Magnet Puisi-Puisi Gus Mus

9:14:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Dalam keheningan malam, ku simak suara music Mp3 musikalisai puisi-puisi Gus Mus yang dibaca dengan nada ekspresi penuh makna membuat emosiku membuncah. Emosi akan keadaan diriku masa lalu dan sekarang, emosi akan keadaan diri yang terombang-ambing penuh rasa kabur bagai bulan tertutup awan hitam di kegelapan malam.
Pada siapa aku harus bertanya?
Pada siapa aku harus ceritakan apa yang aku rasakan?
Siapakah sosok yang harus aku jadikan teladan untuk aku melangkah dan mengarungi kehidupan?
Butakah aku? Sombongkah aku? Durhakakah aku?
Salahkah jika aku bercerita? Salahkah?
Perdebatan antara hati, logika akal dan keyakinan yang telah terbentuk sejak zaman lalu membuatku lemah mengambil sikap. Takut salah. Mungkin itulah yang aku rasakan saat ini. Akibatnya aku seolah menjadi robot yang bisa disamakan dengan yang lain. Aku tak bisa menjadi diriku sendiri.
Haruskah aku membuat alibi bahwa yang salah adalah yang di luar diriku?
Oh Tuhan, Aku harus bagaimana?

Pringamba, 10/10/2014, 23: 43

You Might Also Like

0 comments: