WHAT'S NEW?
Loading...
Dokpri
Aku mulai bosan. 

Bagaimana tidak, dari pagi sampai sore hanya duduk.  Paling pol bersentuhan dengan android yang terkoneksi wifi. Menyenangkankah? Ternyata tidak.

Kamu tahu, aku rindu berjelajah.

Namun keadaan tidak memungkinkan hal itu.

Solusinya, melipir dan cari kesibukan sendiri.

Pengaturan yang tidak jelas membuat banyak santainya. Kalau berpikir, rugi juga. Menghabiskan waktu dengan kesia-siaan. Tidak berkembang.

Baca buku, lebih malas lagi.

Lalu sampai kapan aku akan bertahan disini?

Entahlah, mungkin 5 tahun atau bahkan lebih. Sampai menemukan hal yang bisa membuat lebih berkembang ketimbang duduk tak jelas.

Atau ada solusi lagi, menceri terobosan dan memberikan warna baru di tempat yang kini ku tempati.

Apa?

Belum ketemu dan sedang dicari. Doakan semoga cepet ketemu.

18 April 2018

Sumber : pixabay(dot)com

Merubah template lagi. Entah sudah yang ke berapa kalinya saya mengganti. Yang jelas saat merasa bosan dan melihatnya terasa tak sreg di hati, biasanya saya buru-buru minta bantuan mbah google untuk mencarikan template yang pas. Bongkar pasang menjadi langganan, meskipun dari tulisan yang pernah saya baca hal itu bukanlah hal yang bagus.

Alasan awal sebenarnya karena saya merasa templatenya tidak mobile friendly, jadi ketika dibuka menggunakan smart phone tampilannya biasa. Hal itu membuat saya memutuskan untuk mengganti lagi, berharap akan berubah. Nyatanya, sama saja. Kok bisa ya?

Hingga akhirnya saya menanyakan pada teman sesama blogger. Darinya saya tahu bahwa memang begitu pula yang ia rasakan. Dia menyarankan jika ingin mobile frendly harus edit html di bagian template. Ternyata dia benar, harus di edit terlebih dahulu. Sebagaimana yang saya lakukan sore tadi. Setelah searching cari tutorial dan mempraktekannya, alhamdulillah berhasil. Horee J

Pengalaman di atas mengingatkan saya pada salah satu teman yang pelit ketika dimintai cara dalam dunia per-blogging­-an. Bukan berarti pelit untuk sharing ilmunya, lebih kepada pembelajaran agar tidak manja. Katanya harus bisa otodidak, belajar sendiri karena hal itu akan lebih mengena apalagi jika berhasil. Medianya ya Google, di sana apapun yang kita ingini akan muncul. Termasuk menemukanmu, eh.

Pertanyaannya, kita akan menjadi pencari informasi atau pemberi informasi? Menjadi orang yang menyediakan tulisan atau hanya pencari tulisan?
Nulisyuk Batch 6 

Resume Pelatihan Nulisyuk Batch 6 Part 3
Bismillah. Assalamu'alaykum. Selamat malam semuanya. Alhamdulillah, tidak terasa ya kita sampai dipertemuan terakhir, huft! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan semakin semangat menulisnya. Aamiin.
Semoga kelasnya tetap bisa kondusif dan berkesan ya.

Semoga banyak yang bisa stay malam ini ya, karena materi malam ini tentang gimana dan apa saja persiapan untuk menerbitkan buku 💃🏻💃🏻💃🏻 sihiyyyy..Temen temen yang ada di sini apa sudah punya bayangan akan menerbitkan buku apa? Atau naskahnya sudah berjalan? 
(Responnya dalam hati dulu ya. Nanti enter chat saat saya minta)

Yang naskahnya masih dalam bayangan semoga segera menemukan titik temu, yang masih di jalan semoga segera sampai pada tujuan.
Kita olahraga jempol dulu yuk!
Tuliskan rencana buku yang akan kamu terbitkan, jelasnya secara rinci tentang buku tersebut, misalnya buku itu untuk siapa pembacanya, manfaatnya, isinya, tujuannya, kapan terbitnya, dan harapan kamu setelah menerbitkan buku tersebut. Kalau belum ada bayangan ya gpp.. dimulai dari khayal-khayal aja dulu. ngayal aja dulu.
Yuuukkkk....Ditunggu tulisannya dalam 15 menit ini... cuuuusssss.

Yang kirim tulisan olahraga jempol malam ini didoain semoga bukunya segera terbit, aamiin
Visualisasikan buku yang akan kamu terbitkan dalam olahraga jempol ini. Semoga banyak yang mendoakan.

Cuplikan dari Aam :
Saya ingin yang mudah dulu. Yang difikirkan mudah terkadang juga tidak mudah sebenarnya.Jadi buku yang pertama kali ingin saya buat adalah buku yang berkisah tentang diri saya sendiri. Karena untuk saat ini saya hanya punya kisah tentang diri saya sendiri. Hehe..Buku tersebut bisa untuk siapapun. Kecuali buku pelajaran sekolah. Plis karena itu seperti kisah hidup saya sudah jelas gak penting penting amat --.
Tapi dengan buku itu saya ingin mempengaruhi orang2 tentang beberapa hal yang kadang mengganjal di hati saya. Seperti orang tua yang memondokkan anak nya dari umur TK atau SD. Btw sy adalah mantan anak pondok. Dr SD sampai SMA saya dipondokin terus. Kalau kata orang sampai lumutan.Memang beberapa orang berpendapat kalau memondokkan anak dari kecil itu tujuannya untuk membiasakan hal2 yang baik dr dia kecil.Tapi sebagai orang yang merasakan, saya fikir hal itu bukan pilihan yang terbaik. Itu salah satu contoh hal yang ingin saya sampaikan kepada pembaca saya nantinya.Manfaatnya, supaya saya bisa berbagi dengan orang lain, orang merasa terhibur, dan mungkin bisa mengambil hal2 yang baik nantinya.Kapan terbit?
Entah..Ya.. saya belum terpikirkan untuk menerbitkan.
Mungkin tulisan itu nanti sy gunakan sebagai sarana saya untuk belajar menulis. Karena sebenarnya sy belum pandai menulis.Harapan setelah buku itu terbit yaitu disukai pembaca, Krn saya ingin sekali buku itu bisa bermanfaat untuk orang banyak.Ya mungkin itu saja dl kak khayalan saya.

Masya Allah! Semoga dimudahkan prosesnya, bangsa kita membutuhkan karyamu, tulisanmu. Ayo selesaikan! Catat ulang di kertas apa yang kamu tulis di sini, bubuhkan deadline yang jelas, misal 24 Agustus 2018 naskah selesai agar yang hanya ada dibayangan akan menjadi lebih nyata. Sampaikan deadlinemu kepada orang terdekat, minta doanya, dan sampaikan reward dan punishment apa yang akan kamu dapatkan dari deadline tersebut, tujuannya untuk lebih bertanggung jawab dengan impianmu, kalau deadline kamu hanya diketahui oleh diri kamu sendiri, biasanya kamu akan lemah dan merasa biasa saja untuk menarik ulurnya.

Teman-teman di sini sudah punya gambaran ya tentang buku apa yang akan diterbitkan. Kalau begitu, boleh share ke sini, kira-kira apa saja ya yang harus kamu lakukan, yang kamu persiapkan agar buku itu benar-benar terbit sesuai deadline yang kamu buat? Hm, apa hayooooooo? Saya tunggu 10 tipsnya dari kamu yaaa... waktunya 10 menit aja.

Cuplikan dari Nurindah Fitria :
1. Banyak baca sumber, apapun buku atau artikel2. Bikin outline3. Bikin deadline jangka pendek dan jangka panjang
4. Menulis konsisten setidaknya 30 menit sehari5. Lakukan riset kecil2an untuk menambah ide6. Diskusi dengan rekan lain untuk mengembangkan ide7. Edit, edit, dan edit
8. Patuhi rencana jangka pendek dan jangka panjang
9. Kondisikan lingkungan untuk menulis
10. Berdoa

Temen temen sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk sampai ditujuan. (Lagi) Catat ulang di kertas, dan tempel di dinding kamar misalnya, hehe tujuannya biar kamu ga amnesia.

Apa aja sih yang mesti kita siapin untuk bisa menulis satu buku? Sebenernya gak ada banyak persiapan, tinggal nulis aja terus sampai jadi satu buku. 😃 tapi kenyataannya gak sesederhana itu ya. Ada banyak sekali yang sering ikut kelas nulis tapi bukunya gak brojol-brojol. Kira-kira salah dimana ya? Hmm..

Yuk! Coba kita lanjutkan materi ini.
Kamu bisa lihat tips dari teman kamu, bisa jadi berguna untuk proses menerbitkan bukumu juga.
Untuk bisa menulis satu buku memang perlu persiapan.

Yang pertama, kita harus tahu mau nulis apa, yaiya gimana mau nulis kalau gak tahu mau nulis apa.
Saya ucapkan selamat untuk yang sudah ikut olahraga jempol malam ini. Yaa paling tidak kamu sudah satu langkah lebih maju, kamu sudah tahu apa yang ingin kamu capai. 

Nulis memang bisa nulis apa saja, tapi untuk menulis buku, sebaiknya kita harus tahu menulis tentang apa yang cocok dengan kita.

Untuk tahu kita cocok nulis apa itu liatnya darimana? Liat buku apa yang suka kamu baca karena biasanya kamu akan lebih mudah menulis dari apa yang sudah kamu baca.

Misal kamu suka baca novel, pada umumnya kamu akan lebih mudah dalam menulis novel.

Gak perlu jauh-jauh cari ide untuk menulis buku pertamamu, temukan saja ide di dalam diri kamu, di dalam lingkungan kamu, biasanya menulis yang juga menjadi bagian dari diri kita, itu terasa lebih mudah. Misalnya, kamu adalah seorang guru matematika, mungkin bisa menulis tentang cara menyenangkan belajar matematika

Yang kedua, sering sering baca. Jangan pernah berharap bisa nulis buku kalau gak mau baca. Kalau kamu gak mau baca, terus nanti yang baca tulisan kamu siapa? Inget ya, hidup itu sebab-akibat. Gak hanya itu, kalau bukan dari membaca, lantas dari mana kita bisa kaya kosa kata?

Yang ketiga, cari ilmunya. Semakin banyak cari ilmu memang bagus. Tapi ada baiknya bertahap, setelah dapet ilmu kemudian praktek, gitu terus. Belajar terus menerus tentang dunia tulis menulis perlu, perlu banget tapi kita juga perlu mempelajari apa yang kita tulis, karena kamu tahu? Satu kalimat yang kamu tuliskan, kamu harus bisa mempertanggung jawabkannya.

Yang keempat, mulai tulis ide besar calon buku kamu. Oh iya, seperti temen-temen tulis tadi. Bukunya tentang apa, tujuannya apa, dll. *Hm aku pengen nulis buku, tapi gak tahu mau nulis tentang apa Mencari ide jangan jauh-jauh, misalnya kita bisa mendapatkan ide dari kegalauan memilih jurusan kuliah. Nah, kamu bisa melebar tentang kenapa harus kuliah, gimana memilih jurusan yang tepat, dll.

Yang kelima, pastikan tulisan buku kamu menjawab sebuah permasalahan, baik fiksi maupun non fiksi. Intinya buku itu bermanfaat. Titik.

Yang keenam, mulai buat premis, outline, biar tulisan kamu gak liar kemana-mana. Premis, outline itu semacam pagar atau kontrol untuk penulisan naskah kita.

Yang ketujuh, cicil naskah kamu setiap hari. Berapa katapun pokoknya setiap hari harus ada tambahan. Sesibuk apapun, sempatkanlah. Sesuatu yang didapatkan dengan perjuangan itu rasanya nikmat banget. Kamu akan bangga bisa menyelesaikan/menghasilkan sesuatu di tengah kesibukkan yang gak ada habisnya. Yes! Kamu membanggakan!

Yang kedelapan, konsultasikan tulisanmu ke orang terdekat atau ahlinya. Ini penting banget, paling tidak kamu meminta respon pembaca sebelum buku kamu dipublikasikan. Respon pembaca bisa dipertimbangkan karena buku yang kamu tulis untuk dibaca, kan? Jadi ada baiknya kita juga menyesuaikan dengan target pembaca kita. Tulisan kita disesuaikan. Misalnya kita menulis untuk dibaca oleh remaja, maka menulislah dengan gaya bahasa remaja.

Sembilan, setelah naskah hampir selesai, selanjutnya kamu sudah mulai bisa mendesain cover untuk persiapan promosi buku kamu. Kalau saya, biasa mulai desain cover buku meskipun naskah belum selesai, hehe gatau ya, kalau cover udah jadi rasanya makin semangat dan lebih bertanggung jawab aja untuk menyelesaikan tulisan sesegera mungkin. Yah, ini hanya berlaku untuk yang akan menerbitkan di penerbit indie

Kesepuluh, sering-sering posting tulisan tentang calon buku kamu. Misalnya buku kamu tentang tips memilih jurusan kuliah, maka postinglah tulisan yang berhubungan dengan perkuliahan.

Kesebelas, mulailah hunting penerbit. Bebas aja mau penerbit indie ataupun mayor. Jika ditanya, enak penerbit mana? Sama saja, tergantung kebutuhan kamu karena semuanya memiliki plus dan minus sendiri

Dua belas, bersiaplah untuk menawarkan buku terbaru kamu 😍. Sepertinya menjual buku itu mudah, tapi juga gak sesederhana itu, mulailah untuk merapikan data base (rapikan kontak whatsapp misalnya, pisahkan mana teman, keluarga dan pembaca kamu) dan mempelajari ilmu marketing. Karena yang menulis buku harusnya lebih mudah menjual bukunya sendiri. Gak ah kak, aku mau menerbitkan di buku mayor aja, jadi gak capek capek jualan. Lho, penerbit mayor pun membutuhkan penulis juga untuk ikut serta menjual bukunya.

Tiga belas, kami dari nulisyuk menanti kabar terbit buku kamu. Kamu bisa menulis dan menerbitkannya sendiri kok, percayalah menulis buku itu sederhana, yang gak sederhana itu mengalahkan rasa malas dan tidak percaya diri, iya apa iya? Saya yakin, kamu bisa! Hanya saja butuh wadah untuk ini, yang gak bisa sendiri, karena sendiri itu gak enak, hehe mulai ngaur, kami siap bantu diprogram kbmo ya..

Jika merasa menulis buku sendiri terlalu berat, kamu bisa memulainya dengan menulis buku antologi, buku yang ditulis oleh banyak penulis. Saya yakin di sini sudah banyak yang punya buku antologi ya. Selamat!

Apa kabar? Mulai pusing? Hehe minum dan rileks dulu 3 menit ya sambil mempersiapkan pertanyaan (tetap no chatting ya)
Gimana? Sudah merasa lebih baik? 

Oh iya, sebelum ke sesi tanya jawab, saya mau baca dong kesannya selama 4 minggu ini bersama nulisyuk. 😊 Apa aja yang sudah kamu dapatkan selama 4 minggu ini? Apa saja, teman, info kepenulisan, insight baru, atau apa? Baik melalui grup free chat, maupun materinya. Saya ucapkan selamat ya, kamu sudah melangkah lebih maju. Saya tunggu tulisannya 15 menit ya.. bebas mau berapa kata, ini olahraga jempol terakhir kita lho di grup ini :.') Huhuhuhuhu

Oh iya, saya belum mengucapkan selamat untuk 6 pemenang challenge mingguan di instagramnya ya... dan selamat juga untuk yang ikut serta.. ada banyak lho gak bisa ikut serta, kamu ikut serta, itu artinya? (Lagi) kamu sudah melangkah lebih maju.

Sehat-sehat dan selesaikan tulisanmu ya, ada banyak sekali orang yang membutuhkan ilmu dan pemahaman yang kamu punya. 

Oh iya, challenge berhadiah kali ini.
Tuliskan insight baru, pemahaman baru, inspirasi baru atau apapun itu yang kamu dapatkan di nulisyuk batch 6 ini. Tulis di caption dengan foto yang bertulisan Pembelajar Nulisyuk Batch 6 bisa menggunakan foto profile di grup free chat atau mau buat sendiri sesuai kreativitasnya boleh. Gunakan hastag #nulisyuk #nulisyukbatch6 #testimoninulisyuk. Tag @nulisyuk. Kalau sebelumnya ada 2 orang yang beruntung mendapatkan buku dari nulisyuk, maka challenge kali ini, saya kasih 5 buku itu artinya ada 5 orang yang beruntung, semoga kamu salah satunya, deadline 17 Maret 2018.

Baik, kita buka sesi tanya jawab. Enter chat hanya yang bertanya ya. 😊 yuuukkk masih ada 30 menit lagi :')

Q : Gimana caranya kita membuat tulisan yg mengikuti zaman, contohnya gimana kak?
A : Konten boleh apa saja sesuai kemampuan kita, namun kemasannya kita mengikuti boleh zzzzzzzzaman now ya, hehe. Pelajari apa yang disukai mereka, misalnya generasi milenial, mereka suka kejutan, hal-hal baru, tantangan, gengsi, dll. Bubuhkan tulisan kita dengan yang mereka suka, misalnya kemasan buku dengan ilustrasi yang lucu menarik, warna-warna pastel, dll

Q : Tadi tips ke-10: sering2 posting tulisan tentang calon buku. Buat apa kak @Jee Luvina ?
A : Untuk membangun personal branding kita. Kalau gak gitu, nanti orang kaget tiba-tiba pengumuman menerbitkan buku, hehe. Misal kamu menulis buku motivasi, rutinlah publish inspirasi yang memotivasi, dengan begitu kamu akan mendapatkan pembaca setia dan bisa menyambut buku kamu, mereka sudah percaya dengan tulisan kamu yang memang menginspirasi. Oh iya, saat kamu mau menulis buku motivasi, jangan publish tentang kesedihan atau kegalauan kamu ya, nanti orang malah gak trust, gimana mau memotivasi orang lain tapi tidak bisa mengendalikan diri sendiri, gitu. Intinya untuk membangun kepercayaan pembaca.

Q : Berapa minimal halaman yg harus dibuat agar bisa dijadikan sebuah buku? Misalnya novel. Apakah ada ketentuannya kak? Trus apa 3 buku favorite kak jee?
A : Halaman, biasanya ada ketentuan dari masing-masing penerbit. Tapi pada umumnya 100h uk A4. 3 buku favorit, diary jiwa, metamorproses dan otw halal.

Q : Kak jee premis itu apa? Dan bagaimaina mengawali sebuah cerita atau tulisan apa awal cerita ?
A : Sekalian menjawab punya anisa ayu ya. Premis itu garis besar novel kita. Karakter tokoh, tujuan dan masalah dari cerita yang akan kita buat. Misalnya Joni seorang mahasiswa pemalas, pelit, namun setia kawan yang ingin menjadi artis tapi sayangnya orangtua Joni tidak merestui keinginan Joni itu
Bagian awal, tulis dan dalami karakter Joni yang malas, pelit dan setia kawan itu. Bagian tengah bahas tentang perjuangan Joni menjadi artis. Bagian akhir tentang bagaimana Joni menyelesaikan perselisihannya dengan orangtua, apakah Joni tetap menjadi artis tanpa restu orangtua, atau Joni berhasil mendapatkan restu dari orangtuanya? Atau Joni malah menjadi seorang pengusaha yang bla bla bla

Terimakasih untuk 4 minggu ini, maaf ya kalau ada yang tidak sesuai harapan :')
Ditunggu mahakaryanya :')

Nulisyuk Bacth 6

Bismillah. Assalamu'alaykum temen temen 💛 semoga sehat selalu. Alhamdulillah kita sudah sampai dipertemuan ketiga. Huaaaaa

Katanya belajar paling efektif itu adalah belajar yang happy, menyenangkan. Salah satu untuk bisa happy adalah dengan bersyukur. Agar kita semua mendapatkan energi positif yang berlipat-lipat, sebelum materi kita akan olahraga jempol dengan tema..........
Tuliskan atau ceritakan hal yang membuat kamu bersyukur hari ini! Waktunya 15 menit. Minimal 250 kata.
Bisaa... 200 kata aja bisa.. cuma nambah 50 kata ko 😍
GOOOOOO!

:') :') :') Terimakasih untuk tulisan penuh syukur malam ini. Semoga segera dilipat gandakan apa yang sudah kamu miliki saat ini (aamiin dalam hati aja ya)

Pernah merasa buntu saat menulis? Saya pernah. Kita akan bahas tips bagaimana keluar dari jalan buntu ini. Tapi tunggu sudah tidak ada enter chat selama 1 menit ya baru saya share materinya. Terimakasih untuk yang berhasil melewati challenge pertama di pertemuan ketiga ini

Yang terlambat bisa simpan di note ya tulisan syukurnya. Kita mau mulai materi. 👩🏻🏫
Saya mulai ya. Mohon gak enter chat ya, agar materinya terkumpul jadi satu.

Suatu hari seorang teman (sebut saja Mawar) pernah bertanya:

"Gimana caranya biar dapat ide tulisan yang mudah dan gak buntu saat menulis?".

Sebuah pertanyaan yang hampir semua dari kita pernah bertanya hal sama karena pernah mengalami. Kita dimasa depan akan ditentukan oleh kebiasaan kita hari ini. Sama halnya dengan menulis. Bagi mereka yang telah terbiasa menulis tentu tidak sesulit pada saat pertama kali menulis. Dari mulai memikirkan dan mengumpulkan ide, sampai tulisan tadi sampai pada pembaca. Semuanya bisa terlewati dengan mudah karena telah menjadi kebiasaan. Seolah polanya sudah tersusun. Tapi tidak bagi mereka yang tidak biasa menulis (penulis pemula) yang nulisnya kadang gimana angin berhembus (angin-anginan). It's ok. Tak perlu minder dengan status pemula. _Sebab semua yang profesional pun berawal dari amatiran. _

Bagaimana supaya bisa makan makanan berkelas dan bervariasi? Cara mudahnya sih beli aja. Kalau punya uang. Sama halnya dengan menulis. Gak bisa nulis dan ingin simple, tinggal bayar jasa ghost writer saja. Kalau dirasa belum punya budgetnya, cara yang rasional adalah dengan belanja bahan baku untuk memasak. BANYAKIN BAHAN di kulkas. Begitu isi kulkas sudah penuh dan komplit, mau masak apapun jadi. Menulis pun seperti itu. Butuh bahan baku berupa bacaan-bacaan baru. Selanjutnya kalau bahan sudah komplit tapi tidak bisa masak bagaimana? Belajar. Tidak perlu belajar langsung dengan chef berkelas seperti Chef Juna, Chef Marinka, atau Chef Gorbachef. Kecuali sekali lagi jika kita punya budget untuk belajar langsung dengannya. Alternatifnya bisa belajar dengan MENCONTEK caranya memasak. Bisa googling atau streaming youtube. Gagal dipercobaan pertama wajar. Gagal di percobaan kedua, ketiga, keseratus, barulah ada yang tidak wajar. Trial and error tadi memang menyita waktu, tenaga, bahkan menguras dompet. Berbeda jika belaja langsung dengan mentornya. Biaya trial and error tadi akan terpangkas.

Bagaimana agar menghasilkan masakkan yang enak dan berkelas? Sederhana saja. Perbaiki isi kulkas dengan bahan yang cukup dan terbaik, kemudian belajarlah memasak. Begitu juga dengan menulis.

Dengan hal tadi, jika konsisten dilakukan lama kelamaan akan menemukan polanya. Jangan pernah takut salah. Semakin sering mencoba dan mengkombinasikan ide yang dimiliki, maka kita akan menemukan cara kita sendiri. Sekalipun diawal kita mencontek orang.

Saya sering baca tapi kok tulisan masih kurang sreg ya. Pertanyaannya sama seperti, Bahan di kulkas sudah banyak, tapi kok masakkan saya tetap kurang enak? Jawabannya mungkin cara masaknya yang belum pas.

Selain tentang isi kulkas dan cara masak, ada beberapa hal yang bisa kita terapkan untuk meminimalisir kebuntuan saat menulis.

1.JAUHI MAKSIAT

Ini penting. Maksiat seringkali menutupi bahkan menghapus kreativitas. Intinya jangan lakukan yang tidak disukaiNYA. Lakukan yang hanya DIA sukai dan diridhoi-NYA. Bisa jadi ide gak muncul-muncul karena dosa-dosa kita yang lalu.

Mengeluh pun termasuk. Mengeluh, sering dilakukan tanpa disadari namun begitu berperan dalam kehidupan kita. Mengeluh bisa mematikan kreativitas. Hati-hati.

2.PERBANYAK BAHAN

Sama halnya memasak. Perbanyak bahan tulisan dengan membaca. Baca! Baca! Begitu dapat inspirasi, catat biar gak lupa sebagai bahan tulisan nanti. FYI, biasa saya mencatat ide-ide buat tulisan di evernote, ada banyak aplikasi note, silakan di download jika belum punya. Catatan yang sepertinya tidak berarti tetap bisa jadi bahan baku tulisan lho.

3.CONTEK SANG MENTOR

Perbanyak mencontek. Karena mencontek adalah cara termudah dalam belajar. Bedakan plagiat dengan mencontek. Mencontek tidak semuanya full copy paste tanpa menyertakan sumber. Tapi dengan menulis ulang, mengkombinasikannya, dan menambah sentuhan kreativitas yang dimiliki dengan bahasa dan gaya tulisan kita..

Itulah 3 modal yang biar gak mentok alias buntu saat menulis. Semoga bermanfaat. Selamat berbelanja, mengumpulkan bahan baku, dan belajar memasak. Eh

Sedikit tambahan tentang ide.
Sahabat2 disini pasti dalam menulis baik buku atau artikel, dimulai dari ide.
BTW darimana sih datangnya ide?
Bagi saya, ide datang dari  factor external. Jarang dari dalam. Misal, datang sehabis nonton, dengar curhatan orang, baca tulisan atau buku, interaksi dengan orang, dan hal lainnya.
Manusia melakukan sesuatu pasti ada motivasi, dan mereka punya motivasi karena ada kebutuhan.
Tidak bisa dipungkiri jika dari ide bisa terlahir sebuah karya. Semakin banyak ide yang dimiliki, akan sangat membantu penulis untuk mengembangkan karyanya.
Tapi, ideas are cheap. Ide itu tidaklah mahal. Alias murah. Sebab yang mahal adalah eksekusinya.
Selamat eksekusi.

Yang sudah punya pertanyaan, bisa disimpan dulu. Terakhir kita buka sesi tanya jawab. Sebelum sesi tanya jawab, kita olahraga jempol lagi biar jempolnya berotot, hehe

Temen-temen punya buku kesukaan? Atau buku yang baru saja dibaca? (Jawab dalam hati saja). Kalau begitu, ambil bukunya.

Sudah diambil bukunya? 😊 (Jawab dalam hati saja)

Baik, kita mulai ya

Tuliskan, ide apa yang kamu dapatkan setelah membaca buku tersebut? Ide yang kamu dapatkan yaaa bukan review buku lho yaaa..

Waktunya 15 menit. Minimal 250 kata.
Di akhir tulisan, tulis judul buku yaang baru kamu baca tersebut.
Saya tunggu ide dan insightnya.
Boleh ide, inspirasi, insight, apapun dan ceritakan dalam 250 kata.
Done ya. Saya lanjutkan. Terimakasih untuk tulisannya, yang olahraga jempol malam ini membuktikan betapa seriusnya kamu ingin menulis, menulis dan menulis. :')

Sekarang, bayangin! Yang sedang menulis tadi adalah pembaca karya kamu, dia mendapatkan manfaat, inspirasi dan kebaikkan dari tulisan kamu. Priceless! Kebahagiaan HQQ bagi seorang penulis. (Maafkan HQQ itu ya, hehe)

Itu artinya, jangan pernah menulis jika tidak ada setitik pun kebaikkan di dalamnya, karena itu sia-sia.

Dan ide yang paling segar adalah dari membaca buku. 😊

Idenya terarah, jelas dan beralasan. Yah, apa yang kamu tulis terarah, jelas dan beralasan. THANK YOU! Kamu keren!

Done. Istirahat 5 menit untuk siapkan pertanyaan. Enter pertanyaannya nanti saat ada aba aba dari saya ya. Silakan, 5 menit untuk baca ulang materi, melamun mungkin, hehe atau mungkin ada yang mau minum dulu. (Tapi no chatting ya)

Terimakasih kerjasamanya keren banget malam ini.

Silakan enter pertanyaan kamu. Saya akan jawab sampai pukul 22.00 (versi jam saya, hehe). Tapi saya tidak menjawab pertanyaan yang chatting disaat sesi tanya jawab ini. Itu artinya, yang boleh enter chat hanya pertanyaan saja.

Q : Bagaimana caranya memunculkan ide ide disaat Kita kehilangan ide?
A: Semua orang punya banyak cara ya untuk menjemput ide. Misalnya yang suka musik, dia akan mendengar musik atau bernyanyi, setelah itu ide datang seperti hujan. Kenali dirimu karena ide tidak jauh-jauh dari dirimu.

Q : Kak jee🙋... membaca buku adalah mencari bahan baku,  lalu kalau dimasakan kan ada mecin tuh kak yang bisa bikin makanan jadi sedap. Nah, Kalau menulis ada mecin juga ngga kak? supaya tulisan kita sedap dibaca.
A : Ada dong. Mecin dalam menulis itu bisa keluar dari karakter kita. Misalnya gunakan sedikit humor dalam tulisan kita, atau kutipan yang bikin nyeesss. Tulisan kita akan membuat pembaca nyaman untuk menyelesaikan bacaannya

Q : Bagaimana caranya memunculkan ide ide disaat Kita kehilangan ide
A : Semua orang punya banyak cara ya untuk menjemput ide. Misalnya yang suka musik, dia akan mendengar musik atau bernyanyi, setelah itu ide datang seperti hujan. Kenali dirimu karena ide tidak jauh-jauh dari dirimu.

Q : Kak saya mau bertanya. Bagaimana cara membuat premis yang baik dan benar?
A : Kita harus tahu betul cerita apa yang akan kita tuliskan, baik karakter tokoh, konflik, dll

Q : Bagaimana mengatasi pikiran negatif saat menulis. Pernah suatu saat aq punya ide tulisan tp tiba2 mikir, apakah tulisan saya ini bisa diterima ato malah banyak org yang akan komentar negatif. Nah itu gmn kak?
A : Kalau pikiran negatifnya tentang tulisan saya nanti akan mendapatkan komentar negatif. Pertanyaannya kamu akan menulis tentang apa? Kalau hanya ada kebaikkan di dalam tulisan itu, tulis saja, tulis saja untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain.

Q : Penulis itu cenderung introvert. Bagaimana pendapat kakak ttg pernyataan itu?
A : Biasanya demikian. Tapi itu awalnya saja. Begini... seseorang merasa dirinya tertutup dengan banyak hal, lalu dia menulis. Setelah seringnya menulis dia malah menjadi sosok yang sangat terbuka. Itu relatif, kembali ke kepribadian masing-masing.

Q : K' jee. Jika nulis di ibaratkan makanan . Sy punya masalah kyk begini. Saya mau makan nasi goreng, belum juga nasinya selesai di goreng, saya sudah tidak minat makan nasi goreng, tapi sekarang malah pengen banget makan ayam goreng, jadilah saya masak ayam goreng,  belum jg masak, sy sdah tidak minat sama ayam dan mau menu lain. Bagaimana jika hal seperti itu terjadi dalam menulis ?
A : Gak ada yang selesai, semuanya jadi mubazir. Nasi goreng gak bisa dimakan karena tidak dimasak dengan tuntas, begitu juga dengan ayam bakar. Kalau seperti ini, tulisan kita akan menggantung saja tanpa arah dan tujuan. Tulisan kita tidak akan menjadi something. Sederhananya, tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai. 😊

Q : Bagaimana kita meyakinkan calon pembaca agar tertarik pada bacaan yg kita sajikan?
A : Paksa! Paksa! Hehe becanda-becanda. Gak usa capek capek meyakinkan pembaca, memberi tahu pembaca, "tulisan gue menarik nih, baca deh baca deh" gak perlu. Cukup tulis saja terus, unggah tulisanmu, nanti kumpulan pembaca setiamu akan terbentuk sendiri. Karena teman kitapun belum tentu menyukai tulisan kita. Jadi tulis saja, gak lupa kan? Selalu ada penikmat disetiap karya.

Q : Kak, mau tanya. Kalau misalnya kita terbiasa menulis fiksi, lalu ada suatu saat ingin menulis non-fiksi tapi deadlinenya cukup singkat. Nah, gimana supaya belajarnya itu bisa 'lari' jadi tulisannya bagus? Karena jujur, saya sedang mau menulis artikel tapi beneran bingung penulisannnya gimana. Karena gaya bahasa saya udah terlalu fiksi banget dan saya rasa ga cocok diterapkan di non-fiksi?
A : Gak ada yang instan kalau menurut saya. Kalau dipaksakan lari, takut jatuh dan terluka hingga tak bisa bangkit lagi, lebih gawat lagi gak tahu jalan pulang (maap-maap, hehe). Kalaupun mau lari, tetap ada persiapan, latihan paling tidak satu bulan sebelumnya. Karena kalau tiba-tiba lari tapi sebelumnya gak pernah lari, coba deh biasanya bagian pinggang sampe kaki besoknya cedera. Mengejar deadline perlu, tapi lebih menyenangkan jika menulis apa yang kita sukai, kalau belum bisa, belajar dulu pelan-pelan. Menulis butuh latihan terus menerus.

Q : Kak @Jee Luvina apakah menurut kak Jee seorang penulis harus punya 1 genre saja? Untuk membentuk branding, keunikan tersendiri? Tp Bagaimana jika ketika mengembangkan bakat nulis kita ternyata kita menemukan genre baru? Lalu apakah berpengaruh dengan identitas? Menurut kak Jee?
A : Tulislah apa yang kamu sukai. Pertanyaan itu bisa menunda kreativitas kamu. Tidak perlu pikirkan. Tulis saja terus menerus. Branding akan terbentuk dengam sendirinya dan itu bisa terbentuk bertahun-tahun, gak bisa misalnya hari ini nulis fiksi terus besok kita langsung punya branding penulis fiksi, kan?