Seperti Langit Mendung

6:31:00 PM Mad Solihin 0 Comments

Sore kemarin saat ingin berkunjung ke rumah Bu Istinganah, saya mampir dulu ke rumahnya Faizal. Karena hujan turun cukup lebat dan Shobah tidak mempunyai mantel, maka kami memutuskan untuk memakai mobilnya Faizal. Di pasar Mandiraja Khasanah telah menunggu, akan tetapi ketika saya sms di mana posisinya, tak kunjung ada balasan. Sehingga sewaktu sudah sampai di perempatan kami langsung saja ke tempat Bu Is.
Khasanah yang sedari tadi menunggu ternyata minta di jemput dengan alasan hujan dan tak jelas kerena berkaca mata. Sebagaimana tulisan di atas yang tak kunjung ada balasan, ternyata sms nya telat. Kami yang sudah terlanjur di depan rumahnya Bu Is langsung masuk. Cukup kaget dan gak enak di sana, karena ternyata Bu Is baru saja mengisi pengajian dan sedang istirhat. Maka setelah meminta tanda tangan, kami langsung pulang.
Setelah itu kami mengunjungi Khasanah. Sampai di sana ia masih menunggu dan setelah saya beritahukan bahwa kami sudah dari tempat Bu Is, ia langsung menekuk wajahnya. Tak ada tawa ataupun canda, hanya keseriusanlah yang menyelimuti. Layaknya mendung di langit tanda mau hujan. Alasannya, karena sudah menyempatkan waktu padahal cukup jauh jaraknya, hujan lagi.
Ya, itulah pengalaman yang saya dapat sore itu. Mungkin memang perlu hati samudra dan legowo bagi seroarang pemimipin. Yang kadang sesuatu yang tak pernah kita sangka dan menjengkelkan kita alami.

Banjarnegara, 14 Nopember 2014

You Might Also Like

0 comments: