Loading...

Kecerdasan Finansial

15:11:00 Add Comment
FINANCIAL MASTERY 2.0

Dalam training Superteen Bootcamp 6 Hari 5 Malam, saya melakukan sebuah survey “Kalau kamu saya kasih uag Rp 50 juta. Mau dibelikan apa?” Tiba ada siswa yang bertanya “Pak, boleh tambah Rp 10 juta?” Saya katakan “Boleh. Buat beli apa emangnya?”
Siswa ini menjawab “Untuk beli laptop, Pak Tung. Untuk main games”. Saya lihat kertas survey yang dicatat oleh siswa. Saya terkejut ada yang nulis BELI SEPATU Harga Rp 24 juta.
EDANNN!!! Negara bangkrut, kekayaan tidak tahan 3 generasi ketika sejak kecil tidak belajar Kecerdasan Keuangan. Belum tahu caranya cari uang (income) sudah sibuk gaya, tampak kaya, sibuk menghabiskan uang.
Sama dengan orang dewasa yang baru aktif income (kerja aktif baru dapat pendapatan / uang). Sudah sibuk gaya, tampak kaya.

HUKUM FISIKA DALAM KEUANGAN

p = F / A
p = Tekanan ; F = Gaya ; A = Area
Hukum fisika menyatakan Gaya Sebanding Lurus dengan Tekanan.
Kalau hidup kita kebanyakan Tekanan, sama saja hidup kita kebanyakan Gaya. Kalau masa tua kita kebanyakan Tekanan, bisa jadi masa muda kita kebanyakan Gaya.
Bagaimana caranya agar bisa gaya tanpa tekanan? Adalah kalau kita masih aktif income caranya dengan sabar dan displin menyisihkan. Bila ada sejumlah uang maka investasikan. Investasi apa yang paling menghasilkan adalah Investasi leher keatas, mulai mencari investasi yang aman dan menguntungkan yang menghasilkan portfolio / capital gain (kenaikkan aset) dan pasif income sehingga membuat Anda bergaya tanpa tekanan.
Kalau kita mau Cerdas secara keuangan adalah dimulai dari kita mengenal Income dan Spending
INCOME

Income ada tiga:
·               Active income.
Income yang kita dapat dengan kita bekerja. Termasuk : dokter, lawyer, pembicara, dukun, developer, pedagang yang kita harus terlibat terus. Apapun profesi Anda, kalau profesi tersebut tidak bisa Anda tinggalkan, harus ada Anda, itu namanya active income. Active income bukan hanya untuk karyawan saja, Pebisnis yang harus ada owner didalamnya termasuk dalam active income. Mudah sekali mengenalinya, coba tinggal bisnis tersebut selama setahun, tambah kecil bisnisnya. Itu adalah active income.
·               Passive income.
Income yang kita dapat tanpa kita bekerja (Tidurpun uangnya bertambah). 3 Macam passive income, yaitu :
1.             Paper asset : deposito, reksadana, saham, obligasi, hak royalti
2.             Properti : sewaan, bagi hasil
3.             Bisnis yang autopilot. Bisnis yang jalan tanpa pemilik.

·               Portfolio income atau capital gain.
Income yang kita dapat dari kenaikan dari harta kita. Contoh : Beli rumah Rp 1 M lalu 10 tahun kemudian naik menjadi Rp 10 M. Sambil tidur harta naik Rp 9 M.
Setelah income / pendapatan, untuk kecerdasan keuangan kita juga wajib belajar tentang spending.

