Jangan Memaki jika Kita tak Mau Dimaki

11:34:00 PM Mad Solihin 0 Comments

Jangan memaki jika kita tak mau dimaki. Demikianlah tabiat manusia, bahwa mereka terkadang melakukan sesuatu yang jika dirinya sendirinya menjadi obyek, misal dimarahi, mereka tak suka tapi sering memarahi. Atau misal lagi, ketika kita tak mau makan makanan yang basi, kenapa juga makanan itu kita berikan kepada orang lain?
Tulisan ini terinspirasi dari peristiwa tadi siang ketika saya melihat lik saya (istri dari adik ayah saya) memarahi putranya yang membuat saya berpikir tentang suatu konsep jangan pernah melakukan sesuatu kepada orang lain yang kita tak menyukainya atau bahkan membencinya. Sungguh saya merasa ingin  protes terhadap apa yang ia lakukan, walaupun tujuannya memang baik, yaitu menyuruhnya untuk segera wudlu dan berangkat sholat jum’at. Sayapun berangan-angan, apakah mendidik itu harus dengan keras dan marah-marah? Tidakkah ada cara yang lebih lembut agar mereka yang kita didik merasa nyaman?
Jujur, saya paling tidak suka dimarahi, karena memang dimarahi itu menyakitkan. Kecuali jika sudah keterlaluan dan tak bisa diatasi dengan cara lemah lembut.
Sayapun teringat dengan suatu hadits yang mengatakan bahwa tidaklah dianggap seseorang itu beriman jika belum mencintai saudaranya sendiri seperti ia mencintai dirinya sendiri. Menurut saya arti dari mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri salah satunya adalah tidak melakukan apa yang kita tidak suka atau benci kepada orang lain seperti contoh di atas. Ketika kita tak suka dimarahi atau dimaki, maka kita juga jangan memaki atau memarahi. Ketika kita tak mau dipukul, maka kita juga jangan memukul.

Ya itulah seklumit kisah hari ini yang semoga bisa bermanfaat dan mengingatkan diri saya sendiri khususnya dan orang lain pada umumnya. Selamat menjadi orang yang lebih baik.

You Might Also Like

0 comments: