Terjatuh dari Motor

11:58:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Hari ini Selasa (9/12) setelah pulang kuliah, sebagaimana janji saya kemarin kepada Ridlo bahwa akan berkunjung ke markas Bagana tak mungkin saya batalkan. Bersama dengan kang Mislam sekitar pukul 5 sore, kami meluncur ke Karangkobar. Meskipun hujan, kami tetap meluncur sebagai salah satu komitmen terhadap apa yang telah kami janjikan. Dalam perjalanan kami melihat banyak tanah longsor akibat hujan yang cukup deras. Bahkan salah satu titik longor membuat tiang listrik roboh sehingga listrikpun mati. Daerah Karangkobar, Wanayasa dan Pejawaranpun terlihat gelap.
Kami sampai di SMP Ma’arif Karangkobar pukul 18.00 WIB tepat waktu maghrib. Gelap dan tak seorangpun yang ada disana. Saya ambil hp untuk menghubungi Ridlo supaya datang ke SMP. Sambil menunggu kedatangannya, kami pergi ke masjid untuk melaksanakan shoat mghrib.
Kurang lebih setengah jam kami menunggu setelah sebelumnya kami sudah berada di SMP kembali. Dan setelah Ridlo sampai, kami bertiga langsung meluncur ke markas Bagana. Tepatnya di desa Bakal Kecamatan Batur. Sampai disana, Pak Irfa’i masih dalam perjalanan pulang dari Wanayasa, meninjau desa yang terkena longsor. Sekitar setegah jam kami menunggu.
Pak Irfa’i selaku komandan Bagana mengira bahwa yang datang adalah dari PCNU Banjarnegara. Padahal yang datang adalah dari PC INPU, mungkin karena sms nya yang dibaca secara sekilas sehingga menimbulkan penafsiran ganda. Kami bercerita banyak dengannya. Mulai dari maksud kedatangan kami yang memintanya untuk menjadi pemateri acara diklatama cbp kpp. Tanggapan yang positif membuatku merasa bangga dan muncul setitik semangat untuk selalu memperjuangkan ipnu. Belum lagi cerita mengenai susah senangnya di bagana, walau dari organisasi induknya tak terlalu memperhatikan, namun iapun selalu membawa nama organisasinya. Sungguh menakjubkan.
Pertemua itu membuat saya merasa ada angin segar merasuk dalam jiwa dan pikirank. Setidaknya ketika nanti RKTL mau kemana pasca diklatama diarahkan, saya sudah mempunyai gambaran. Sungguh silaturahim yang membawa berkah.
Malam semakin larut ketika kami tengah asyik mengobrol, dan jarum jam telah menunjukan waktu pukul 23.00 WIB. Akhirnya kami berpamitan walau sebenarnya sudah ditawari untuk menginap. Tak diduga, dalam perjalanan pulang motor yang saya kendarai masuk ke dalam jalan yang berlubang. Sialnya ketika saya coba untuk menghindari, motor menjadi tak terkontrol dan bruuuuk, saya dan kang Mislam terjatuh. Ini untuk kedualinya ketika kemarin tanggal 1 Desember 2014, sehabis dari Rakit mengejar waktu untuk tetap masuk kuliah, terpeleset di Wonosobo tepatnya di jalan sebelum pos polisi pertama dari arah barat. Alhamdulillah tak ada yang parah. Maka kami yang sebenarnya mau langsung ke pc akhirnya menginap di tempatnya Ridlo. Malam yang mengharukan. Disaat semua orang hanyut dalam mimpi, kami harus menahan rasa nyeri karena berbenturan dengan aspal. Udara dingin khas pegunungan tak mau ketinggalan ikut nimbrung menyerang tubuh kami.

Banjarnegara, 11 Desember 2014

You Might Also Like

0 comments: