Pitaloka - Cahaya -

8:33:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Pitaloka -Cahaya-
Hari ini aku telah selesaikan buku Pitaloka - Cahaya -, buku pertama dari trilogi Pitaloka; Cahaya, Mahkta, dan Nirwana karya Taufiq Saptoto Rohadi atau sering disebut Tasaro. Aku membacanya mulai hari kamis setelah menyelasiakan buku The Last Barongsay.
Buku ini menceritakan tentang Ayu Dyah Pitaloka, putra Mahkota dari Kerajaan Linggabuwana. Jika dalam kehidupan sehari-hari kita hanya mengenal Dyah Pitaloka dari cerita saat Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada, yang menginginkan Pitaloka menjadi permasuri dari Hayam Wuruk, Penguasa Majapahit. Namun karena  Gajah Mada mengingkinkan Pitaloka sebagai Hadiah untuk menjadi simbol tunduknya Kerajaan Sunda kepada Majaphit yang berakhir dengan Perang Bubat karena ketidakrelaan Kerajaan Sunda tunduk kepada Majapahit. Hingga akhirnya Pitaloka memilih untuk bunuh diri. Ya sebatas inilah pengetahuan kita tentang Pitaloka.
Namun, buku Karya Tasaro ini menghadirkan nuansa berbeda. Dalam bukunya yang pertama ini ia menceritakan kisah saat dia masih kecil yang di culik oleh Yaksapurusa, penjahat yang paling disegani saat itu. Cerita saat ia berlatih kenuragan kepada Chandhaga setelah ia terbebas dari penculikan Yaksapurusa berkat bantuan Elang Merah yang natabanenya murid sekaligus anaknya Yaksapurusa sendiri. Diambilnya Pitaloka dari padepokan Candrabhaga karena sudah waktunya sebagiamana perjanjian awal.
Kemudian kembalinya Pitaloka ke padepokan dengan nama  Sannaha di bukit Pangrango. Berlanjut dengan kekisruhan dan pembunuhan murid Chandrabhaga oleh Yaksapurusa yang sebelumnya telah menyusupkan anak buahnya menyamar dan mematai padepokan. Hingga puncak akhir cerita padepokan dengan meningalnya Chandrabagha oleh ketiga murid andalannya Yaksapurusa; Harimau Emas, Kuda Putih dan Merak Hitam. Ketiganya murid Yaksapurusa yang sudah ditempatkan dan menyamar di padepokan.
Akhir cerita, bertempurnya anatara Yaksapurusa dan Sannaha di dekat Sungai Taruma. Namun karena bukan tandingannya, Sannaha tak mampu menahan serangan Yaksapurusa. Beruntungnya, Elang Merah menyelamatkannya untuk ke sekian kalinya.

Banjarnegara, 21 Oktober 2014. 08:27

You Might Also Like

0 comments: