Resume Pelatihan Nulisyuk Batch 6 Part 1


Resume Pelatihan Nulisyuk Batch 6 Part 1

Selamat datang para pembelajar Nulisyuk batch 6. Setelah ini, saya akan memposting tata tertib kelas kita selama 4 minggu ke depan ya. Diharapkan para pembelajar dapat menyimak tata tertib dengan baik.

TATA TERTIB GRUP
1.        Pembelajar adalah anggota terdaftar Nulisyuk Batch 6.
2.        Materi dilakukan 4x pada tanggal 17 Feb, 24 Feb, 3 Maret, dan 10 Maret.
3.        Grup ini hanya digunakan untuk jam materi kepenulisan saja. Untuk ngobrol di luar jam materi bisa di grup free.
4.        Tidak diijinkan untuk jualan dalam bentuk apapun baik di grup free maupun grup materi
TATA TERTIB KELAS
Kelas dimulai setiap pukul 20.00 WIB
Sesi penyampaian materi
1.        Pemateri memberikan materi dengan metode tertulis, baik secara interaktif maupun secara keseluruhan (langsung)
2.        Mohon menyimak saat materi sedang berlangsung, boleh *enter chat* saat pemateri membutuhkan respon dari para pembelajar.
3.        Silahkan bertanya saat sesi bertanya dibuka.
4.        Selamat belajar bersama.
5.        Jangan lewatkan setiap diskusi berakhir akan ada challenge berhadiah
Semoga kamu beruntung

Konsep Kelas Nulisyuk Batch 6 adalah seperti SEMINAR. Jadi untuk saat ini kita fokus menerima materi seminggu sekali sesuai jadwal yang disertai challenge menulis. Materi yang disajikan masih general, kita akan coba menikmati bagaimana menulis yang menyenangkan. Gimana caranya? Stay on group saat materi berlangsung, karena kalau ketinggalan sudah tidak bisa menikmati lagi. Untuk kelas menulis yang spesifik menulis buku bisa ke program KBMO. Pasti terbit buku dan eksklusif, satu kelas hanya 25 orang.

Oh iya *GRUP FREE CHAT* tujuannya untuk menjalin komunikasi kita yang berada dalam satu komunitas, apabila ada yang keberatan karna pasti chatnya selalu banyak bisa _left_ saja dan tetap bisa menyimak materi di grup ini satu minggu sekali.
Bismillah, yuk kita belajar bersama-sama. Kita bisa! Karena kita? Bersama-sama.

* * *
Assalamu'alaikum. Selamat malam, (cukup dijawab di dalam hati saja) Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih sudah dengan rendah hati mau belajar bersama kami.

Sebelumnya, mohon maaf apabila ada pelayanan yang kurang berkenan dari tim nulisyuk. Insya allah saya langsung yang akan menemani teman-teman semua di program ini.
Oh iya, tak kenal maka tak sayang, karena saya ingin disayang, maka perkenankanlah saya untuk berkenalan sihiiiyyyy.

Nama saya Jee Luvina, bisa disapa dengan Jee atau kak Jee. Instagram saya @jeeluvina
Karya saya yang diterbitkan oleh mayor baru dua, yaitu Diary Jiwa dan OTW Halal bisa ditemukan di gramedia terdekat. Selebihnya karya yang diterbitkan oleh penerbit indie.

(Satu) Perkenalan
Biar lebih akrab, 15 menit pertama, saya buka sesi tanya untuk seputar perkenalan dulu yaa. Ada yang ingin ditanyakan perihal perkenalan dengan saya?

Terkait tanggapan dari peserta pelatihan atas renspon dari pemateri sengaja tidak saya resume di sini karena banyak banget. Saya hanya mengambil yang kira-kira penting dan relavan untuk jangka waktu yang lama.

Q : Awal menulis itu belajar dulu kah? Atau langsung nulis aja. Misal tata tulis, kiasan2 dll.
A : Kalo awal nulis, please.... jangan pernah mikirin EYD, kutipan, imbuhan, dll.. nulis aja dulu.. mikirin itu bakal pusing slow aja.. nanti seiring berjalannya waktu, semakin sering kita baca dan nulis, semuanya akan semakin lebih baik.

(Dua) Pemanasan Menulis
Untuk pertama kita pemanasan dulu yaaa.. kita mulai dengan olahraga jempol. Saya akan menantang kamu untuk menulis sekarang juga!

Tulislah alasan kenapa dan bagaimana ceritanya kamu bisa daftar di program kelas menulis nulisyuk batch 6 ini? Dan apa harapan kamu setelah bergabung? Tuliskan minimal 200 kata ya. Waktunya 15 menit dari sekarang. Silahkan tulis dan enter di grup whatsapp ini.

Ayoooooo! Tunjukkan bahwa kamu suka menulis.
Saya ucapkan selamat untuk yang sudah ikut olahraga jempol dan berhasil dengan 200 katanya.. percaya deh, lama lama 200 kata dalam waktu singkat akan menjadi hal yang sangat mudah bagi kamu, asal mau dibiasakan. Gak nyangka ya, kurang dari 15 menit, kamu sudah bisa menulis sepanjang itu.

(Tiga) Menulis Itu Mudah
Materi pertama kali ini tentang Menulis Itu MudahMasa sih menulis itu mudah? Hmm.. menulis apa dulu niihh? Hehe. Pada umumnya menulis itu mudah. Caranya?
Tulis saja apa yang kita tahu.
Tulis saja apa yang kita dengar.
Tulis saja apa yang kita lihat.
Tulis saja apa yang kita rasakan.

Sederhana, tapi ini ngefek banget untuk melatih kemampuan menulis kita. Gak percaya? Kita coba olahraga jempol lagi. Masih siap? Masih semangat? Kita sama sama buktikan bahwa menulis itu mudah, siaaaapppp?

Baiklah. Kita mulai dengan menulis dari apa yang kita rasakan. Coba luangkan 10 detik saja untuk memejamkan mata dan nikmati setiap tarikan nafas kamu. Rasakan, apa yang sedang hati kamu rasakan. Dan tuliskan tentang rasa itu.Tuliskan apa yang sedang kamu rasakan.
Minimal 200 kata waktunya 15 menit. Gooooooo! Kamu bisa! BREAK YOUR LIMIT!

Terkait tanggapan dari peserta pelatihan atas renspon dari pemateri sengaja tidak saya resume di sini karena banyak banget. Saya hanya mengambil yang kira-kira penting dan relavan untuk jangka waktu yang lama.

Gimana rasanya? Duduk sambil main hp temen temen sudah dapat 400 kata lho, bahkan lebih. Baik, kita tidak usah bicara kuantitas berapapun kata yang sudah kamu tulis di grup ini, bagaimana perasaannya?

Menulis itu........... sesederhana itu.
Gemes yaaaa? Mariiii kita coba lagiiiii.. kalau tadi menulis dari apa yang kita rasakan, sekarang nulis dari apa yang kita...........

Masya allah sudah membara semangat menulisnya? Selamat yaaa yang sudah berhasil ikut olahraga jempolnya sebanyak 3x. Kalau digabung jadi 600 kata lebih., WOW! lebih dari satu halaman A4.
Gimana kalau nulisnya setiap hari ya?

Iya, menulis itu mudah. Tulis saja dulu dari apa yang ada di dalam diri kita. Gak usah dipikirin bagus atau enggak, bener atau salah. Intinya, nulis aja dulu.

Pertemuan pertama, kita bakar semangatnya dulu! Okee yaa? Yang telat, selamat scroll dan semoga bisa stay dan bisa merasakan *mudahnya menulis* karena materinya tersirat, materi dan pelajaran bisa diambil untuk yang benar benar mengikuti.

Materi kepenulisan, teknik, dll udah banyaaakkk banget.. semua bisa baca teknik menulis, dll di google.. tinggal search aja. Dan di sini kita coba praktek yaa.

(Empat) Tanya Jawab
Q : Bagaimana cara menjaga konsisten menulis?
A : Anggap saja konsisten itu adalah kebiasaan. Kita harus ciptakan kebiasaan menulis dulu. Gimana caranya? Coba latih menulis setiap hari selama 40hari. Kalau ada yang bolos, ulang dari awal. Kalau kita berhasil melewatinya, insya allah kedepan akan terasa tidak biasa jika tidak menulis.
Menulislah yang 'kamu banget.

Q : Ka jee ghea mo tnya nih kalau menulis ka jee.  Lebih sering ditulis dulu sepanjang panjang nya baru d bca dan di edit.  Atau punya batasan misal nya per patagraff atau pe page untuk membaca dan mengedit?
A : Selesaikan. Tulis sampai selesai, baru dibaca dan diedit karena menulis itu adalah dua hal yang berbeda. Menulis menggunakan rasa, mengedit menggunakan pikiran (benar/salah)

A : Tulis apa yang kamu bisa aja. Kalau ditanya bagaimana untuk memperbanyak kosakata yaaa bacaaaaaaa!

A : Tulis aja mulai dari kebingungan itu. _saya bingung untuk memulai menulis dari mana, saya selalu saja tidak yakin dengan tulisan saya, dst. Ujung ujungnya tetep nulis, intinya jangan banyak alasan untuk tidak menulis

A : Kalau kita gak suka baca, terus yang mau baca tulisan kita siapa? Bukankah hidup itu sebab-akibat?

Pelatihan Nulis Batch 6

24 Tahun


Minggu, 28 Januari 2018 tepat di hari ulang tahun saya yang ke 24, rasanya tidak ada yang istimewa, semua berjalan apa adanya. Jangankan berharap ada kue dan lilin, ucapan dari ibu bapak juga tak pernah saya dengar. Namun saya percaya dibalik semua itu, cinta dan kasih sayang mereka melibihi siapapun.

Maklum, orang tua saya termasuk orang tua zaman old yang di keluarga tidak pernah ada tradisi seperti itu. Hanya saja ada tradisi yang selama ini ibu lakukan, namanya bancakan. Dilakukan di hari lahir/weton menurut kalender jawa. Saat bancakan, biasanya ibu akan menyediakan nasi satu piring, telur godok dan sayuran. Setelah itu bapak yang bagian ndongani (mendoakan).

Dulu sewaktu masih SD, lebih kentara lagi. Saat bancakan biasanya ibu akan menyiapkan telur yang didadar dengan sangan (wajan yang terbuat dari tanah liat), membuat sambal yang bercampur parudan kelapa, nasi putih dan sayuran. Itu dilakukan untuk mendoakan anak-anaknya, termasuk saya.

Perihal doa terbaik, saya yakin ibu bapak selalu menyelipkan dalam setiap sholat dan tidak perlu menunggu selama satu tahun, bukankah itu istimewa?

Pada umur yang ke-24 ini, saya ingin menjadi orang yang mandiri secara finansial. Syukur bisa membantu orang tua, kalaupun belum minimal sudah mampu mencukupi diri sendiri. Itu harapan terbesar saya di usia 24 tahun ini selain harapan-harapan yang lain yang pernah saya gantungkan di langit.

Terakhir, terima kasih saya haturkan kepada Dzat yang telah dan selalu memberikan kenikmatan, Allah Swt. Semoga bertambahnya umur mampu membuat saya selalu bersyukur pada-Mu ya rab.

Ibu bapak, terima kasih atas segala doa, cinta dan kasih sayangnya selama ini. Meski saya tak bisa membalas dengan sepadan, semoga di usia saya yang semakin bertambah, kehadiran saya mampu membawa berkah.

Kepada ibu bapak guru yang telah mengajari saya, teriring doa semoga apa yang kalian ajarkan mampu menjadi jariyah ilmu manfaat yang pahalanya akan selalu mengalir kepada bapak ibu sekalian.

Kepada semua keluarga, sanak family dan teman-teman yang selama ini mewarnai proses saya dalam menjalani kehidupan, terima kasih atas semuanya. Semoga kebaikan-kebaikan yang kalian lakukan, Allah membalasnya dengan kebaikan yang berliapat.

Teruntuk kamu, terima kasih telah menemani saya selama ini, mau mendengar keluh kesah dan menjadi penyemangat setiap hal yang saya lakukan. Terima kasih ya, semoga Allah selalu memudahkan segala urusanmu.

Terima Kasih Doanya :)


Pringamba, 29 Januari 2018

Menyimpan Kenangan


Komputer Kantor

Sudah lama saya tak mengisi rumah maya ini, walaupun kadang sesekali berkunjung hanya untuk melihat postingan dari beberapa tetangga yang link’nya saya sematkan di rumah ini. Istilah rumah maya, mungkin ini lebih kepada pengaruh salah satu tetangga yang sering menyebutnya rumah tempat sering ia kembali. Atau kalau saya menyebut, tempat menyimpan kenangan.

Sebenarnya banyak hal yang menerurut saya menarik untuk dituliskan, sayang rasa malas lebih dominan sehingga keinginan menulis menjadi menguap seiring bertumpuknya ide yang mucul, payah.


Kali ini di sela-sela kejenuhan mengedit dokumen, saya mencoba untuk mengisi dengan menulis. Yaa, walaupun tulisannya entah seperti apa. Karena saya sadar bahwa menulis itu skill yang ketika saya berhenti mengasahnya, maka jangan berharap tulisannya bagus.  

Peringatan Maulid Nabi dan Haul Ulama


Peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad Saw atau sering disebut muludan merupakan salah satu tradisi yang sudah mengakar di masyarakat Indonesia. Cara atau tradisi dalam merayakannya pun berbeda dalam setiap daerah, ada yang dengan grebeg maulid atau dengan pengajian biasa.

Selain muludan, ada pula tradisi haul yang digunakan sebagai sarana untuk memperingati wafatnya para ‘alim ‘ulama atau kyai.

Kenapa nabi diperingati hari lahirnya sedangkan ulama/kyai diperingati hari wafatnya?
Alasan kenapa seseorang itu diperingati adalah karena jasa dan kemuliaannya. Mengenai nabi, tak diragukan lagi. Sewaktu beliau lahir keajaiban dan keberkahannya sudah dirasakan, bahkan kemuliaannya pun sudah terjamin. Sedangkan ulama atau kyai, ketika lahir tak ada yang menjamin bagaimana kisah hidupnya kelak. Baik atau buruk, tak ada jaminan. Akan menjadi pelengkap jalan haq atau batil, tidak ada yang tahu. Maka wafatnya menjadi penutup dan penentu apa yang ditorehkan selama hidup.

Beberapa keberkahan ketika nabi lahir adalah matinya semua api yang menjadi sembahan di beberapa kerajaan Persi, memancarnya cahaya sehingga menerangi gedung-gedung di negeri Syam yang dibawah kekuasaan kerajaan Qaishar, laut kecil di daerah Sawah yang terletak di antara dua kota Hamadzan dan Qum menjadi kering dan sumber-sumber air di daerah Sawah juga kering karena tertahannya gelombang aliran air laut kecil. Artinya, lahirnya nabi sudah membawa rahmat sehingga patut untuk diperingati.

Adapun haul salah satu tujuannya adalah untuk mengingat atau meneladani kebesaran ulama/kyai semasa hidupnya.
Pringamba, 1 Desember 2017