SPENDING

Spending secara singkat konsumtif, produktif, tampaknya produktif padahal konsumtif, dan tampaknya konsumtif padahal produktif
·               Produktif
Adalah semua pengeluaran yang menghasilkan active income, passive income dan capital gain / portfolio tambah besar.
Contoh #1 :
Renovasi properti, memang Anda mengeluarkan sejumlah uang, namun nilai portfolio atau kenaikkan properti Anda bisa berkali lipat karena renovasi.
Contoh #2 :
Pabrik yang membeli mesin baru, agar bisa memproduksi lebih banyak barang sehingga mendapatkan banyak pesanan.
·               Konsumtif
Ada tiga, yaitu :
1.             Langsung hilang / habis. Contoh : beli makan, minum, baju, ikut tour.
2.             Passive spending. Pengeluaran yang waktu kita tidurpun tetap keluar Contoh : segala cicilan, biaya listrik, air, telepon, internet, langganan koran dan majalah
3.             Invicible spending. Pengeluaran yang datangnya dari penurunan nilai aset kita. Tambah miskin tanpa terasa. Contoh : Inflasi, harga elektronik, mobil, furniture.

·               Tampak produktif tapi sebenarnya konsumtif.
Segala pengeluaran (karyawan, mesin, komputer, kendaraan hingga biaya marketing) yang tidak menghasilkan lebih dari biaya yang dikeluarkan.
Contoh : Mencicil sepeda motor.
·               Tampak konsumtif tapi sebenarnya produktif.
Pengeluaran ini ada tiga macam yaitu :
1.             Belajar (investasi leher ke atas) : semua breakthrough keuangan diawali dengan “AHA” dan “Harus”. AHA adalah pengetahuan sedangkan Harus adalah keberanian.
2.             Bergaul dengan orang yang lebih sukses : untuk dapat pengetahuan, kenalan hingga permodalan.
3.             Amal : kita tidak bisa memberikan lebih dari apa yang Tuhan berikan kepada kita.

Sumber : Laruno(dot)com


Sumber Gambar : Pixabay(dot)com

Struktur Pengurus PCNU Kab. Banjarnegara 2014-2019

00:13:00 Add Comment

Susunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Banjarnegara
Masa Hidmat 2014-2019

A.     MUSTASYAR
1.      KH. Bunyamin Hasan
2.      KH. Abdul Wahab
3.      KH. Mustamir
4.      Drs. H. Ali Hanan, MBA.
5.      KH. Hamid Ma’mun
6.      Drs. H. Yahya Hanafi, SE. MM.
7.      KH. Abdul Kholiq
8.      Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM.
9.      KH. Slamet Riyadi

B.     ROIS SYURIAH
KH. M. Mujtahidi Tablawi
Wakil rois syuriah 1 : KH. Moh.Najib
Wakil rois syuriah 2 : KH. Hamzah Hasan
Wakil rois syuriah 3 : KH. Ahmad Syafi’ Muslih, S.Ag.
Wakil rois syuriah 4 : KH. Jauhar Hata, MA.

C.      KATIB
KH. Zainal Arifin, S. Ag. MM. Al-hafidz
Wakil Katib 1 : KH. Wahid Basyari, S.Ag
Wakil Katib 2 : K. Norma Ali Ridwan, S.Ag. MA.

D.     A’WAN
1.      Drs. KH. Zainal Abidin, MM.
2.      KH. Hakim Annaisaburi, Lc.
3.      KH. Abdul Manaf
4.      KH. Abdul Halim Mahmud
5.      KH. Shodiq Fauzan Akram
6.      KH. Fadlullah
7.      Drs. H. Sya’roni, MA.
8.      Drs. H. Mu’alim, MM.
9.      H. Abdul Charits, S.IP.
10.  H. W. Tajudin Ahmad, M.Pd.I
11.  KH. Hudatun
12.  KH. Qomarudin
13.  Drs. H. Chalid Badruzzaman
14.  H. Mahmud Lazim
15.  KH. Syukur, S.Pd.
16.  H. M. Teguh Hartono
17.  H. Basirun Ahmad, S.Pd.
18.  KH. Imama Afif
19.  K. Abdul Munir
20.  H. Salafudin
21.  KH. Saefudin Hamzah

A.     KETUA TANFIDZIYAH
KH. Zahid Khasani, S.Pd. M.Pd.
Wakil Ketua : H. Wahid Jumali, Lc.
Wakil Ketua : Ir. H. Achmad Nurudin
Wakil Ketua : HM. Sugeng Mulyadi, S.Ag.
Wakil Ketua : K. Muhammad Munir
Wakil Ketua : M. Ulil Albab, SH. MH.
Wakil Ketua : H. Abdul Wahid, S.Ag.

B.     SEKRETARIS
Awaludin Ahmad, SE. Shi. M.Si.
Wakil Sekretaris : Samiyo, DU. S.IP.
Wakil Sekretaris : A. Khozin Amanullah, S.Ag.
Wakil Sekretaris : Drs. Sutrisno
Wakil Sekretaris : Nur Kholis, S.Kom. M.Pd.I

C.      BENDAHARA
H. Sohirun Ahmad Riyadi
Wakil Bendahara : Rohidin Marta, S.Pd. MM.
Wakil Bendahara : Bachtiar Efendi, SE.
Wakil Bendahara : Misbandi, SH.
Wakil Bendahara : H. Nanang Wardana, S.Kes.

Sumber : Kalender PCNU Kab. Banjarnegara Tahun 2018


Note : Tulisan ini adalah bagian dari ihtiyar untuk menjaga agar suatu saat nanti dibutuhkan masih ada rujukan sebagai bahan pelengkap. Karena penulis meyakini bahwa salah satu agar jejak masa lalu tidak hilang adalah dengan menuliskannya. Semoga bermanfaat.

Pringamba, 14 Mei 2019

Deklarasi NU Pertama di Banjarnegara

05:46:00 Add Comment

Dokpri

Sabtu, 24 Februari 2018 tepat di hari ulang tahun IPNU yang ke 64, ditemani Rekan Sutarso saya memulai perburuan data ke tempat Bapak KH. Muhammad Mustolih Wanayasa untuk project nulis buku tentang NU Banjarnegara.

Dari beliau saya banyak informasi mengenai nama-nama kyai awal yang babad NU di Banjarnegara. Menurutnya, deklarasi pertama berada di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja di tempat KH. Hisyam sekaligus menjadi ketua pertama. Saat itu, KH. Hisyam ditemani oleh KH. Jamhuri, KH. Abdullah Amir, Kyai Mukri (Wanadadi) dan Kyai Mareh (Susukan).

Adapun nama-nama kyai yang beliau sebutkan adalah Kyai Dimyati, Kyai Abdul Manan, Kyai Syafi'i (mertuanya Kyai Abdul Cholik) dari Rakit. Kyai Mudasir dari Susukan.

Kyai Abu Na'im dari Wanayasa, Kyai Maf'ul dari Karangkobar, Kyai Ahmadi dari Purwonegoro. Kyai Juned, Kyai Suheni, Kyai Badrudi dari Mandiraja. Kyai Abdul Fatah dari Parakancanggah Banjarnegara.

Masih menurut beliau, bahwa dahulu nama pesantren belum ada namanya kecuali dengan sebutan daerah, sebut saja Pesantren Purwonegoro asuhan Kyai Ahmadi yang sekarang diberi nama Roudlatut Tholibin asuah KH. Mujtahidi Thoblawi, Pesantren Parakancanggah asuhan Kyai Abdul Fatah yang sekarang terkenal dengan nama Al-Fatah dan Pesantren Madukara asuhan Kyai Khotim.

Itulah simpulan atas wawancara dengan KH. Muhammad Mustollih yang menjadi titik awal untuk perburuan data selanjutnya. Terkait kevalidan data, tentu masih perlu pendalaman lebih lanjut. Ada yang mau membantu??

Donasi

06:05:00 Add Comment

Tiga hari yang lalu di salah satu group whatsapp yang saya ikuti ada yang share perihal pembelian tanah untuk membangun gedung MWC NU, tepatnya MWC NU Kecamatan Purworejo Klampok. Saat itu saya tergerak untuk bisa ikut donasi. Pikir saya saat itu adalah ingin tabarukan dengan kyai-kyai NU wabilkhusus Almaghfurlah Simbah KH. Hasyim Asy’ari sang pendiri NU. Selain itu, ini adalah bagian dari wasilah pengganti karena saat ini belum bisa aktif seperti dulu sewaktu masih di IPNU.

Tentu ada gejolak dalam hati, pertarungan antara donasi atau tidak. Ada uang tapi kan kamu butuh ini itu. Hingga akhirnya saya memenangkan pertarungan itu. Gimana caranya? Paksa.

Dan saya meyakini bahwa sejatinya apa yang kita keluarkan untuk sedekah atau infak akan Allah balas dengan ganti yang berlipat. Yakin atau tidak, ikhlas atau tidak jika urusannya sudah sama Sang Pencipta maka percayalah janji-Nya pasti tepat, keadilan-Nya tidak memandang bulu seperti asma-Nya yang Maha Adil.

----
Perihal pembelian tanah untuk pembangunan Gedung MWC NU di Banjarnegara cukup menarik untuk diamati. Saya melihat geliat ini di masa kepemimpinan Gus Zahid Khasani yang memulai pembelian tanah untuk membangun gedung Aswaja NU Center di Banjarnegara. Kalau tidak salah 1,3 M waktu itu harganya. Ghiroh keorganisasian ini menurun ke jajaran kepengurusan di bawahnya yaitu MWC NU. Tentu tidak lepas dari semangatnya untuk turba ke setiap MWC di tahun pertama, membentuk yang belum ada dan menghidupkan kembali kepengurusan yang vakum.

Efeknya adalah hari ini, banyak perubahan terjadi setelah kurang lebih 5 tahun beliau memimpin PCNU Banjarnegara. Salah satunya adalah munculnya gagasan untuk membangun gedung MWC NU di setiap kecamatan yang dibarengi dengan aksi nyata sebagai awalan yaitu membeli tanah.
Sumber : NU Online
Pringamba, 08 Mei 2019

Mulai Menulis Lagi

05:55:00 Add Comment

Setiap tulisan akan menemukan jodohnya masing-masing. Jikapun saat ini masih jomblo seperti statusmu yang belum bertemu pembaca, maka saya tak akan merisaukannya. Bagi saya menulis adalah bagian dari proses meditasi. Proses healing alami atas keruwetan pikiran yang telah terisi dengan berjubel teori. Berlebih saya yang tak suka banyak bicara maka menulis adalah media untuk saya mengutarakan apa yang tersimpan di kepala dan memuntahkan segala rasa yang ada di dada.

Laiknya makan dan minum, harus ada proses mengeluarkan dari apa yang telah kita makan dan minum berupa BAB maupun kencing sehingga tercipta keseimbangan dalam tubuh. Sama, menulis bagi saya adalah bagian dari proses untuk menjaga keseimbangan pikiran agar tetap waras. Gagasan yang masuk kita olah yang pada akhirnya kita keluarkan kembali melalui media tulisan.

Soal menulis, kalaupun dulu saya telah berusaha rutin namun gagal, kini saya ingin mencoba lagi. Bagus atau tidak, itu tidak penting. Menjaga agar konsisten itulah yang penting. Dan saya meyakini bahwa selama proses tersebut dijalani, alam semesta akan menunjukan jalannya. Sebagai contoh, kemampuan merangkai kata yang semakin lama semakin cekatan, timbulnya kegersangan atas apa yang akan kita tulis sehingga memaksa kita untuk mau membaca karya orang lain dan lain sebagainya. Perihal membaca, hal ini menjadi wajib karena sejatinya penulis adalah pembaca yang lahap.

Pertanyaannya, “Apakah saya bisa konsisten menulis?”

Doakan, semoga Allah memudahkannya. Aamiin.

Sumber : Pixabay(dot)com
Pringamba, 07 Mei 2019