015 ini ternyata seorang santri. Mahasiswa alumni UGM Jurusan Elektronika dan Instrumentasi juga pernah meraih medali emas dalam kontes dunia di Trinity College Fire Fighting and Home Robot Contest Hortford Connecticut, USA 2013. Katanya, robot yang ia ciptakan adalah robot pemadam kebakaran dimana mereka bisa mendeteksi lokasi dan kembali ke tempat asal. 
Saat Mas Malik Presentasi (Dokpri)
Selain itu dalam kontes Natcar Robogames di California, Amerika Serikat (AS) pada 2013 juga mendapatkan dua medali. Karena prestasi itu ia dipilih oleh Kementerian Luar Negeri sebagai Outstanding Student of the World 2014 di Kanada. Di sana dia mewakili Indonesia dengan prestasinya di bidang robot. (www.brilio.net)

Tetapi tahukah kalian bahwa prestasi yang mas Malik dapatkan adalah berkat kerja keras yang ia laukukan. Karena dia adalah seorang santri maka ia pun melakukan penelitian dan praktek setelah mengaji. Dan yang membuat saya cukup tercengang adalah saat ia menyebutkan bahwa selama dua tahun ia menghabiskan waktu di lab dari jam 9 malam sampai pukul 4 pagi. Bayangkan, dua tahun tanpa berhenti. Itu menandakan bahwa segala sesuatu itu tidaklah instan. Butuh proses dan waktu yang panjang.

Dari beberapa materi yang beliau sampaikan ada beberapa point yang saya tangkap :

(1) Tanamkan semangat. Nah untuk menjaganya agar tidak hilang maka perbaikilah niat yang tulus bukan karena tahta, harta ataupun wanita. Niatkan untuk membahagiakan orang tua.

(2) Percaya Diri. Bukankah Tuhan juga percaya dengan kalian? Maka kenapa kalian tidak percaya dengan diri kalian?

(3) Bangun Mimpi, Aksi, Istiqomah dan Tawakal. Setalah punya mimpi maka wujudkan dengan aksi nyata yang berupa berusaha dan dilakukan secara istiqomah. Ketika semua telah dilakukan barulaah untuk masalah hasil di serahkan kepada Allah Swt.

(4) Kenali potensi kalian. Bagimana caranya? Menurut beliau, ketika engkau mengerjakan sesuatu dalam waktu yang lama tanpa merasa lelah, itulah potensi kalian. Seperti yang dilakukan oleh Mas Malik yang melakukan penelitian dan percobaan tentang robot dari pukul 21.00 – 04.00 WIB. Maka itulah potensi yang dimiliki oleh Mas Malik.

Terakhir ia berpesan jika kalian tidak tahan lelahnya belajar, maka kalian akan menanggung perihnya kebodohan dimasa depan. 
Pemberian Kenang-Kenangan
Hery Zudianto, SE. MM. AK (Walikota Yogyakarta 2001-2011)
Pemimpin itu bukan masalah jabatan, tetapi seberapa berpengaruh dan menginspirasi untuk orang lain serta lingkungan. Ya, itulah definisi pemimpin menurut beliau. Tetapi ia juga menyampaikan ketika mempunyai kesempatan untuk menduduki sebuah jabatan maka raihlah, karena dengan jabatan akan lebih mempunyai pengaruh dan kekuasaan. Dan tentunya bisa melakukan kebaikan yang lebih besar dampaknya. 
Pak Hery Zudianto (Dokpri)
Orang yang sekarang menjabat menjadi ketua RW ini ternyta sudah punya impian untuk menjadi pembisnis sejak SMP. Berawal dari jualan petasan (mercon) di Malioboro ataupun jualan buku. Hingga akhirnya bisa mendirikan Wisma Batik “Margaria” Malioboro.

Beberapa pesan yang ia sampaikan terkait kepemimpinan adalah :

(1) Jangan takut mengambil keputusan. Karena keputusan tidak ada yang sempurna dan benar, hanya mendekati benar sehingga janganlah takut untuk mengambil keputusan.

(2) Menjadi pendengar yang baik. Ini adalah hal yang mendukung untuk pengambilan keputusan. Dalam hal ini, Pak Hery menggunakan berbagai media sosial baik Facebook, Twitter ataupun radio untuk menyapa dan mendengar keluh kesah masyarakatnya.

(3) Jadilah orang yang rendah hati, open mind dan positif thinking.

(4) Berdiskusilah dengan orang yang bertentangan dengan kita. 
Pemberian Kenang-Kenangan
***

Selesai acara Stadium Genaral saya bersama dengan Hamzah ikut gerombolan anak-anak yang berebut untuk berfoto dengan Mas Malik. Dan alhamdulillah, bisa juga berfoto dengan beliau. 
Mas Hamzah, Mas Malik dan Penulis (Dokpri)

Banjarnegara, 25 November 2015