Mungkinkah Aku Tertarik dengan One Piece?

9:38:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Malam ini adalah malam dimana aku menyelesaikan film serial kartun One Piece sampai episode yang ke-20. Awlanya aku gak tertarik si, namun ketika mendengar cerita dari M. Reyzan teman sekelasku di kampus (penggemar One Piece) yang mengatakan bahwa film ini bercerita tentang impian, persahabatan dan politik. Mendengar kata politik, aku menjadi penasaran dan ingin melihatnya. Maka akupun meminta kepadanya untuk mengcopy kan di flashdish, dan sebagai awalan saya meminta dari part 1-20 dulu. Aku memintanya sewaktu sedang menyaksikan pertandingan futsal Kamis lalu antara kelasku dengan kelas E, tepatnya di Alur.
Sebagai hiburan, maka ketika ada waktu luang aku gunakan untuk menontonnya. Cukup menyita waktu sebenarnya dan jadwal untuk membaca buku sedikit terganggu. Ah, memang itulah efek dari menonton film. Dan mungkin lain kali bisa lebih baik dalam mengatur waktunya. Bolehlah menonton, asalkan waktu untuk hal lain yang bermanfaat juga tak boleh hilang.
Menarik. Mungkin itulah kesanku saat menonton part 1, dan karena ceritanya bersambung tentunya ada rasa penasaran untuk mengetahui cerita selanjutnya. Walhasil, itulah yang aku alami sehingga selesai juga sampai part yang ke 20.
Sisi negatif memang ada, akan tetapi ada juga sisi positif yang bisa saya ambil dari menonton film tersebut. Pertama, tahu jalan ceritanya dari awal. Kedua, mempunyai gambaran ketika ingin menulis sebuah cerita dengan gaya alur maju mundur. Ya, sebuah keahlian untuk menggambarkan tentang kehidupan sekarang yang disisipi dengan keadaan masa lalu. Ketiga, tentang impian. Itulah yang di miliki oleh para pemain utama one piece. Monkey D. Luffy dengan impian menjadi Raja Bajak Laut, Zoro dengan impian menjadi pendekar pedang terhabat di dunia, Nami dengan impiannya untuk mendapatkan banyak harta karun dan Ussop-san dengan impian menjadi bajak laut yang terinspirasi ayahnya. Setidaknya itulah yang menjadi ruh perjalanan Luffhy dkk di lautan bebas. Keempat, kerja keras lebih dari yang lain, hasilnyapun melebihi yang lain. Ini saya dapat dari film part ke-19, tentang cerita masa lalu Zoro ketika masih kecil yang datang ke sebuah padepokan menantang bertarung kepada penghuninya. Sesuai perjanjian, karena dia kalah maka diapun menjadi murid dan berlatih di padepokan tersebut.
Kauni, itulah nama perempuan yang mengalahkannya. Dia putri dari guru di padepokan tersebut, karena sudah terlatih dari kecil maka Zoropun dengan mudah dikalahkannya. Hingga setiap bertanding dia pasti kalah. Dari kekelahannya itulah Zoro berlatih dengan tekun dan melebihi yang lainnya sehingga dari waktu ke waktu ia menjadi tambah kuat. Pun begitu dengan Kauni, gadis yang benci dengan kekalahan dan mempunyai ambisi untuk menjadi pendekar yang hebat iapun berlatih dengan tekun dan semakin hari semakin kuat. Inilah yang menjadikannya selalu menang ketika mengahdapi Zoro sampai 201 kali.
Sebanarnya masih banyak yang bisa di tuliskan disini, namun karena waktu sudah begitu larut maka aku cukupkan tulisan ini sampai disini. Sebagai refleksi dan untuk melatih agar bisa menjadi penulis seperti yang aku impikan.

Pringamba (Sigaluh, Banjarnegara), 10 Nopember 2014. 00:57

You Might Also Like

0 comments: