Berkelit di Masa Sulit

17:09:00 Mad Solihin 0 Comments

Berkelit di Masa Sulit
Berkelit di Masa Sulit, Manajemen Berbasis “Kekacauan”. Itulah judul buku karya Gede Prama. Buku yang berasal dari berbagai seminar yang telah ia lakukan di berbagai tempat.

Buku ini semacam motivasi yang didalamnya berisi pemikiran beliau dalam menghadapi kehidupan zaman edan. Aku sempat kagum ketika membaca awal tulisannya “Ucapan Terima Kasih” yang disana ia mencoba bersikap rendah hati dengan mengatakan “hanyalah kesombongan yang berani mengklaim bahwa sebuah karya bisa tercipta tanpa bantuan orang lain”. Ungkapan tersebut membuatku melayang mengandaiakan diriku sendiri bahwa begitulah adanya, aku tak mungkin bisa hidup tanpa ada orang lain yang berperan dalam keseharianku.

Tulisan berkutnya dalam bab “Kata Pengantar” ternyata ia melarang diriku untuk kagum kepadanya, apalagi secara berlebihan. Karena kekaguman berlebihan terhadap pemikiran orang lain bukanlah pertanda kesehatan intelektual, melainkan sebagai sinyal awal dari sekaratnya intelektul seseorang. Ia berpesan bahwa apa yang ada di dalam bukunya cukup digunakan untuk memperkaya lingkaran belajar, sebagai pemancing imajinasi. Mengapa begitu? Itu tidak lain karena karyanya bukanah sebuah resep, obat, kiat, atau jurus simsalabin. Ia berkayakinan bahwa tidak ada satu bukupun yang bisa mengubah hidup dalam jangka pendek menjadi kaya, sukses, hebat atau pintar.

Pesannya kemudian, kembalilah ke diri sendiri, karena tidak ada guru yang lebih hebat daripada diri sendiri. Seperti itulah nyatanya, motivasi yang berasal dari sendiri lebih kuat dan bertahan lama daripada motivasi yang berasal dari orang lain.
###

Terlepas dari hal di atas. Aku mencoba merangkai kata untuk mengingat dan manafsirkan apa yang telah aku baca.

  1. Keluar dari Kerutinan berpikir. Zaman sekarang banyak yang berpikir setelah kejadian. Sebagai contoh yang terbaru mengenai perkelahian anak di salah satu SD di Bukit Tinggi. Dari kejadian terbsebut mencul wacana tentang perlunya diadakan cctv dan berbagai diskusi bagaimana cara mengatasinya. Pemasangan cctv misal, tidak dilakukan sebelum terjadinya kejadian. Itulah permasalahan yang ada sekarang, mengabaikan persoalan yang seolah sepele atau mengabaikan tema-tema yang antisipatif.Bila melihat pohon besar, ia akan dimulai dari biji benih yang kecil. Begitupun degan perkelahian, itu dimulai dari kurang matangnya sikap sosial seorang anak, belum lagi ditambah dengan pengaruh media massa yang tanpa pendampingan orang tua.
  2. Berandai-andailah mengenai apa yang kamu inginkan.
  3. Memimpin dengan gaya pertanyaan bukan pernyataan.
  4. Berimajinasi
  5. Bersahabat dengan perbedaan. Karena tak ada orang yang sama, maka pelajarilah mereka dan satukan mereka secara tepat.  
  6. Bersiaplah dengan perubahan.
  7. Berpikrlah bebas dan jangan menunduk-nunduk kepada pemikiran manusia lain.
Itulah sedikit yang saya tangkap dari membaca buku karya Gede Prama. Tentunya banyak hal yang disuguhkan dalam buku Berkelit di Masa Sulit, namun memoriku tak cukup untuk memahami semua yang ada dalam buku tersebut. Wal hasil jangan terlalu kaku dengan aturan. Dan semoga bermanfaat.

Banjarnegara, 24 Oktober 2014. 16:55

You Might Also Like

0 comments: