Berpikir Dulu Sebelum Bertindak

20:55:00 Mad Solihin 0 Comments

Pelajaran yang saya dapat hari ini adalah kisah tentang sebuah kehidupan di masyarakat yang mana di sana terdapat beragam sifat dan karakter. Ada yang keras tanpa “tedeng aling-aling” (tanpa penghalang, red) ketika menyuarakan kebenaran, ada juga yang hanya bisa bisik-bisik di belakang, dan ada juga yang acuh tak mau tahu apa yang terjadi, semua itu ada dalam bingkai kehidupan di tengah-tengah masyarakat.
Merujuk pada pembahasan di atas, maka tulisan ini ingin menceritakan tentang seorang sosok yang kaya, dermawan dan menurut banyak kalangan termasuk orang yang baik. Akan tetapi tahukah kalian, bahwa kebaikan-kebaikan itu seoalah lenyap manakala seorang sosok tadi melakukan hal yang membuat orang lain merasa terganggu dan marah. Dan akhirnya sebuah peribahasa bagaikan buah kedondong pun keluar dari salah satu orang yang merasa kecewa dengannya.
Cerita ini berawal dari seorang sosok yang kaya tadi melakukan sebuah kesalahan, yaitu menutup akses jalan yang sudah sekian lama di lalui, sehingga sebagian orang yang biasa melelui jalan tersebut tidak terima. Akhirnya sebagian orang tersebutpun mendatangi orang yang ikut melakukan aksi penutupan akses jalan tersebut dari satu rumah ke rumah lainnya. Tentunya dengan perasaan kecewa dan menuntut untuk di buka kembali. Tak terkecuali dengan rumah saya.
Saat itu, pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB salah seorang yang merasa terganggu karena akses jalan yang biasanya dilalui ditutup mendatangi rumah saya. Orang tua saya sedikit kaget karena tumben ada orang yang bertamu di pagi hari. Setelah itu ayah saya menemuinya dan berbincang-bincang. Dan setelah agak lama berbicara, ternyata masalah jalan yang ditutup. Beruntung ayah saya tak ikut melakukannya. Karena bagi ayah saya mau ditutup atau tidak, tidak begitu pengaruh. Toh juga masih bisa dilewati dengan jalan kaki, walaupun ayah saya juga telah berpikir ketika jalan tersebut ditutup banyak yang tidak terima. Karena sebagian dari mereka yang tidak terima adalah yang sering menggunakan sepeda motor.
Cerita di atas memberikan pelajaran bagi diri saya untuk berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Kira-kira adakah yang merasa terganggu dengan tindakan yang akan kita lakukan. Sekalipun orang dermawan dan baik dimata umum, akan tetapi ketika ada kesalahan, kesalahan tersebut seolah menghapus kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan selama ini.
Selain itu pelajaran yang lain yang dapat saya ambil adalah pentingnya musyawarah ketika akan melakukan sesuatu. Perselisihan yang ada di atas adalah karena tidak adanya musyawarah dan menentukan keputusan atas kehendak diri sendiri tanpa melibatkan orang-orang yang bersangkutan.  Dalam hal ini adalah mereka yang sering melewati jalan yang ditutup.

Pada akhirnya tulisan ini adalah untuk mengingatkan kepada kita semua agar bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana kita tinggal. Jangan hanya memikirkan kesenangan diri sendiri namun sebagaian yang lain merasa terganggu dan tak nyaman dengan apa yang kita lakukan. So, berpikir dulu sebelum bertindak. 

You Might Also Like

0 comments: