Leader in Action, Pembelajaran dari Para Maestro

13:53:00 Mad Solihin 0 Comments

Leader in Action
Leader in Action, Pembelajaran dari Para Maestro demikianlah nama judl buku yang berisi tulisan-tulisan dari Bapak Subarto Zaini. Buku ini berisi mengenai konsep kepemimpinan yang bisa dijadikan referensi atau mungkin bisa juga menjadi bacaan wajib bagi yang menginginkan untuk menjadi seorang leader. Gagasan-gagasan segar yang ada di buku ini akan tetap relavan meskipun waktu semakin berubah. Gagasan yang di olah dari pergualatan dan pengalamannya selama menapaki jejak kehidupan, meniti karier yang dari proses itu banyak sekali ilmu dia dapat.
Buku ini adalah buku yang berisi kumpulan artikel yang di tulis oleh Bapak Subarto Zaini secara rutin satu bulan sekali, di Majalah Business Review. Ia mengelola Kolom “Kepemimpinan” di majalah itu sejak Maret 2004. Sejak saat itu hingga Februari 2011, ia telah menulis 83 artikel. Seluruh artikel itu di baca oleh tim editor dari Penerbit PT Elex Media Komputindo dan dipilah-pilah sehingga menjadilah sebuah buku yang bertajuk Leader in Action, Pembelajaran dari Para Maestro.
Akupun cukup tertarik dengan gagasan yang ada di dalam buku ini. Kehidupan yang aku alami sekarang sabagai ketua pc ipnu Banjarnegara periode 2014-2016 membuatku harus banyak belajar mengenai kepemimpinan yang salah satunya adalah dengan membaca buku. Dan buku ini cukup membantuku sebagai referensi untuk memprkatekannya dalam organisasi. Tak hanya itu, kecenderunganku untuk bisa tampil sebagai pribadi yang mampu memimpin dan bermanfaat membuatku harus terus belajar dan belajar.
Catatan Kecil

Tentunya gagasan yang sangat banyak dalam buku tersebut tak mampu aku ingat semua, melainkan ada beberapa pemikiran yang mungkin sesuai dengan keondisi yang aku alami. Atau menurutku penting sehingga aku sengaja mencatat dan mendokumentasikannya dalam tulisan ini. Diantara catatan-catatan tersebut adalah :
  • Tugas pemimpin adalah memutuskan.
  • Konsep kepemimpinan Ki Hajar Dewantara (Ing Ngarso Sun Tuladha, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani).
  • Konsep Kepemimpinan Kaki Lima (K5)
  • Karakter (meliputi integritas dan kejujuran, amanah, memiliki misi kedepan, autentik/asli/murni/bukan munafik)
  • Komitmen (yaitu tekad yang kuat untuk memncapai sesuatu walaupun halangan dan tantangan menghadang)
  • Kerjasama (meliputi pengurus, anggota dan stakholder)
  • Kompetensi/Kemampuan (membangun kepercayaan, meyakinkan orang lain, menjalin komunikasi efektif)
  • Konsistensi (istiqmah dan berkesinambungan dalam menjalankan program kerja)
  • Konsep Kepemimpinan Holistik yaitu pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang berkaitan dengan potensi yang dimilikinya, meliputi PQ (potensi fisik), EQ (potensi perasaan untuk berinteraksi dengan orang lain), IQ (potensi kecerdasan) dan SQ (Kecerdasan spiritual).
  • Holistik ini berasal dari kata whole yang berarti utuh, lengkap, sempurna, menyeluruh, terpadu dan tidak terpecah-pecah.
  • Karakter seorang pemimpin dilihat dari gaya Gus Dur (Human-pembela kaum tertindas, Humble-rendah hati, Humour-berjiwa humoris).
  • Prinsip kepemimpinan Nelson Mandela
  1. Watak pemberani dan tak kenal ragu
  2. Memimpin di depan tanpa meninggalkan pendukung
  3. Menggembala dari belakang
  4. Kenali musuh anda, apa kekuatan dan kelemahan meraka. Bandingkan dengan kekuatan dan kelemahan kita. Kembangkan strategi setelah kita benar-benar mengenali mereka.
  5. Rangkul musuh-musuh kita atau menurut filosofis jawa “menang tanpa ngasorake”. Jangan usir mereka, berikan mereka pujian atas perbuatan mereka. Setelah mereka ettersanjung, baru lakukan negosiasi untuk mengambil keuntungan dari mereka.
  6. Pemimpin harus tampil menarik dan selalu ingat kapan harus tersenyum. Tetapi, tentunya senyum yang autentik/asli. Bukan senyum yang tidak tulus dan dipaksa, sehingga terkesan munafik.
  7. Dalam politik, tidak ada hitam atau putih. Semuanya abu-abu. Jadi, seorang pemimpin harus diplomat, luwes dan penuh empati.
  8. Pemimpin harus tahu kapan harus mundur.
  • By Your Best. Jadilah yang terbaik. Menjadi sopir taksi, pegawai atau apapun jadilah yang terbaik.
  • Apapun warna kucingnya, asalkan dapat menangkap tikus, itu tidaklah masalah.
  • I Have a Dream. Bermimpilah dan rasakan bahwa engkau telah mencapainya.
  • Flexathy : fleksibel dan empati.
  1. Know Your Self : Kenali gaya sosial diri sendiri, kekurangan dan kelebihannya.
  2. Know The Other : Kenali gaya sosial orang lain baik itu atsan atau bawahan.
  3. Control Your Self : Kendalikan diri sendiri.
  4. Do Something for the other : Pahami dan penuhi kebutuhan gaya sosial pihak lain.
  • Don’t say “Yes” When You want to say “No”. Cara untuk menghilangkan budaya sungkan (ewuh pikewuh) atau ketidakmampuan mengatakan tidak.
  1. Pahami, bahwa berkata “tidak” dengan nyaman merupakan suatu ketrampilan. Dan setiap ketrampilan membutuhkan latihan.
  2. Mempunyai peta tentang pola penggunaan waktu. Yang penting dan mendesak, atau yang tidak penting dan tidak mendesak.
  3. Tingkatkan kemandirian. Menghilangkan “need for approval” dari pihak lain. Mana mungkin kita mampu berkata “tidak” kalau kita selalu membutuhkan persetujuan orang lain untuk setiap tindakan.
  4. Untuk berkata tidak kita akan selalu berhadapan dengan ketidaknyamanan. Apakah kita lebih memilih untuk meneriama ketidaknyamanan saat kita berkata “tidak”, atau kita lebih memilih untuk menunda ketidaknyamanan yang lebih besar dengan mengiyakan apa yang diminta oleh orang lain.
    Alur Visi Misi
  • Misi (berkaitan dengan apa dan bagaimana. Visi (berkaitan dengan suatu keadaan yang diimpikan di masa depan).
    Penjelasan Gambar
  • Kreatifitas adalah bagaimana mengerjakan sesuatu dengan lebih baik.
  • Inquiry adalah kebiasaan untuk selalu bertanya dan memiliki sikap keingintahuan.
  • Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik kita nyalakan lilin.
  • Suatu perjalanan seribu mil dimullai dengan satu langkah. (Lao Tzu)
  • Yang kuat itu lemah, dan yang lemah itu kuat.
  • Hukum alam, menjalani hidup sesuai dengan hukum alam, mendidik sesuai dengan hukum alam.
  • Tujuh kaidah menurut Deepak Chopra :
  1. Potensi diri yang berasal dari roh/jiwa/diri pribadi. Self power yang berasal dari Tuhan sedangan ego berasal dari lingkungan.
  2. Kaidah memberi.
  3. Kaidah sebab akibat
  4. Kaidah upaya minimum.
  5. Kekuatan niat dan keinginan.
  6. Anti kelekatan pada apa yang dimiliki.
  7. Dharma atau tujuan hidup.
    Arti Strategi

Minggu, 23 Nopember 2014 23:13
Itulah sedikit catatan yang kiranya menurutku penting. Dan karena ini adalah catatan, maka akupun menuliskannya dengan singkat atau garis besarnya saja. Sehingga bagi yang ingin lebih tahu maka bacalah buku tersebut. Jika tidak punya bukunya, maka pinjam ke teman atau ke perpus. Seperti halnya diriku, buku ini saya pinjam di perpusda Banjarnegara. Sebenarnya deadline untuk mengembalikannya tanggal 20 Nopember 2014, namun karena berbagai kesibukan akhirnya selesai membacanyapun molor sampai tanggal 23 Nopember 2014.
Catatan Unik

Demikian, semoga bermanfaat.
Banjarnegara, 26 Nopember 2014.



You Might Also Like

0 comments: