Kitab Sittina Masalah

09:13:00 Mad Solihin 0 Comments

Sitiina masalah adalah kitab yang dikarang oleh Al-Alim Al-‘Alamah Ibnu Abbas Ahmad bin Ahmad Syihabuddin bin Hamzah Ar-Romli Al-Ansori  Asy-Syafi’i.  Dinamakan Sittina Maslah karena kitab tersebut memuat 60 masalah.
“Setiap perkara yang mempunyai tingkah bagus yang tidak diawali denagn bismillah maka perkara tersebut terputus / kurang sempurna”.
Maksud dari “tingkah bagus” adalah perkara yang dipeningkan.
Maksud dari “Aqto’u” adalah hilangnya keberkahan.
“Mencari ilmu adalah kewajban bagi muslim lak0laki dan perempuan”
Kewajiabn disni bermaksud unuk hal yang untuk menunjang perkara fardhu. Misal untuk ilmu tentang sholat, hal yang berhubungan dengan sholat maka wajib hulkumnya seperti ilmu tentang wudlu dan taharoh. Akan tetapi  ilmu yang tidak untuk keperlun pekara wajib, maka tdaklah wajib hukumnya.   

Selanjutnya bahwa kewajiban mencari ilmu yang didahulukan adalah ilmu yang dhohir/kelihatan, seperti misal sholat, rukun-rukunya, syarat-syaratnya, puasa, zakat dan nisobnya dan lain sebagainya. Sedangkan ilmu yang bersifat batin seperti misal hikmahnya sholat, hikmahnya ruku’. Sjud dan lain sebagainya dipelajari setelah ilmu dhohir terpenuhi dahulu. Sehingga banyak kitab yang tingkatan awal membahas tentang ilmu dhohir tersebut.
&&&&&&
“Ilmu itu bagaikan buruan dan tulisan adalah pengikatnya”. Demikianlah salah satu pepatah yang pernah saya dengar. Sehingga pantaslah jikalau ketika kita memperoleh ilmu kemudian tak ita ikat akan segera lepas atau hilang. Dan tulisan ini adalah salah satu usaha untuk mengikat ilmu yang pernah aku peroleh.
Inti ngaji pagi kemarin adlah tentang hakekat murid. Yaitu seseorang yang menghendaki adanya perubahan. Perubahan menjadi lebih baik tentunya, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang belum berakhlak menjadi berakhlak. Dan inilah yang saya tangkap.
Untuk pengajian tadi malam yang saya tangap adalah tentang etika ketika mau masuk ke kamar mandi. Yaitu membaca do’a “Bismillahi Allahuma innii a’udzubika minal khubui wal khobais”. Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah saya memohon perlindungan dari kejelekan setan laki-laki dan setan perempuan. Dan membaca “Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘anil adza wa ‘aafini.”  Segala puji hanya milik Allah yang telah menghilangkan penyakit dari dalam diriku dan yang telah mmberikan kesehatan padaku.  
Selain berdo’a, ketika mau masuk ke WC maka disunahkan untuk mendahulukan kaki kiri dan mendahulukan kaki kanan ketika mau keluar. Kebalikannya ketika masuk masjid.
*****
Selanjutnya adalah tentang niat. Dan kapan niat itu dimulai adalah pada permulaan bagian apa yang kita kerjakan. Misal wudlu. Maka niatnya adalah bersamaan dengan air yag sampai ke muka. Dan tempatnya niat adalah di dalam hati. 

You Might Also Like

0 comments: