Investasi Leher Ke Atas


Setiap bulan harus ada investasi yang saya keluarkan.
Inilah prinsip yang sekarang saya pegang terutama untuk investasi leher ke atas. Kenapa? Karena jika saya tak menyisihkan uang untuk investasi maka seberapun uang yang saya miliki akan habis tak berbekas. Rugi kan?

Seperti halnya bulan ini, saya menyisihkan uang untuk membeli buku Dream Book. Satu motivasi saya, untuk mengisi otak agar tak kekeringan.

Perihal buku, sekarang saya juga lebih selektif. Jika dulu yang penting murah dan terlihat menarik, maka sekarang saya lebih memilih buku yang memang benar-benar saya butuhkan, buku yang mampu mendukung tercapainya apa yang saya impikan.

“Kenapa saya butuh buku ini? Apa manfaatnya? Apakah ini akan mendukung saya dalam mengupgrade diri saya menjadi lebih baik?”


Dokpri

Pringamba, 16 November 2017

Pentingnya Pendidikan Masyarakat Desa


Banyak hal yang harus diperbaiki, begitulah simpulan saya setelah tepat satu bulan bekerja di balai desa. Tentang pekerjaan yang belum sesuai tupoksi, dana yang terbatas hingga kesejahteraan yang saya amati menjadi alasan untuk bekerja musiman. Bagi saya orang awal tentu tidak terlalu mempermasalahkan karena baru memulai belajar dan belum punya tanggungan keluarga, berbeda dengan mereka yang sudah mempunyai keluarga bahkan cucu malah.

Tulisan ini tidak akan menyoroti hal itu, tetapi lebih kepada masayarakat desa. Kenapa mereka harus pintar dan sekolah tinggi? Kenapa mereka harus peduli dengan pendidikan jika akhirnya juga bekerja di kebun?

Pertanyaan itu terjawab dalam rentang waktu satu bulan. Inisiatif untuk membuat Komunitas Pringamba Cerdas pun menunai jawaban dan alasan yang logis. Alasan untuk memperjuangkan dan merealisasikan sebagai bentuk kepedulian dan sarana untuk bermanfaat bagi masyarakat.

Beberapa jawaban yang juga saya sebut alasan adalah :

Lahan Semakin Sempit
Ada status facebook yang cukup menggelitik, bahwa orang tua bolehlah kaya, lahannya banyak dan itu cukup untuk diwarisakan kepada anak-anaknya. Tetapi bagaimana kedepan saat sang anak berumah tangga dan mempunyai anak, dan anaknya nanti juga berkeluarga. Maka tanah-tanah warisan yang dulunya luas, pada keturunan ke-7 akan susut 360’. Masyarakat semakin bertambah, maka lahan kepemilikan semakin sedikit.

Itu untuk masyarakat yang kaya dan mempunyai tanah. Terus bagaimana nasib mereka yang miskin dan tak punya harta untuk diwarisakan? Jika patokannya harta warisan, tentu miris melihat kenyataannya nanti. Maka solusinya adalah pendidikan. Dari pendidikan inilah seorang akan banyak belajar sebagai bekal, minimal ketika di desa tak punya harta warisan yang luas maka dia sudah mempunyai ketrampilan yang mampu untuk menghidupinya. Atau andai merantau, bekal ijasah akan menjadi pertimbangan penempatan kerja tidak di bagian OB.

Tidak Mudah Tertipu
Saat ini banyak selles yang masuk ke desa menawarkan barang dengan gaya bicara saat pemaparan begitu memikat, sehingga masyarakat pun terlena dan akhirnya membeli. Endingnya, beberapa orang menyesal karena telah tertipu. Kualitas barang atau harganya ternyata jauh dari harga standar.

Pengalaman ini terjadi belum lama, saat ada selles gas LPG promosi gas 5 kg yang membuat kami di balai desa panik. Takutnya, terjadi penandatangan penarikan gas LPG 3 kg menjadi 5 kg misal. Padahal gas yang bersubsidi adalah yang 3 kg. Pemberitahuan ini tentu akan efektif menggunakan hp atau di group WA sehingga infromasi cepat sampainya. Namun karena banyak ibu-ibu yang tidak menggunakan WA, maka harus manual dengan mendatangi langsung ke tempat kumpulan.

Tak hanya itu, selles yang datang ternyata menawarkan pentilator dengan harga Rp. 40.000/buah. Saat dicek di internet, ternyata harganya cuma Rp. 10.000,- Kebayangkan berapa kali lipat naiknya. Nah di zaman yang serba mudah ini, andai masyarakatnya cerdas bisa cek harga lewat internet sebagai pembanding dan meminimalisir penipuan.

Motivasi Sekolah yang Rendah
Semenjak digulirkannya program wajib 9 tahun, pendidikan di Pringamba cukup mendapat perhatian. Anak-anak yang lanjut ke jenjang ke SMP dan SMA pun meningkat dibandingkan sebelumnya. Kuliah juga sudah banyak diminati karena kesadaran orang tua yang sudah mulai terbangun. Maka memotivasi mereka untuk peduli pendidikan adalah tugas yang harus di prioritaskan.

Lahan Semakin Tercemar
Petani salak adalah mata pencaharian mayoritas masyarakat desa Pringamba. Untuk menunjang penghasilan, petani banyak menggunakan pupuk yang mengandung pestisida. Hari ini tenu tidak terasa dampaknya, tetapi andai itu terus-terusan dilakukan maka lambat laun tanah yang dulunya subur akan menjadi tandus. Maka inilah pentingnya masyarakat cerdas dan berpendidikan.


Pringamba, 5 November 2017

Pesan untuk Diri Sendiri


Hey kamu, selamat ya atas jabatan barumu sebagai Kasi Pemerintahan di Desa Pringamba. Maaf jika baru sempat mengucapkannya. Mungkin selama ini saya terlalu sibuk membandingkan dirimu dengan orang lain yang pada akhirnya membuatmu merasa terpojok. Kamu merasa selalu ada yang kurang sehigga sering kali tak percaya diri. Dan saya sadar, itu konyol dan benar-benar konyol. Padahal kamu punya jalan takdir sendiri, kamu istimewa, kamu unik dan kamu hebat. Selain kekurangan, saya yakin kamu juga punya kelebihan. Atas sikap konyol saya itu, tolong maafkan saya ya?

Sekarang saya yakin bahwa jalan setiap orang itu berbeda, jika hari ini kamu merasa belum bisa berkarya seperti orang lain, percayalah bahwa kamu punya waktunya sendiri. Tugasmu, menemukan waktu itu.

O ya, dalam tulisan ini saya ingin mengingatkan bahwa menjadi perangkat itu mengabdi, maka tatalah niat dengan sebenar-benarnya niat untuk kebaikan, melayani masyarakat dan melakukan sesutau demi kemajuan desa. Karena sebagaimana kamu dengar dari orang-orang yang pernah kamu temui, akan banyak ucapan yang mungkin tak mengenakan, akan ada kondisi dimana kamu mungkin tak menyukainya, maka menata dan meluruskan niat adalah hal pertama yang harus kamu bangun sebagai pondasi sehingga gejolak apapun yang nantinya terjadi, kamu tak akan merisaukannya.

Bukankah mendaftar menjadi perangkat desa adalah atas kemuanmu sendiri? Bukan karena paksaan ataupun keinginan orang lain kan? Maka kamu harus ingat bahwa setiap keputusan selalu ada konsekuensinya, dan konsekuensi itulah yang menjadi tanggung jawabmu. Sebagai pengingat, saya tuliskan kembali sumpah yang pernah kamu ucapkan dihadapan Camat, Danramil, Kapolres, Kepala Desa dan masyarakat serta Allah Swt. pada tanggal 5 Oktober 2017.

Demi Allah saya bersumpah : Bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Pringamba, dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya, akan selalu taat dalam mengamalkan dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa saya, akan menegakkan kehidupan demokrasi dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, serta segala peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Desa, Daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kenapa saya tuliskan kembali? Karena saya ingin kamu selalu ingat sumpah yang kamu ucapkan, sehigga nantinya akan melakukan pekerjaan secara profesional dan semata-mata karena niat ibadah kepada Allah. Bukankah kamu sendiri yang selalu bilang bahwa kamu ingin menjadi orang yang kehadirannya membawa manfaat untuk orang lain? So, manfaatkanlah pekerjaanmu sebagai sarana dan ladang untuk beribadah dan membawa manfaat untuk orang lain.

Pesan saya, apapun yang terjadi niatkan untuk selalu belajar dan membawa kemajuan Desa Pringamba terkhusus melayani masyarakat yang membutuhkan bantuanmu. Sekali lagi selamat ya. Teruslah berkarya dan jadilah diri sendiri.

Penyerahan SK Kepala Desa (Dok. Desa)
Pringamba, 27 Oktober 2017

Selalu Ada Celah Untuk Mengupgrade Diri


Belum lama ini saya baru menyadari bahwa banyak hal yang sebenarnya mampu dimanfaatkan untuk mengembangkan diri supaya menjadi lebih baik. Bahwa setiap tempat ataupun kondisi yang kita alami hari ini, asalkan insting jeli melihat peluang maka selalu kesempatan.

Posisi menjadi ketua dalam suatu organisasi misal, mampu kita manfaatkan untuk berlatih bicara di depan public agar pembicaraan atau pidato yang kita sampaikan padat, jelas dan mudah dipahami. Kalaupun belum maksimal, kita bisa mengupgrade diri dengan cara membaca buku tentang public speaking ataupun menonton vidio orang-orang terkenal yang gaya bicaranya mampu kita pelajari dan bisa kita praktekan. Sayangnya, kesadaraan ini muncul ketika posisi saya sudah selesai dalam kepengurusan.

Contoh lain adalah ketika saya menjadi guru di SD dan SMK. Selain saya menyampaikan materi pelajaran, saya juga gunakan untuk meningkatkan kemapuan saya dalam hal public speaking. Saya juga belajar tentang management pengelolaan sekolah lewat meeting setiap senin pagi. Tak hanya itu, dengan adanya koneksi internet (wifi) saya gunakan kesempatan ini untuk untuk menonton dan mendownload vidio-vidio motivasi. Ada Arry Rahmawan, Jamil Azzaini, Putra Chandra Negara dan Merry Riana.

Satu alasan kenapa saya menyukai vidio-vidio mereka adalah positif thinking. Dari vidio-vidio yang saya tonton, saya menyimpulkan bahwa mereka adalah orang yang percaya dengan MIMPI. Mereka adalah orang yang memiliki target jelas. Mereka adalah orang yang selalu mengupgrade dirinya dan terus belajar.

Termasuk saat ini saya bekerja di Balai Desa, jaringan wifi yang tersedia rasanya begitu sayang jika hanya digunakan untuk bermain sosmed, fb misal. Pekerjaan perulangan pulang pergi dari rumah ke kantor rasanya sayang pula jika tidak mencari celah agar kualitas diri bertambah. Karena saya yakin bahwa kehidupan selalu berkembang dan mengalami perubahan, jika saat ini tidak pernah mengupgrade diri maka tunggulah saat dimana kita gagap menghadapi perubahan zaman.

Seperti pegawai atau guru zaman dulu yang lahir ketika teknologi masih terbatas, maka ketika saat ini segala sesuatu menggunakan komputer dan internet, mereka gagap. Parah kan?

Solusinya, selalu belajar dan terus belajar karena saya meyakini bahwa ke depan pekerjaan-pekerjaan yang bersifal manual akan banyak tergantikan dengan adanya teknologi. Maka pandai-pandailah mengintip dan mencari kesempatan untuk mengupgrade diri.

Foto Bersama Perangkat Desa Pringamba Setelah Pelantikan
Kamis, 12 Oktober 2017