The Last Barongsay

2:31:00 PM Mad Solihin 0 Comments

The Last Barongsay
Alhamdulillah selesai juga nie baca buku novel The Last Barongsay, buku yang saya pinjam di Perpusda Wonosobo Senin kemarin. Buku ini bercerita mengenai barongsay Singa Air yang terletak di desa Renges pinggir Kali Cisadaene dengan lakon utama Bapak Honardi selaku pimpinan barongsay Singa Air.
Dalam buku tersebut diceritakan bahwa Singa Air hampir gulung tikar karena Ali Junaidi anaknya Bapak Honardi pergi ke Singapura untuk kuliah. Belum lagi Budi Prihatin sebagai pemain belanga terlilit banyak hutang karena sering ngecokek.[1]
Namun semua berubah setelah masuknya Garuda Garang atau sering dipanggil Ga’ank sebagai pemain kepala pengganti Aliong (nama panggian Ali Junaidi). Tak terlalu kesulitan ia menyesuaikan permainan barongsay karena dulu pernah ikut latihan, hanya saja ia berhenti bermain barongsay setelah terjatuh yang membuatnya menjadi gagap.
Puncak akhir dari cerita adalah menangnya Singa Air pada Festival Barongsay Tingkat Nasional menyisihkan 32 peserta yang disambut gembira oleh penduduk kampung Rengas. Itu tidak lain karena semangat dan usaha mereka dalam menggapai apa yang mereka cita-citakan.
Banjarnegara. Kamis, 16 Oktober 2014




[1] Semacam dangdut yang ada penari perempuan dengan penonton ikut berjoged sambil memberi saweran

You Might Also Like

0 comments: