Telinga Tebal, Bekal Seorang Pemimpin

20:20:00 Mad Solihin 0 Comments

Hari ini tepatnya ba’da magrib aku sedikit kaget ketika Imam mengatakan kepadaku perihal tanggapan anak-anak terhadap apa yang aku ucapkan, “aku ngurusi di bawah dan ia mengurus yang di atas.” Ucapanku tersebut ternyata membuat sebagian anak-anak menganggap bahwa aku gak mau bekerja sama. Ah ternyata begitu pentingnya komunikasi sehingga ketika sedikit saja terbelok semuanya menjadi runyam. Padahal jika sedikit saja menengok ke belakang, akulah yang sering ke atas.
Mungkin inilah yang di maksud oleh Bapak Zainal bahwa menjadi pemimpin harus bertelinga tebal. Karena setiap kesalahan yang ada pasti pemimpinlah yang pertama kali harus disalahkan. Namun ketika kebaikan yang ada, ia akan seperti udara bisa dirasakan tetapi tak pernah orang menyadarinya.
Ya siap-siaplah untuk menjadi bahan celaan ketika ada hal yang kurang pas. Dan inilah seninya  menjadi pemimpin yang tak semua orang bisa merasakannya.

Banjarnegara, 17 Oktober 2014

You Might Also Like

0 comments: