Jaga Lisanmu dari Membuka Aib Orang Lain

8:02:00 AM Mad Solihin 0 Comments

Kali ini aku ingin berbagi pengalaman tentang menjaga lisan. Ya menjaga ucapan, menjaga untuk tidak menjelek-jelekan dan menjaga keburukan orang lain.
Saya mendapatkan pengalaman ini di organisasi, dimana dalam organisasi tersebut banyak ragam dan sifat yang berbeda-beda. Ada yang dengan sinis dan entengnya membicarakan kesalahan orang lain, iapun menghasud dan memengaruhi orang lain untuk tidak suka pada orang yang dibicarakan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, fakta membuktikan bahwa orang yang menbicarakan kesalahan itu malah tidak disukai oleh yang lainya.
Berbeda dengan yang satunya, ia begitu menutup rapat pada keburukan orang lain. Ia lebih baik membicarakan hal yang berhubungan dengan dirinya daripada mengungkit-ungkit aib orang lain. Tak hanya itu, perjuangan harta, tenaga dan pikirannya tak tanggung-tanggung. Bahkan pernah uang untuk biaya kuliah ia gunakan untuk kepentingan organisasi. Perjalanan kesana kemari dengan legowonya ia lakukan walaupun sebenarnya telah lelah.
Tak hanya dalam organisasi sebenarnya aku dapatkan pengalaman ini. Dalam pengalaman sehari-hari juga pernah aku mengalaminya, bahkan terlalu sering membicarakan keburukan orang lain. Sehingga aku juga pernah ditegur dan dinasehati untuk menjaga lisan. Dan tulisan ini adalah sebagai bahan renungan dan peringatan buat diri saya sendiri dan mungkin bagi para pembaca untuk mengistropeksi diri apakah selama ini yang dibicarakan adalah aib orang lain. Tak ada manusia yang sempurna, tak ada manusia yang terlepas dari kesalahan. Bisa jadi kesalahan dan kejelakan yang ada dalam diri kita tak diketahui oleh orang lain adalah karena Allah masih menutupinya.
So, saya ingin mengajak diri saya dan pembaca untuk menjaga lisan, anggota tubuh yang tak bertulang namun bagaikan seekor srigalanya yang ketika ucapan telah keluar begitu tajam menusuk hati. Bahkan kepercayaan yang begitu mahal harganya, akan hilang dengan ucapan kebohongan yang keluar dari lisan.

Demekian sob, pengalaman ini saya tulis sebagai bahan pelajaran. Semoga bermanfaat. 

You Might Also Like

0 comments: